Hal-hal yang Perlu Dilakukan untuk Menghindari Penyakit Kanker – Penyakit kanker hingga kini masih menjadi momok nomor satu sebagai penyakit yang membahayakan bahkan mematikan. Penyakit kanker di Indonesia beragam, mulai dari kanker payudara, kanker hati, kanker usus, kanker prostat, kanker serviks, kanker darah dan lainnya. Sehingga apabila tidak waspada dan menanggulanginya sejak dini bisa berakibat fata. Organisasi Perawatan Penyakit Kanker sebagai salah satu organisasi perawatan khusus penderita kanker mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kanker sedini mungkin untuk mencegah penyakit kanker semakin ganas sehingga susah untuk disembuhkan. Berikut ini hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk mencegah kanker.

1. Hindari konsumsi daging merah yang berlebihan

Mengkonsumsi daging yang diolah menjadi berbagai masakan tentunya memang nikmat, namun sebaiknya mengkonsumsi daging haruslah dalam takaran yang pas dan sesuai dengan kebutuhan. Karena apabila berlebihan dalam mengkonsumsi daging, akan meningkatkan risiko terkena kanker. Terlebih apabila daging tersebut dimasak dengan cara dibakar. Arang atau abu yang menyangkut pada daging dan apabila dikonsumsi terlalu banyak mampu meningkatkan terserangnya risiko kanker. Untuk batas konsumsi sehari-hari orang dewasa hanya boleh memakan 90 gram daging merah per hari.

2. Menjaga berat badan ideal

Obesitas adalah sumber penyakit. Tubuh yang tertimbun banyak lemak bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kanker. Oleh sebab itu, menjaga berat badan agar tetap idela adalah hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengkonsumsi banyak makanan bergizi, tinggi serat dan rendah lemak. Selain itu, perbanyak minum air putih untuk melancarkan pencernaan.

3. Olahraga rutin

Olahraga rutin tak hanya memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan, stamina maupun berat badan. Tetapi juga mampu menghindarkan Anda dari penyakit kanker. Orang yang kurang berolahraga dan hanya duduk sambil bermain permainan judi taruhan bola di situs https://multibet88.online memiliki resiko terkena penyakit kanker lebih tinggi dibandingkan mereka yang berolahraga secara rutin. Tidak berolahraga sama sekali menjadikan tubuh rentan terkena penyakit dan memicu sel-sel kanker usus, kanker rahim, hingga kanker payudara karena hormon yang menumpuk. Setidaknya dalam seminggu Anda harus meluangkan waktu sekitar 2,5 jam untuk berolahraga. Olahraganya pun yang mudah saja seperti jalan kaki hingga jogging atau berenang selama 30 menit sehari.

4. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

Buah-buahan dan sayuran mengandung banyak vitamin yang baik untuk tubuh. Untuk menghindari penyakit kanker, ada baiknya untuk mulai mengkonsumsi biji-bijian dan kacang-kacangan. Sedikitnya Anda harus mengkonsumsi 2,5 cangkir buah-buahan dan sayuran. Anda bisa mengolahnya menjadi lauk pauk yang nikmat. Namun perhatikan juga cara konsumsinya ya, jangan gunakan terlalu banyak garam atau minyak goreng karena akan menghilangkan kandungan vitamin berharga di dalamnya.

healthy and junk food concept – woman with fruits rejecting hamburger and cake

5. Lindungi diri dari sinar matahari.
Berjemur di bawah sinar matahari terik terlalu lama tak hanya membuat kulit terbakar, hitam dan kusam. Namun juga bisa memperbesar kemungkinan terserang penyakit kulit. Karenanya, ketika Anda ke pantai pastikan untuk memakai sunblock di seluruh bagian tubuh agar kulit terhindar dari sinar matahari yang tidak sehat. Minimal pakaialah sunscreen pada wajah dengan kandungan SPF 30. Oleskan lagi selama berkala agar kulit Anda terlindungi sepanjang hari.

