Hal-hal yang Perlu Dilakukan untuk Menghindari Penyakit Kanker – Penyakit kanker hingga kini masih menjadi momok nomor satu sebagai penyakit yang membahayakan bahkan mematikan. Penyakit kanker di Indonesia beragam, mulai dari kanker payudara, kanker hati, kanker usus, kanker prostat, kanker serviks, kanker darah dan lainnya. Sehingga apabila tidak waspada dan menanggulanginya sejak dini bisa berakibat fata. Organisasi Perawatan Penyakit Kanker sebagai salah satu organisasi perawatan khusus penderita kanker mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kanker sedini mungkin untuk mencegah penyakit kanker semakin ganas sehingga susah untuk disembuhkan. Berikut ini hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk mencegah kanker.

1. Hindari konsumsi daging merah yang berlebihan

Mengkonsumsi daging yang diolah menjadi berbagai masakan tentunya memang nikmat, namun sebaiknya mengkonsumsi daging haruslah dalam takaran yang pas dan sesuai dengan kebutuhan. Karena apabila berlebihan dalam mengkonsumsi daging, akan meningkatkan risiko terkena kanker. Terlebih apabila daging tersebut dimasak dengan cara dibakar. Arang atau abu yang menyangkut pada daging dan apabila dikonsumsi terlalu banyak mampu meningkatkan terserangnya risiko kanker. Untuk batas konsumsi sehari-hari orang dewasa hanya boleh memakan 90 gram daging merah per hari.

2. Menjaga berat badan ideal

Obesitas adalah sumber penyakit. Tubuh yang tertimbun banyak lemak bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kanker. Oleh sebab itu, menjaga berat badan agar tetap idela adalah hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengkonsumsi banyak makanan bergizi, tinggi serat dan rendah lemak. Selain itu, perbanyak minum air putih untuk melancarkan pencernaan.

3. Olahraga rutin

Olahraga rutin tak hanya memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan, stamina maupun berat badan. Tetapi juga mampu menghindarkan Anda dari penyakit kanker. Orang yang kurang berolahraga dan hanya duduk sambil bermain permainan judi taruhan bola di situs https://multibet88.online memiliki resiko terkena penyakit kanker lebih tinggi dibandingkan mereka yang berolahraga secara rutin. Tidak berolahraga sama sekali menjadikan tubuh rentan terkena penyakit dan memicu sel-sel kanker usus, kanker rahim, hingga kanker payudara karena hormon yang menumpuk. Setidaknya dalam seminggu Anda harus meluangkan waktu sekitar 2,5 jam untuk berolahraga. Olahraganya pun yang mudah saja seperti jalan kaki hingga jogging atau berenang selama 30 menit sehari.

4. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

Buah-buahan dan sayuran mengandung banyak vitamin yang baik untuk tubuh. Untuk menghindari penyakit kanker, ada baiknya untuk mulai mengkonsumsi biji-bijian dan kacang-kacangan. Sedikitnya Anda harus mengkonsumsi 2,5 cangkir buah-buahan dan sayuran. Anda bisa mengolahnya menjadi lauk pauk yang nikmat. Namun perhatikan juga cara konsumsinya ya, jangan gunakan terlalu banyak garam atau minyak goreng karena akan menghilangkan kandungan vitamin berharga di dalamnya.

healthy and junk food concept – woman with fruits rejecting hamburger and cake

5. Lindungi diri dari sinar matahari.
Berjemur di bawah sinar matahari terik terlalu lama tak hanya membuat kulit terbakar, hitam dan kusam. Namun juga bisa memperbesar kemungkinan terserang penyakit kulit. Karenanya, ketika Anda ke pantai pastikan untuk memakai sunblock di seluruh bagian tubuh agar kulit terhindar dari sinar matahari yang tidak sehat. Minimal pakaialah sunscreen pada wajah dengan kandungan SPF 30. Oleskan lagi selama berkala agar kulit Anda terlindungi sepanjang hari.

6. Vaksin
Selain cara-cara di atas, Anda juga bisa mencegah penyakit kanker dengan melakukan vaksin. Vaksin ini bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah kanker hati, kanker serviks, hingga kanker prostat. Selain itu vaksin juga diperlukan untuk meminimalisir munculnya sel-sel penyakit seperti Hepatitis B dan HPV.

Keberhasilan Pengobatan Pada Penyakit Kanker

Keberhasilan Pengobatan Pada Penyakit Kanker – Keberhasilan Perawatan Kanker Baru yang Diidentifikasi dalam Uji Coba Terkendali Acak Fase 3 yang Dilakukan oleh National Cancer Institute–Sponsored Cooperative Oncology Groups, 1955 hingga 2006.

Keberhasilan Pengobatan Pada Penyakit Kanker

Latar belakang

ontopofcancer – Evaluasi hasil penelitian, seperti estimasi proporsi keberhasilan pengobatan, adalah kepentingan etis, ilmiah, dan publik tetapi jarang dievaluasi secara sistematis. Kami menilai seberapa sering pengobatan kanker eksperimental yang menjalani pengujian dalam uji klinis acak (RCT) menghasilkan penemuan intervensi baru yang berhasil.