6. Vaksin
Selain cara-cara di atas, Anda juga bisa mencegah penyakit kanker dengan melakukan vaksin. Vaksin ini bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah kanker hati, kanker serviks, hingga kanker prostat. Selain itu vaksin juga diperlukan untuk meminimalisir munculnya sel-sel penyakit seperti Hepatitis B dan HPV.

Penyebab Kanker Darah, Faktor dan Pencegahannya

Penyebab Kanker Darah, Faktor dan Pencegahannya

Kanker darah atau leukimia disebabkan oleh kelebihan pembentukan sel darah putih dalam tubuh dan menyerang hampir semua organ dalam darah seperti tulang sumsum dan limfatik. Jumlah sel darah putih yang berlebih menyebabkan penumpukan dalam sumsum sehingga sel darah merah berkurang. Kelebihan sel darah putih ini lantas menyebar ke hati, limfa, ginjal, paru-paru, otak dan jantung. Kanker darah atau leukemia terjadi karena sebelum pernah melakukan kemoterapi tertentu sehingga memicu kanker darah.

Berikut ini penyebab hingga cara penanganan kanker darah yang perlu Anda ketahui.

Penyebab

Secara umum, kanker darah disebabkan oleh pertumbuhan sel darah yang tidak normal dan tidak terkendali sehingga mampu mengganggu fungsi-fungsi sel darah yang normal dalam tubuh. Meski begitu, hingga kini belum diketahui secara pasti dan spesifik penyebab kanker darah tersebut. Namun, ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi seseorang terkena penyakit kanker darah. Pertama, faktor genetik dari keluarga yang memiliki riwayat sebagai pengidap kanker darah, kedua karena terkena paparan radiasi, ketiga karena adanya paparan bahan kimia, keempat karena virus, lalu efek samping kemoterapi, sindrom myelodysplastic, hingga kelainan darah.

Jenis-jenis kanker darah

Leukimia

Leukimia merupakan salah satu jenis kanker darah yang umum ditemukan kasusnya di Indonesia. Leukemia terjadi akibat produksi sel darah putih yang berlebihan dan biasanya ditemukan di sumsum tulang. Sel darah putih yang berkembang secara tidak normal tidak mengganggu fungsi sumsum tulang sebagai penghasil sel darah merah dan trombosit. Leukemia memiliki dua jenis yakni leukimia limfosit merupakan pertumbuhan sel sumsum darah putih yang tidak normal. Selanjutnya ialah leukemia myelogenous yakni pertumbuhan tidak normal pada sel sumsum yang matang. Sementara itu, leukimia memiliki 4 klasifikasi yakni Leukemia limfositik akut, Leukemia myelogenous akut, Leukemia limfositik kronis, Leukemia myelogenous kronis. Faktor-faktor penyebab kanker leukimia diantaranya; paparan radiasi tingkat tinggi, paparan bahan kimia secara berulang, rokok, kemoterapi, Down syndrome, riwayat leukimia dalam keluarga.

Limfoma

Limfoma merupakan kanker yang menyerang sistem limfatik atau kanker getah bening. Sistem limfatik merupakan kelenjar getah bening yang terletak di leher, ketiak, dada, selangkangan, dan perut. Sistem limfatik berfungsi menghasilkan sel-sel imun dalam tubuh dan menyeimbangkan tubuh karena kelebihan cairan. Pada sistem limfatik ada sel limfosit yang bertugas melawan infeksi yakni berupa kelenjar getah bening. Faktor-faktor penyebab kanker limfoma ialah usia lanjut, berjenis kelamin pria, mempunyai riwayat penyakit autoimun, HIV/AIDS, diet tinggi lemak dan daging, terpapar pestisida.