Baca Juga : Kanker Kulit: Pencegahan, Pengobatan dan Tanda-tanda Melanoma

Metode

Kami mengekstrak data dari semua RCT fase 3 yang diselesaikan (diterbitkan dan tidak diterbitkan) yang dilakukan oleh kelompok koperasi National Cancer Institute sejak dimulai pada tahun 1955. Keberhasilan terapi ditentukan dengan (1) menilai proporsi uji coba yang signifikan secara statistik yang mendukung perawatan baru atau standar, ( 2) menentukan proporsi uji coba di mana perawatan baru dianggap lebih unggul daripada perawatan standar menurut para peneliti asli, dan (3) mensintesis data secara kuantitatif untuk hasil klinis utama (kelangsungan hidup secara keseluruhan dan bebas kejadian).

Hasil

Data dari 624 percobaan (781 perbandingan acak) yang melibatkan 216.451 pasien dianalisis. Secara keseluruhan, 30% percobaan memiliki hasil yang signifikan secara statistik, di mana intervensi baru lebih unggul daripada pengobatan yang sudah ada dalam 80% percobaan. Para peneliti asli menilai bahwa profil risiko-manfaat mendukung pengobatan baru dalam 41% perbandingan (316 dari 766). Rasio bahaya untuk kelangsungan hidup secara keseluruhan dan tanpa kejadian, tersedia untuk 614 perbandingan, masing-masing adalah 0,95 (99% interval kepercayaan [CI], 0,93-0,98) dan 0,90 (99% CI, 0,87-0,93), sedikit mendukung pengobatan baru. Intervensi terobosan ditemukan pada 15% percobaan.

Kesimpulan

Sekitar 25% hingga 50% pengobatan kanker baru yang mencapai tahap penilaian di RCT akan terbukti berhasil. Pola keberhasilan menjadi lebih stabil dari waktu ke waktu. Hasilnya konsisten dengan hipotesis bahwa prinsip etika keseimbangan mendefinisikan batas kemampuan untuk ditemukan dalam penelitian klinis dan pada akhirnya mendorong kemajuan terapeutik dalam kedokteran klinis.

Meskipiun kanker tetap menjadi penyebab kematian nomor dua di Amerika Serikat, 1 telah ada peningkatan berkelanjutan dalam kelangsungan hidup dan hasil lainnya pada pasien dengan kanker dari waktu ke waktu. 1 Untuk sebagian besar, ini telah terjadi melalui pengenalan pengobatan baru yang diuji dalam uji klinis, 2 dengan uji coba terkontrol secara acak (RCT) secara luas dianggap sebagai metode yang paling dapat diandalkan untuk menilai perbedaan antara efek intervensi perawatan kesehatan. 3 , 4 Kanker adalah satu-satunya penyakit yang secara konsisten didanai oleh National Institutes of Health untuk infrastruktur uji klinis kooperatif. 4 Meskipun investasi ini, 5sedikit yang diketahui tentang proporsi uji klinis yang mengarah pada penemuan pengobatan baru yang berhasil. 6

Ada alasan etis, kebijakan publik, dan ilmiah untuk mengevaluasi keberhasilan pengobatan baru dalam RCT. Penemuan baru tidak dapat dibuat tanpa kesediaan pasien untuk mendaftar dalam uji klinis. 7 Karena mereka diminta untuk menjadi sukarelawan untuk uji coba ini, telah disarankan agar pasien diberikan semua detail yang relevan tentang situasi di mana mereka menemukan diri mereka sendiri, termasuk rekam jejak perawatan eksperimental yang dipelajari dalam uji coba sebelumnya. 6 Demikian pula, peneliti, pembuat kebijakan, lembaga pendanaan, dan masyarakat memiliki minat yang sama untuk mengetahui pengembalian apa yang telah dicapai dari penelitian yang didukung masyarakat.

8Di sini kami menjawab pertanyaan ini dengan mengevaluasi secara sistematis keberhasilan pengobatan dalam RCT yang dilakukan oleh kelompok onkologi kooperatif (COG) di bawah naungan National Cancer Institute (NCI). Kami menilai seberapa sering pengobatan baru untuk kanker yang dievaluasi dalam RCT fase 3 lebih unggul daripada pengobatan standar dalam kohort percobaan berturut-turut yang dilakukan oleh penyandang dana bersama (NCI), yang memiliki kerangka kerja yang sama untuk pengembangan kemajuan preventif dan terapeutik dalam onkologi.

UJI COBA

Kami mengevaluasi serangkaian berturut-turut dari semua RCT fase 3 yang diselesaikan antara tahun 1955 dan 2000 di bawah naungan 8 COG yang disponsori NCI. Karena biasanya dibutuhkan beberapa tahun untuk menyelesaikan tindak lanjut dan menerbitkan RCT, 9 kami hanya menyertakan uji coba yang diselesaikan hingga tahun 2000 yang telah diterbitkan pada Desember 2006.