Myeloma

Kanker jenis ini adalah kanker sel plasma merah. Umumnya, sel darah merah harusnya berfungsi untuk menghasilkan antibodi yang mampu menangkal penyakit dan infeksi dalam tubuh. Tapi hal ini berbeda dengan Myeloma malah mencegah produksi antibodi normal sehingga menyebabkan kekebalan tubuh lemah dan rentan dengan infeksi. Penyakit kanker bisa di picu oleh faktor usia di atas 65 tahun, jenis kelamin laki-laki, mempunyai penyakit Gaucher, memiliki riwayat keluarga penderita , obesitas, terpapar radiasi, bekerja di industri yang berkaitan dengan minyak bumi. Telah banyak badan sosial bekerjasama dengan pemerintahan terus mencari solusi penyembuhan bagi penderita kanker, anda bisa mengecek situs 104.145.231.244 untuk informasi lebih lanjut. Organisasi Penyakit Kanker merupakan salah satu organisasi khusus yang membantu penderita kanker dan mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan sedini mungkin untuk bisa mencegah penyakit kanker dan segera bisa menemukan obat untuk mengobatinya.

Peringatan Hari Kanker Sedunia

Hari Kanker Sedunia

Kanker masuk dalam kategori penyakit yang menyumbangkan angka kematian terbesar di dunia. Tidak disadari oleh semua orang bahwa salah satu penyebab kematians seseorang adalah kanker. Kasus kanker di dunia sangat banyak, hal tersebut mendorong munculnya organisasi kanker dunia. Setiap negara bahkan memiliki organisasi/yayasan/kelompok penderita kanker masing – masing. Mengingat kanker menjadi penyakit mematikan maka dibuatlah hari peringatan kanker sedunia. Hari kanker sedunia ini diperingati pada tanggal 4 Februari. Pada tanggal tersebut semua orang memperingati hari kanker sedunia untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit kanker. Penyakit kanker mewajibkan semua orang untuk sadar sejak awal. Hal tersebut dikarenakan kemunculan kanker tidak ditandai dengan adanya gejala atau tanda. Penyakit kanker akan diketahui setelah memasuki stadium yang lebih lanjut. Sedangkan ketika sudah memasuki stadium lanjut penanganan kanker semakin sulit dan terbilang sudah terlambat. Itulah yang menyebabkan hari kanker sedunia harus diperingati setiap tahunnya untuk meningkatkan kesadarans setiap orang.

Penyakit kanker merupakan penyakit yang sebenarnya sangat tidak terduga. Pada awal kemunculannya adalah adanya sel yang tumbuh secara tidak normal. Bentik penyakit kanker juga cukup beragam. Sel kanker bisa tumbuh dimana saja di dalam tubuh manusia. Kemunculan sel kanker tersebut lama kelamaan akan merusak sel lain yang ada disekitarnya. Sangat penting untuk mengetahui keberadaan sel kanker tersebut sejak awal. Cara mengetahui apakah tubuh memiliki sel kanker atau tidak adalah dengan melakukan deteksi dini. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi bagian penting untuk mengetahui apakah di dalam tubuh terdapat pertumbuhan sel kanker. Mengetahui keberadaan sel kanker sejak awal akan memudahkan dalam pengobatannya. Sel kanker yang diketahui sejak awal bisa ditangani dengan lebih baik sehingga tidak membahayakan untuk penderitanya.

Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin memang membutuhkan kesadaran diri sendiri. Memperingati hari kanker sedunia menjadi langkah terbaik untuk mengurangi kenjadian kanker di dunia. Semakin banyak orang yang sadar akan bahayanya kanker maka dirinya bisa menjaga tubuh dengan lebih baik. Menjaga tubuh agar tidak terkena kanker bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup dan pola makan yang baik. Pola makan yang baik menjadi pendukung tubuh untuk tidak ditumbuhi sel kanker. Hari kanker sedunia diperingati dengan berbagai kegiatan. Semua orang saling mengingatkan dan mendukung untuk bisa menerapkan pola hidup dan pola makan yang baik. Keberadaan sel kanker yang bisa tumbuh dengan mudah di dalam tubuh manusia mengharuskan semua orang untuk mulai peduli dengan tubuhnya sendiri. Pola hidup yang baik dan benar sudah pasti akan membuat tubuh seseorang menjadi lebih sehat.
Memperingati hari kanker sedunia penting sebagai alarm pengingat semua orang. Selain itu untuk memberikan semangat para penderita kanker bisa dilakukan dengan memberikan teman pendamping.

Teman pendamping bisa berupa teman sesama penderita kanker, pendukung dari pihak keluarga, teman pendukung, mengikuti sebuah organisasi/kelompok penderita kanker. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk peduli dengan para penderita kanker. Penyakit kanker memang menjadi penyakit yang sangat membutuhkan perhatian khusus. Para penderita kanker bahkan memiliki rasa trauma tersendiri. Mendapatkan sebuah diagnosa penyakit kanker bukanlah hal yang mudah diterima para penderitanya. Rasa trauma tersebut lama kelamaan bisa menjadi salah satu faktor yang membuat sel kanker tumbuh dengan cepat. Mempertingati hari kanker sedunia menjadi cara paling tepat untuk memberikan kesadaran semua orang.

Pengertian Kanker Usus dan Cara Mengatasinya

Pengertian Kanker Usus dan Cara Mengatasinya

Pengertian Kanker Usus dan Cara Mengatasinya – Kanker usus umumnya menyerang di bagian usus besar. Kanker usus memiliki kanker jenis lainnya yang disebut kanker rektum dan umumnya terjadi di sekitar anus. Kasus penyakit ini berawal dari gumpalan kecil yang bisa berkembang menjadi kanker. Sehingga pemeriksaan polip memang dibutuhkan untuk mendeteksi penyakit Kanker usus. Kanker usus ini biasa penyebabnya karena sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan mempunyai sejarah keluarga yang pernah terserang Kanker usus. Gejala paling umum yang dialami oleh seseorang ialah adanya kesulitan buang air besar (BAB). Penyakit kanker usus ini biasanya berawal dari tumor jinak atau polip. Meski begitu, hingga saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab kanker usus. Kanker usus sering menyerang mereka yang tidak suka makan serat, jarang olahraga, dan kebiasaan buruk merokok. Berikut ini penyebab kanker usus dan cara mengatasinya.

1 .Penyebab kanker usus
Kanker usus mulanya disebabkan oleh perubahan atau mutasi gen di bagian usus besar. Mutasi gen tersebut dipengaruhi oleh beberapa gaya hidup dan lingkungan yang tidak sehat. Misalnya, pola makan yang tidak imbang dan sehat, terlalu banyak mengkonsumsi daging, merokok, minum minuman beralkohol, jarang olahraga. Selain gaya hidup yang tidak sehat, ada beberapa hal yang mempengaruhi seseorang terserang kanker usus. Pertama, memiliki gen riwayat penyakit kanker usus. Misalnya pada saudara kandung atau orang tua yang pernah mengidap kanker usus besar. Kedua, pengidap polip usus, obesitas atau kelebihan berat badan, diabetes, pengidap penyakit radang usus, pernah menjalani perawatan menggunakan radio terapi, memiliki kelainan genetik, dan berusia di atas 50 tahun.

2. Gejala kanker usus
Seperti gejala kanker pada umumnya, kanker usus pada stadium awal hampir tak terasa apapun. Bahkan tidak memiliki gejala atau efek apapun pada tubuh. Namun, beberapa penyakit bisa dideteksi sebagai awal mula terjadinya kanker usus. Mengalami diare atau sembelit, perut kembung, kram dan sakit perut, perubahan warna pada tinja, dan BAB darah. Pada pengidap kanker usus yang memasuki stadium berikutnya, beberapa gejala akan semakin terlihat. Pertama, mudah lelah, BAB tidak tuntas, perubahan pada bentuk tinja, penurunan berat badan. Ketiga kanker sudah menyebar dan merusak hampir seluruh organ tubuh, pengidap akan mengalami sakit kuning, pandangan mulai kabur, pembengkakan pada bagian tubuh, sakit kepala, patah tulang, hingga sesak napas.