Kami memperoleh daftar uji coba dari NCI yang diverifikasi oleh kantor pusat COG yang relevan. Setiap COG memberikan salinan protokol penelitian untuk setiap penelitian. Kami menganalisis data dari uji coba yang dipublikasikan dan tidak dipublikasikan.

Baca Juga : Ensefalitis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

31 Desember 2006, digunakan sebagai tanggal batas untuk penentuan setiap status publikasi RCT. Jika sidang belum diterbitkan pada tanggal ini, itu diklasifikasikan sebagai tidak diterbitkan. Untuk 1 COG (Kanker dan Leukemia Grup B), data tersedia untuk uji coba yang dimulai pada tahun 1980 dan setelahnya. Studi ini telah disetujui oleh dewan peninjau institusional (No. 100449) dari University of South Florida.

EVALUASI KEBERHASILAN PENGOBATAN: UKURAN HASIL

Untuk setiap percobaan kami mengidentifikasi pengobatan baru/eksperimental dan standar melalui informasi yang diberikan di bagian latar belakang setiap artikel dan/atau protokol penelitian terkait. Percobaan yang membandingkan 2 lengan eksperimental terhadap satu sama lain dikeluarkan. Demikian pula, protokol kami menetapkan pengecualian uji coba yang telah dirancang untuk menilai kesetaraan daripada superioritas.

Kami menentukan keunggulan pengobatan eksperimental atau standar dengan menggunakan 3 ukuran hasil untuk menangkap semua aspek keberhasilan pengobatan 10 , 11 : (1) proporsi uji coba yang signifikan secara statistik menurut hasil utama yang ditentukan dalam hipotesis nol; (2) proporsi uji coba di mana peneliti asli mengklaim bahwa pengobatan baru atau standar lebih baik; dan (3) data hasil yang dikumpulkan dari uji coba yang diperoleh dengan teknik meta-analitik kuantitatif. 12

Ukuran hasil kedua diperlukan karena penentuan sederhana dari proporsi percobaan yang mencapai signifikansi statistik pada hasil utama mereka tidak menangkap seluk-beluk yang terlibat dalam mengidentifikasi kemajuan dalam perawatan atau trade-off antara manfaat dan bahaya intervensi bersaing. Misalnya, perawatan dengan durasi yang lebih pendek atau metode aplikasi yang nyaman dapat dianggap berhasil bahkan jika tidak ada temuan signifikan yang diidentifikasi secara statistik. Untuk menyimpulkan penilaian peneliti tentang keberhasilan pengobatan, kami menggunakan metode yang, dalam penelitian sebelumnya, ditemukan memiliki validitas wajah dan isi yang tinggi serta reliabilitas yang tinggi 10 , 11 , 13 , 14 dan karena itu kemungkinan mencerminkan penilaian yang akurat dari para peneliti tentang manfaat perawatan.

Ukuran hasil ketiga, data hasil yang dikumpulkan secara kuantitatif, penting karena metode “penghitungan suara” yang disebutkan di atas 15 didasarkan pada penilaian proporsi keberhasilan atau kegagalan dan tidak memperhitungkan ukuran efek dalam uji coba individu, jumlah pasien, atau waktu untuk data acara. Akibatnya, kami mensintesis data tentang peristiwa paling penting (kematian, perkembangan penyakit, atau kambuh) untuk mengeksplorasi distribusi hasil antara perawatan eksperimental dan standar. 12 Ringkasan efek dinyatakan sebagai rasio bahaya (HR) 12 dengan interval kepercayaan 99% (CI). Model efek acak digunakan. 12Odds ratios (ORs) digunakan untuk meringkas data tentang tingkat respons dan mortalitas terkait pengobatan.

Unit analisisnya adalah perbandingan dalam setiap percobaan. Untuk percobaan/laporan yang mencakup lebih dari 1 kelompok perlakuan eksperimental, kami mengumpulkan data dari semua kelompok tersebut jika hasilnya menunjukkan bahwa intervensi ini tidak lebih baik daripada pengobatan standar. Kami juga menangani percobaan di mana lebih dari 1 pengobatan baru dibandingkan dengan pengobatan standar dengan mengulangi analisis menggunakan 1 dari kelompok intervensi baru saja, memilihnya secara acak, dan dengan membagi kelompok kontrol ke dalam jumlah subset yang relevan dan menggunakan masing-masing kelompok. ini untuk perbandingan statistik dengan setiap pengobatan baru. Hasil kami tidak berbeda dalam hal penting apapun, terlepas dari metode analitik yang digunakan; oleh karena itu, kami hanya melaporkan analisis utama.

Untuk menilai efisiensi sistem uji klinis agar berhasil mengatasi hipotesis ilmiah yang mengarah pada inisiasi uji coba, kami juga menentukan proporsi uji coba “konklusif” dan “tidak meyakinkan”. Kami secara operasional mendefinisikan percobaan yang tidak meyakinkan sebagai percobaan di mana 95% CI untuk efek pengobatan termasuk HR dan OR masing-masing 0,8 dan 1,2, sebagai pengganti untuk efek penting secara klinis.

Kanker Kulit: Pencegahan, Pengobatan dan Tanda-tanda Melanoma

Kanker Kulit: Pencegahan, Pengobatan dan Tanda-tanda Melanoma – Satu dari lima orang Amerika mengembangkan kanker kulit selama hidup mereka, menjadikannya bentuk kanker yang paling umum.

Kanker Kulit: Pencegahan, Pengobatan dan Tanda-tanda Melanoma

ontopofcancer – Untungnya itu juga salah satu yang paling dapat dicegah, karena paparan sinar matahari merupakan faktor utama dalam pertumbuhannya, menurut American Academy of Dermatology (AAD).

Gejala & Jenis

Melansir cakehealth, Kanker kulit tidak mendiskriminasi ras, dan orang-orang dari semua warna kulit dapat mengembangkannya. Tetapi gejalanya sangat tergantung pada jenis kanker kulit yang ada, yang meliputi:

Keratosis aktinik (AK): Dianggap sebagai tahap paling awal dari kanker kulit apa pun, AK ditandai dengan bintik atau bercak kering dan bersisik. Biasanya muncul di area yang sering terkena sinar matahari, seperti leher, tangan, lengan bawah, dan kepala. Kebanyakan orang yang mengembangkan AK berkulit putih.

Baca juga : Kanker Usus Besar: Penyebab, Gejala dan Perawatan

Karsinoma sel basal (BCC): Jenis kanker kulit yang paling umum, BCC sering muncul sebagai benjolan seperti mutiara berwarna daging, meskipun juga dapat mencakup bercak kulit merah muda. Ini juga berkembang di area kulit yang terpapar sinar matahari, tetapi tidak tumbuh dengan cepat dan jarang menyebar.

Karsinoma sel skuamosa (SCC): Kanker ini biasanya muncul di area kulit yang terpapar sinar matahari dan sering menyerupai bercak bersisik, benjolan keras atau bisul yang sembuh dan kemudian terbuka kembali, menurut AAD. Ini adalah jenis yang paling umum kedua dan dapat tumbuh jauh ke dalam kulit jika tidak diketahui lebih awal, menyebabkan kerusakan.

Melanoma: Hampir 69.000 kasus melanoma didiagnosis setiap tahun, menurut Yayasan Kanker Kulit, dan 8.500 orang meninggal. Bentuk paling umum dari kanker pada orang dewasa usia 25 hingga 29 tahun, melanoma sering berkembang pada tahi lalat yang ada atau muncul tiba-tiba sebagai bintik hitam baru. Faktor risiko termasuk memiliki beberapa tahi lalat besar atau banyak kecil; paparan sinar matahari alami atau buatan dalam waktu lama; kulit cerah dengan mata cerah dan rambut merah atau pirang; dan riwayat keluarga dengan tahi lalat yang tidak biasa atau melanoma.

Diagnosis & Tes

Langkah pertama dalam mendiagnosis kanker kulit adalah pemeriksaan kulit. Mereka yang melihat bercak mencurigakan pada kulit yang menyerupai salah satu dari empat jenis kanker kulit – atau mengamati perubahan yang cepat dan tidak biasa dalam ukuran, bentuk, atau warna tahi lalat – harus mencari perhatian medis segera.

Dokter mungkin dapat mengetahui secara langsung jika ketidakteraturan kulit bersifat kanker. Biasanya, bagaimanapun, biopsi akan dilakukan untuk memastikan hal ini. Sepotong kecil atau seluruh lesi akan diangkat dan dikirim ke laboratorium untuk pengujian. Jika biopsi mengungkapkan kanker, itu juga akan menentukan jenisnya, menurut Mayo Clinic.

Setelah kanker kulit didiagnosis, dokter dapat memulai tes tambahan untuk mengetahui sejauh mana atau apakah telah menyebar. Untuk melanoma, kanker kulit paling mematikan sejauh ini, tingkat kelangsungan hidup pasien yang lesinya terdeteksi lebih awal adalah sekitar 99 persen, menurut Yayasan Kanker Kulit. Tetapi mereka yang melanomanya telah menyebar hanya memiliki peluang 15 persen untuk bertahan hidup.

Menurut Internet Journal of Gastroenterology, situs paling umum dari metastasis melanoma di luar kelenjar getah bening adalah usus kecil, diikuti oleh lambung, kerongkongan, rektum dan usus besar.