3. Apa yang harus dilakukan ketika merasakan gejala tersebut?
Organisasi Perawatan Penyakit Kanker sebagai salah satu organisasi perawatan khusus penderita kanker mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kanker sedini mungkin untuk mencegah penyakit kanker semakin ganas sehingga susah untuk disembuhkan.

Apabila Anda mengalami gejala-gejala di atas maka sebaiknya mulai memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala seperti diare dan sering sembelit, perubahan warna tinja, BAB tidak tuntas, dan BAB berdarah. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan mendalam seperti endoskopi oleh dokter gastroenterologi untuk melihat kondisi usus besar, kemudian pemeriksaan dilanjutkan pada fase biopsi usus yakni pemeriksaan dengan mengambil sampel jaringan usus yang nantinya akan diperiksa menggunakan mikroskop untuk melihat ada atau tidaknya sel kanker. Saat biopsi usus, pasien akan diberikan menggunakan rontgen, CT scan hingga tes darah.

Langkah berikutnya ialah skrining kanker usus besar, seperti pemeriksaan tinja, kolonoskopi, ct scan perut. Lalu dilanjutkan pemeriksaan stadium kanker usus besar, lalu dilakukan pengobatan berupa terapi dan lainnya. Hingga apabila keadaan tidak membaik, maka akan dilakukan operasi untuk mengangkat sel kanker usus besar. Dan anda bisa mendaftarkan diri anda terlebih dahulu sebelum melakukan operasi untuk mengangkat sel kanker usus besar anda melalui situs kongbet.

Pengertian Kanker Kulit dan Cara Mencegahnya

Pengertian Kanker Kulit dan Cara Mencegahnya – Kelainan sel DNA mampu menyebabkan kulit tidak normal. Hal ini bahkan bisa menyebabkan berkembangnya kanker pada jaringan kulit atau yang biasa disebut kanker kulit. Kanker kulit ditandai dengan benjolan, bercak atau tahi lalat yang berbentuk tidak normal. Kanker kulit disebabkan oleh radiasi atau paparan sinar ultraviolet (UV). Selain itu, penyebab lain kanker kulit ialah karena penggunaan merkuri pada kosmetik dengan jumlah berlebih. Organisasi Perawatan Penyakit Kanker sebagai salah satu organisasi perawatan khusus penderita kanker mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kanker sedini mungkin untuk mencegah penyakit kanker semakin ganas sehingga sukar untuk disembuhkan. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan kanker kulit dan cara mengatasinya.

1. Paparan sinar matahari langsung
Sinar matahari yang panas di siang siang hari mengandung UVA dan UVB yang bisa merusak sel DNA kulit manusia. Selain itu, sinar matahari juga bisa mempengaruhi DNA sehingga pertumbuhan sel kulit tidak terkontrol. Karenanya, apabila Anda terlalu lama terkena paparan sinar matahari maka risiko terkena kanker kulit semakin tinggi. Global warming membuat atmosfer bumi semakin panas karena sinar matahari bisa langsung menembus ke bumi tanpa adanya penyaringan dr atmosfer, karena lapisan atmosfer semakin tipis. Terlebih, sinar matahari terik di jam-jam tertentu mampu meningkatkan risiko kanker kulit. Sehingga disarankan di dalam maupun saat keluar rumah untuk menggunakan sunblock atau handbody dengan SPF tinggi yang ampuh melindungi kulit dari sinar UV.