Metode terkenal untuk mengingat gejala melanoma adalah “ABCDE,” yang merupakan singkatan dari:

  • Lesi kulit asimetris
  • Perbatasan tidak teratur
  • Warna — melanoma seringkali berwarna-warni
  • Diameter – tahi lalat yang lebih besar lebih cenderung menjadi melanoma daripada yang kecil
  • Memperbesar — ​​memperbesar atau mengembangkan

Perawatan & Pengobatan

Kanker kulit kecil non-melanoma mungkin tidak memerlukan perawatan apa pun selain operasi pengangkatan. Perawatan kanker kulit lainnya tergantung pada ukuran, kedalaman dan lokasi lesi, menurut Mayo Clinic.

Baca juga : Kebutuhan Medis dan Psikososial Pasien HIV/AIDS di Era HAART

Perawatan meliputi:

  • Pembekuan dengan nitrogen cair.
  • Terapi laser untuk menguapkan pertumbuhan.
  • Operasi Mohs, yang menghilangkan pertumbuhan lapis demi lapis sampai tidak ada sel abnormal yang tersisa.
  • Perawatan ini biasanya disediakan untuk kanker kulit yang lebih besar dan berulang.
  • Radiasi, ketika operasi bukanlah pilihan.
  • Kemoterapi, yang dapat mencakup krim topikal yang mengandung imiquimod atau diklofenak, atau obat-obatan sistemik seperti dacarbazine (umumnya dikenal sebagai DTIC) atau temozolomide (Temodar).
  • Terapi biologis menggunakan obat interferon atau interleukin-2 untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel-sel abnormal.
  • Terapi fotodinamik (PDT), yang menggunakan kombinasi laser dan obat-obatan yang membuat sel kanker rentan terhadap cahaya.
  • Kuretase dan elektrodesikasi, yang menggunakan pisau melingkar yang disebut kuret dan jarum listrik untuk mengikis dan menghancurkan lesi

Pencegahan

Menurut AAD, paparan sinar matahari adalah faktor risiko yang paling dapat dihindari untuk kanker kulit dari semua jenis. Tindakan pencegahan meliputi:

Menggunakan tabir surya spektrum luas setiap hari dengan faktor perlindungan matahari (SPF) 30 atau lebih tinggi.
Mencari tempat berteduh, terutama antara pukul 10 pagi hingga 4 sore. saat matahari paling kuat.
Mengenakan pakaian pelindung seperti kemeja lengan panjang, celana, topi dan kacamata hitam
Menghindari tanning bed

Klamidia: Gejala, Perawatan dan Pencegahan

Klamidia: Gejala, Perawatan dan Pencegahan – Meskipun ini adalah salah satu penyakit menular seksual yang paling umum dan dapat disembuhkan pada kedua jenis kelamin, klamidia seringkali tidak bergejala dan tidak diobati. Ketika itu terjadi, konsekuensinya pada wanita bisa sangat parah, mengakibatkan nyeri panggul kronis atau infertilitas.

Klamidia: Gejala, Perawatan dan Pencegahan

ontopofcancer – Sekitar 4 juta orang Amerika terinfeksi setiap tahun dengan klamidia, infeksi bakteri yang dapat menyebar melalui saluran genital dari berbagai jenis kontak seksual, menurut Mayo Clinic. Remaja dan dewasa muda paling sering terkena, menurut American Social Health Association (ASHA).

Gejala

Melansir cakehealth, Chlamydia dianggap sebagai kondisi diam karena sebagian besar dari mereka yang terinfeksi tidak mengalami gejala, menurut Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS. Gejala yang memang muncul biasanya terjadi dalam satu hingga tiga minggu setelah terinfeksi. Pada wanita, mereka termasuk:

Baca juga : Kanker Payudara: Gejala, Pengobatan & Pencegahan 

  • Keputihan
  • Terbakar atau sakit saat buang air kecil
  • Sakit perut bagian bawah
  • Mual
  • Demam
  • Sakit saat berhubungan
  • Pendarahan di antara periode

Pada pria, mereka termasuk:

  • keluarnya penis
  • Terbakar atau sakit saat buang air kecil
  • Terbakar atau gatal pada pembukaan penis
  • Nyeri testis
  • Jarang, nyeri dan pembengkakan pada testis

Komplikasi klamidia yang tidak diobati bisa serius bagi kedua jenis kelamin. Selain nyeri panggul dan infertilitas pada wanita, PMS ini dapat menyebabkan penyakit radang panggul (PID), yang dapat merusak ovarium, rahim, dan saluran tuba. Pada pria, infeksi klamidia dapat menyebabkan kondisi seperti prostatitis, peradangan kelenjar prostat; atau epididimitis, peradangan pada tabung melingkar (epididimis) yang terletak secara internal di samping setiap testis.

Pada pria dan wanita, peradangan dubur dapat terjadi pada mereka yang melakukan seks anal, yang menyebabkan rasa sakit dan keluarnya lendir, menurut Mayo Clinic. Bahkan bayi yang baru lahir dapat tertular infeksi jika melewati jalan lahir dari ibu ke bayi saat melahirkan. Bayi-bayi ini dapat menderita pneumonia atau infeksi mata yang parah setelah lahir.

Diagnosis & Tes

Karena klamidia sulit dideteksi, CDC merekomendasikan tes skrining untuk wanita yang aktif secara seksual berusia 24 atau di bawah, wanita hamil, dan pria dan wanita yang berisiko lebih tinggi karena banyak pasangan seks atau PMS lain yang ada.

Apakah untuk menyaring atau mendiagnosis penyakit, tes laboratorium yang terlibat adalah sama. Mereka termasuk:

  • Tes urin untuk mencari sel bakteri
  • Usap serviks atau ujung penis, yang dapat mendeteksi bakteri atau adanya antigen terhadap infeksi (dalam beberapa kasus, anus juga dapat diusap)

Perawatan & Pengobatan

Chlamydia adalah kondisi yang mudah diobati dan disembuhkan, menurut CDC. Antibiotik oral paling sering digunakan, termasuk azitromisin (dikenal sebagai nama merek Zithromax), doksisiklin dan eritromisin. Ini dapat diresepkan sebagai dosis satu kali atau dosis harian selama lima sampai 10 hari.

Menurut ASHA, klamidia dapat ditularkan ke pasangan seksual sampai pengobatan antibiotik selesai. Infeksi biasanya hilang dalam waktu dua minggu. Untuk mencegah infeksi ulang, pasangan seksual juga harus dirawat terlepas dari adanya gejala, menurut Mayo Clinic.

Pencegahan

Satu-satunya cara yang aman untuk mencegah klamidia adalah dengan menjauhkan diri dari kontak seksual dengan orang lain. Cara untuk mengurangi risiko meliputi:

  • Menggunakan kondom setiap kali berhubungan seksual
  • Membatasi jumlah pasangan seks
  • Menjalani pemutaran rutin

Kanker Payudara: Gejala, Pengobatan & Pencegahan

Kanker Payudara: Gejala, Pengobatan & Pencegahan – Peluang terkena kanker payudara bagi seorang wanita di Amerika Serikat selama hidupnya adalah sekitar 1 dari 8. Namun, tingkat kematian akibat penyakit yang banyak dipublikasikan ini terus menurun dengan deteksi dini yang lebih baik dan kemajuan pengobatan yang konstan.

Kanker Payudara: Gejala, Pengobatan & Pencegahan

ontopofcancer – Lebih dari 261.000 wanita didiagnosis menderita kanker payudara setiap tahun, menurut American Cancer Society, menjadikannya keganasan paling umum kedua pada wanita setelah kanker kulit.

Mengutip cakehealth, Sementara semua kanker muncul dari pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali, pengobatan dan prognosis setiap pasien dapat berbeda secara radikal tergantung pada jenis kanker payudaranya, seberapa lanjut kanker itu dan berbagai faktor lainnya.

Baca juga : Kanker Usus Besar: Penyebab, Gejala dan Perawatan

Gejala & Jenis

Semua kanker payudara tidak diciptakan sama, baik dalam gejala maupun kategorinya. Meskipun beberapa kasus muncul tanpa gejala yang nyata, perubahan payudara yang memerlukan perhatian dokter termasuk benjolan, pembengkakan atau penebalan; lesung pipit atau iritasi kulit; nyeri payudara; nyeri puting atau puting terbalik; puting merah atau bersisik atau kulit di sekitarnya; atau keluarnya cairan selain ASI, menurut National Breast Cancer Foundation.

Penting untuk dicatat bahwa bahkan gejala ini tidak selalu berarti ada keganasan dan sering kali menandakan kondisi jinak, seperti kista atau infeksi.

Sama seperti kanker payudara yang memiliki banyak gejala, penyakit ini terdiri dari banyak jenis tertentu. Ditentukan oleh apakah itu dimulai di lobulus atau saluran, bagian payudara yang bertanggung jawab untuk produksi susu, jenis ini meliputi:

DCIS, atau Karsinoma Ductal in Situ. Keganasan non-invasif ini adalah bentuk penyakit yang paling awal dan paling dapat disembuhkan karena terbatas pada saluran dan jarang menyebar. DCIS terdiri dari sekitar 20 persen dari semua kanker payudara, invasif dan non-invasif, didiagnosis setiap tahun.

IDC, atau Infiltrating Ductal Carcinoma, adalah keganasan invasif karena telah menyebar ke luar saluran. Ini menyumbang hampir 80 persen dari semua kanker payudara invasif. IDC muncul sebagai area bulat atau berbentuk bintang pada mammogram, dengan lesi seperti bintang yang menandakan prognosis yang lebih buruk.

Lima jenis kanker payudara invasif yang tersisa terdiri dari sekitar 20 persen dari semua total kasus. Menurut Yayasan Kanker Payudara Nasional, mereka termasuk Kanker Payudara Peradangan yang langka dan agresif, atau IBC, yang tidak seperti bentuk lain sering terlihat di bagian luar payudara. IBC menyebabkan payudara terlihat merah atau meradang karena penyumbatan pembuluh getah bening di kulit dan meniru infeksi payudara tertentu seperti mastitis.