2. Tanning dengan alat UV
Memiliki warna kulit eksotis memang jadi keinginan banyak orang. Karenanya, untuk mendapatkan warna kulit yang diinginkan mereka menggunakan alat UV untuk menghitamkan kulit atau yang biasa dikenal tanning. Padahal kebiasaan ini sangat buruk bagi kesehatan kulit karena kulit akan terkena sinar UV langsung. Sehingga mampu meningkatkan risiko kanker kulit dan penuaan dini. Sebaiknya, apabila Anda ingin kulit berwarna gelap gunakan sinar matahari dipagi hari yakni pukul 07.00-09.00 karena sinar matahari pada jam-jam tersebut masih hangat dan tidak merusak kulit.

3. Bahan-bahan kimia
Apabila Anda kerap menggunakan kosmetik dengan bahan-bahan berbahaya seperti merkuri maka akan menimbulkan luka atau garis-garis pada wajah dan mampu meningkatkan risiko terkena sinar UV. Selain merkuri, bahan-bahan kimia seperti zat arsenik dan petroleum juga berisiko tinggi meningkatkan kemungkinan kanker kulit pada Anda. Dan bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan sel kulit.

4. Merokok
Bagi para perokok aktif, selain merugikan kesehatan, merokok juga bisa meningkatkan risiko terserang kanker kulit. Hal ini disebabkan, perokok memiliki daya tahan tubuh yang lemah sehingga rentan terhadap sel-sel kanker seperti kanker kulit.

5. Radiasi
Selain, bahan kimia, merokok, hingga sinar matahari langsung, radiasi juga bisa menyebabkan kanker kulit. Paparan radiasi biasanya terjadi ketika sedang melakukan CT scan sinar X yang cukup lama sehingga tubuh terkena sindrom nevus sel basal atau xeroderma pigmentosum.

Kondisi tersebut sangat berisiko sebagai penyebab terjadinya kanker kulit. Hal ini biasanya dialami oleh mereka yang sedang kemoterapi sehingga membutuhkan paparan radiasi tinggi untuk membunuh sel-sel jahat. Lingkungan pekerjaan yang di berada ditengah-tengah alat misalnya, perusahaan produksi alat-alat kesehatan. Tentunya pada lingkungan tersebut banyak radiasi yang mengenai tubuh sehingga menyebabkan munculnya risiko terkena kanker kulit. Itulah kelima faktor penyebab kanker kulit yang perlu Anda ketahui.

Jenis-jenis Kanker yang Ada di Indonesia dan Penyebabnya

Jenis-jenis Kanker yang Ada di Indonesia dan Penyebabnya – Organisasi Perawatan Penyakit Kanker sebagai salah satu organisasi perawatan khusus penderita kanker mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kanker sedini mungkin untuk mencegah penyakit kanker semakin ganas sehingga sukar untuk disembuhkan. Di Indonesia ada beberapa jenis kanker yang kerap menyerang masyarakat dan menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Maka dari itu penting untuk Anda mengetahui apa saja macam-macam kanker yang ada di Indonesia sehingga mampu mempersiapkan penangannya lebih dini.

Berikut ini penjelasan dari salah satu pemain judi poker online di situs yang menjadi salah satu spesialis kanker yang berhasil menyembuhkan beberapa pemain judi online yang menderita kanker disitus tersebut dan menurutnya ada beberapa jenis kanker dan penyebabnya :
1. Kanker paru-paru
Kanker paru-paru disebabkan oleh kebiasan buruk merokok. Kanker jenis ini banyak menyerang pria maupun wanita yang berusia 55-65 tahun. Kanker paru-paru memiliki dua jenis yakni kanker sel paru-paru besar dan kanker sel paru-paru keril. Penyakit mematikan ini tak hanya menyerang para perokok aktif saja, namun para perokok pasif yakni mereka yang tidak merokok namun menghirup asap rokok juga bisa terserang kanker paru-paru. Sehingga bagi Anda yang tidak merokok sebaiknya menghindari asap rokok berlebih.

2. Kanker usus
Kanker usus ini terjadi di bagian usus besar, sedangkan Kanker usus jenis lainnya ialah kanker rektum yang terjadi di dekat anus. Kasus Kanker usus ini diawali gumpalan kecil yang kemudian bisa tumbuh menjadi kanker. Sehingga pemeriksaan polip sangat dibutuhkan untuk mendeteksi penyakit Kanker usus. Kanker usus disebabkan oleh kebiasaan buruk mengkonsumsi alkohol, obesitas, dan genetik atau riwayat keluarga yang pernah terserang Kanker usus.

3. Kanker payudara
Kanker payudara muncul karena sel-sel pada bagian payudara tidak tumbuh normal. Sel ini tumbuh tak terkendali kemudian membelah sangat cepat sehingga terjadi tumpukan dan benjolan. Apabila tak segera diantisipasi maka tumpukan sel-sel itu bisa menyebar hingga ke getah bening. Pengaruh gaya hidup tidak sehat, faktor genetik, lingkungan, hormon, bisa menjadi penyebab sel-sel tersebut tumbuh abnormal.

4. Kanker hati
Jenis kanker ini lebih rentan menyerang mereka yang memiliki riwayat penyakit sirosis. Kanker hati disebabkan oleh infeksi kronis seperti hepatitis B dan C, lalu cacat lahir, konsumsi alkohol dan penyakit liver serta obesitas. Biasanya mereka yang terserang penyakit Kanker hati berusia rata-rata 60 tahun dan memiliki riwayat penyakit sirosis atau penyakit kronis lainnya.

5. Kanker Prostat
Kanker jenis ini lebih rentan menyerang pada pria, karena bisa mengganggu organ reproduksi. Hingga kini Kanker Prostat belum diketahui penyebabnya. Meski begitu, banyak penelitian menyebut Kanker Prostat terjadi karena perubahan DNA sel prostar. Selain itu, faktor usia, obesitas dan kebiasaan mengkonsumsi susu dan daging menjadi salah satu hal penyebab Kanker Prostat.

6. Kanker darah atau leukemia
Kanker darah atau leukemia disebabkan oleh kelebihan pembentukan sel darah putih dalam tubuh dan menyerang hampir semua organ dalam darah seperti tulang sumsum dan limfatik. Jumlah sel darah putih yang berlebih menyebabkan penumpukan dalam sumsum sehingga sel darah merah berkurang. Kelebihan sel darah putih ini lantas menyebar ke hati, limfa, ginjal, paru-paru, otak dan jantung. Kanker darah atau leukemia terjadi karena sebelum pernah melakukan kemoterapi tertentu sehingga memicu kanker darah.

7. Kanker serviks
Kanker serviks disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya virus HPV atau (human papilloma virus) yang mampu menginfeksi leher rahim hingga daerah kelamin lainnya seperti kulit, membran mukosa di anus, mulut dan tenggorokan. Human papilloma virus menular melalui hubungan seksual dan hal tersebut semakin beresiko apabila berganti-ganti pasangan ketika melakukan hubungan seksual. Seks usia dini, atau dengan pengidap HIV AIDS dan penderita seksual lainnya seperti gonore, klamidia, dan sifilis juga bisa jadi penyebab terjadinya kanker serviks.

Kanker yang Rawan Menyerang Perempuan

Kanker yang Rawan Menyerang Perempuan – Kanker adalah penyakit yang mematikan dan hingga kini belum ada obatnya. Dua kanker yang rawan bagi para perempuan ialah kanker serviks dan kanker payudara. Keduanya menjadi pembunuh nomor satu para perempuan di dunia. Meski hingga kini belum ada obatnya, bukan berarti tidak bisa dicegah. Berikut ini informasi mengenai kanker yang rawan menyerang perempuan, penyebab hingga pencegahannya.