Diagnosis & Tes

Tes skrining kanker payudara, yang dilakukan pada wanita tanpa gejala, dapat membantu mendiagnosis kasus awal. Metode deteksi dini termasuk pemeriksaan klinis oleh profesional medis, pemeriksaan payudara sendiri dan skrining mammogram, yang direkomendasikan untuk wanita berusia 40 tahun ke atas, menurut American Cancer Society. Wanita dengan riwayat keluarga penyakit ini juga dapat menjalani tes genetik untuk menentukan apakah mereka berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

Jika metode skrining mengungkapkan kemungkinan kanker payudara, beberapa tes dapat membantu mengkonfirmasi atau menyangkal diagnosis. Ini termasuk:

Tes pencitraan seperti mammogram, pemindaian MRI, atau USG payudara. Masing-masing metode ini menghasilkan gambar internal payudara yang membantu dokter melihat potensi massa.
Biopsi, yang mengambil sel dari benjolan yang mencurigakan untuk dipelajari di laboratorium patologi untuk menentukan apakah mereka ganas. Sel diekstraksi melalui jarum khusus atau selama operasi.

Jika kanker dikonfirmasi, dokter akan menilai sel untuk menentukan informasi penting seperti jenis kanker dan tingkatannya, yang menandakan seberapa cepat pertumbuhannya. Mereka juga akan mengetahui apakah tumor disebabkan oleh mutasi genetik yang diturunkan melalui keluarga atau reseptif hormon. Menurut American Cancer Society, keberadaan reseptor hormon pada sel kanker payudara biasanya menunjukkan prognosis yang lebih baik karena obat-obatan tertentu dapat mencegah estrogen atau progesteron mendorong pertumbuhan kanker.

Biasanya, wanita dengan diagnosis kanker payudara positif juga akan menjalani serangkaian tes untuk menentukan apakah kanker telah menyebar ke jaringan, organ, atau tulang di sekitarnya. Situs umum untuk metastasis kanker payudara adalah tulang, paru-paru atau hati.

Perawatan & Pengobatan

Dengan lebih dari 2,5 juta penderita kanker payudara di Amerika Serikat, jelas bahwa para peneliti telah mengembangkan pengobatan dan obat-obatan yang efektif yang dapat menyembuhkan penyakit atau mencegahnya kambuh dengan cepat. Perawatan baik menargetkan kanker secara lokal atau sistemik, tergantung pada lokasi tumor payudara, ukuran dan luasnya penyakit.

Perawatan lokal termasuk pembedahan dan radiasi, yang berusaha menghilangkan atau menghancurkan kanker di payudara tanpa mempengaruhi bagian tubuh lainnya. Pembedahan dapat mencakup lumpektomi hemat payudara atau mastektomi yang lebih agresif, yang mengangkat seluruh payudara dan biasanya dilakukan pada kasus yang lebih lanjut, menurut National Breast Cancer Foundation.

Perawatan sistemik diberikan melalui mulut atau melalui aliran darah dan menargetkan sel-sel kanker di seluruh tubuh. Ini termasuk kemoterapi, yang menggunakan obat-obatan beracun seperti siklofoshamid (kadang-kadang disebut dengan nama mereknya, Cytoxan) atau metotreksat. Kanker yang dipicu oleh hormon estrogen atau progesteron dapat diobati dengan penekan hormon seperti tamoxifen atau raloxifene (Evista).

Perawatan sistemik yang lebih baru termasuk terapi biologis, yang menggunakan sistem kekebalan untuk melawan kanker dan menargetkan sel kanker payudara yang mengandung protein tertentu tingkat tinggi. Biologis yang umum digunakan adalah bevacizumab (Avastin) atau trastuzumab (Herceptin).

Bergantung pada berbagai faktor, termasuk usia pasien, jenis dan stadium kanker, rejimen perawatannya mungkin hanya mencakup satu dari perawatan ini atau kombinasi dari beberapa perawatan.

Pencegahan

Beberapa risiko kanker payudara, seperti usia dan keturunan, tidak dapat dikendalikan. Tetapi seperti banyak penyakit lainnya, makan dengan benar dan berolahraga dapat membantu menurunkan kemungkinan terkena kanker payudara. Menurut Mayo Clinic, tip pengurangan risiko lainnya meliputi:

  • Membatasi asupan alkohol hingga kurang dari satu gelas per hari
  • Membatasi lemak makanan
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Terapi hormon sebelumnya saat menopause
  • Membatasi paparan pestisida dan antibiotik

Kanker Usus Besar: Penyebab, Gejala dan Perawatan

Kanker Usus Besar: Penyebab, Gejala dan Perawatan – Kanker usus besar, juga dikenal sebagai kanker kolorektal, adalah penyebab utama kedua kematian akibat kanker pada pria dan wanita. Menurut Centers for Disease Control (CDC), 53.196 orang Amerika meninggal karena kanker usus besar pada tahun 2006 (tahun terakhir untuk data yang tersedia).