1. Kanker Payudara
Kanker payudara muncul karena sel-sel pada bagian payudara tidak tumbuh normal. Sel ini tumbuh tak terkendali kemudian membelah sangat cepat sehingga terjadi tumpukan dan benjolan. Apabila tak segera diantisipasi maka tumpukan sel-sel itu bisa menyebar hingga ke getah bening. Pengaruh gaya hidup tidak sehat, faktor genetik, lingkungan, hormon, bisa menjadi penyebab sel-sel tersebut tumbuh abnormal.

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena kanker payudara ialah di antaranya usia, perempuan lebih rentan terserang kanker payudara ketimbang pria, obesitas atau berat badan berlebih, belum pernah hamil karena ibu menyusui memiliki minim risiko terkena kanker payudara. Kehamilan tua di atas 30 tahun juga berisiko lebih besar terkena kanker payudara.

Selain itu, konsumsi alkohol, terapi pengganti hormon seperti menopause, menstruasi terlalu dini, telat menopause, riwayat kanker payudara pada keluarga juga bisa jadi penyebab terserang kanker. Meski begitu, ada beberapa cara yang dirasa ampuh untuk mencegah kanker payudara. Pertama, menjaga berat badan agar tetap ideal. Mereka yang obesitas setelah masa menopause memiliki risiko terkena payudara lebih besar yakni sekitar 20-40 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal.

Selain itu, biasakan mengkonsumsi makanan sehat seperti banyak makan buah, sayur, kacang-kacangan, dan makanan yang mengandung antioksidan tinggi karena mampu mengurangi risiko kanker. Ketiga, luangkan waktu selama 2,5 jam per minggu untuk olahraga ringan misalnya bersepeda, jalan cepat, jogging dan sebagainya. Olahraga terbukti mampu meningkatkan imun dan mengurangi risiko kanker payudara.

Keempat, hentikan kebiasaan tidak sehat seperti merokok, minum-minuman beralkohol. Karena mereka yang merokok dan minum-minuman beralkohol mampu meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 6-12 persen.

Kelima, bagi Anda yang memiliki bayi atau baru saja melahirkan pastikan untuk menyusui secara teratur sebagai cara untuk menurunkan risiko kanker payudara hingga 22 persen. Selain itu, mengurangi aktivitas terapi hormon untuk menunda penuaan atau menopause juga perlu dilakukan agar tidak terserang kanker payudara. Terakhir, hindari paparan radiasi tingkat tinggi seperti menjalani pemeriksaan CT Scan atau bahan-bahan kimia lainnya.

2. Kanker Serviks
Kanker serviks disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya virus HPV atau (human papilloma virus) yang mampu menginfeksi leher rahim hingga daerah kelamin lainnya seperti kulit, membran mukosa di anus, mulut dan tenggorokan. Human papilloma virus menular melalui hubungan seksual dan hal tersebut semakin berisiko apabila berganti-ganti pasangan ketika melakukan hubungan seksual. Seks usia dini, atau dengan pengidap HIV AIDS dan penderita seksual lainnya seperti gonore, klamidia, dan sifilis juga bisa jadi penyebab terjadinya kanker serviks.

Selain hal-hal tersebut, faktor lain terjadinya kanker serviks adalah obesitas, kurang mengkonsumsi asupan sayur dan buah, mengkonsumsi obat anti keguguran saat masa kehamilan, mengkonsumsi pil KB selama lebih dari 5 tahun. Melahirkan lebih dari 5 anak dan melahirkan saat usia dini yakni 17 tahun. Memiliki riwayat kanker serviks dalam keluarga. Karenanya perlu adanya pengobatan dan pemeriksaan dini untuk menghindari penyakit-penyakit berbahaya tersebut. Organisasi Perawatan Penyakit Kanker pun mengimbau untuk melakukan pemeriksaan setidaknya memeriksa diri sendiri.