Kanker Usus Besar: Penyebab, Gejala dan Perawatan

ontopofcancer – Penyakit ini mempengaruhi sedikit lebih banyak pria daripada wanita, dan risiko meningkat seiring bertambahnya usia.

Penyebab

Melansir cakehealth, Tidak termasuk jenis yang sangat langka, kanker usus besar berkembang di sel-sel yang melapisi bagian dalam usus besar dan/atau rektum. Usus besar, atau usus besar, adalah struktur melengkung yang melanjutkan pencernaan makanan dari usus kecil, membawanya ke rektum untuk dibuang.

Baca juga : Epilepsi: Gejala dan Pengobatannya

Meskipun tidak ada penyebab spesifik dari kanker usus besar, faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Faktor-faktor ini termasuk genetika, diet dan kesehatan. Individu dengan riwayat keluarga kanker usus besar, terutama jika lebih dari satu kerabat memiliki penyakit ini, berada pada peningkatan risiko. Juga, dua sindrom genetik, yang dikenal sebagai poliposis adenomatosa familial dan sindrom Lynch, telah dikaitkan dengan kanker usus besar.

Diet kaya lemak dan daging merah dapat meningkatkan risiko penyakit. Selain itu, penggunaan alkohol berat serta merokok dapat berkontribusi pada diagnosis kanker usus besar. Faktor kesehatan seperti obesitas, diabetes dan kurang olahraga dikaitkan dengan peningkatan risiko. Selain itu, penyakit inflamasi seperti jenis kanker lain atau kondisi seperti kolitis ulserativa dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker usus besar.

Faktor risiko ini, bagaimanapun, tidak menjamin diagnosis kanker usus besar. Seperti banyak kanker, kanker usus besar berkembang dari interaksi kompleks dari banyak faktor, dan tidak ada dua individu yang sama.

Gejala

Gejala yang mungkin menunjukkan adanya sel kanker di usus besar atau rektum termasuk darah saat buang air besar, penurunan berat badan, sakit perut, dan sembelit atau diare. Seringkali, individu tidak akan mengalami gejala kanker usus besar sampai menjadi stadium lanjut. Untuk alasan ini, Satuan Tugas Layanan Pencegahan A.S. merekomendasikan agar semua individu berusia 50 hingga 75 tahun menjalani pemeriksaan rutin.

Tes skrining kanker usus besar mungkin termasuk tes tinja di rumah, yang disebut tes darah gaib tinja sensitivitas tinggi (FOBT); sigmoidoskopi fleksibel (Flex Sig); dan kolonoskopi. Pemeriksaan Flex Sig dan kolonoskopi dilakukan oleh dokter. Mereka melibatkan penyisipan tabung tipis ke dalam rektum dan/atau usus besar untuk memeriksa jaringan kanker.

Pemeriksaan skrining sangat efektif sehingga melakukan tes ini dapat mencegah enam puluh persen kematian akibat kanker usus besar, menurut perkiraan CDC.

Perawatan

Jika diagnosis kanker usus besar dibuat, pengobatan ditentukan oleh stadium penyakit. Dengan kata lain, tahap awal di mana kanker kecil dan terlokalisir mungkin memerlukan lebih sedikit intervensi.

Biasanya, pembedahan dapat mengangkat tumor kecil secara efektif dan kemoterapi diresepkan untuk membunuh sel-sel yang tersisa. Obat kemoterapi yang biasa digunakan untuk kanker usus besar antara lain irinotecan, oxaliplatin, capacitabine dan 5-fluorouracil.

Kanker yang lebih lanjut di mana penyakit telah bermetastasis, atau menyebar, ke seluruh area usus besar yang lebih besar atau ke bagian tubuh lainnya mungkin memerlukan pengangkatan seluruh bagian usus besar. Seringkali, usus besar yang tersisa dapat dihubungkan kembali ke rektum, tetapi jika kanker juga menginfeksi rektum, kolostomi mungkin diperlukan. Dalam prosedur ini, ahli bedah membuat lubang di perut dan menempelkan ‘tas’ kolostomi. Sampah terkumpul di dalam kantong alih-alih melewati rektum. Kemoterapi dan radiasi kemudian diresepkan untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa, dan mengendalikan sebanyak mungkin penyebaran penyakit.

Pengobatan Alternatif

Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa pengobatan alternatif dapat mengobati atau menyembuhkan kanker usus besar, terapi tertentu dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Kegiatan seperti seni, tari dan musik dapat mengalihkan fokus dari penyakit dan proses pengobatan, dan membantu mengurangi stres. Selain itu, olahraga dan meditasi dapat meningkatkan mood dan nafsu makan.

Kelompok pendukung juga merupakan sumber yang bermanfaat untuk mengatasi kanker usus besar. Informasi tentang kelompok lokal dapat ditemukan melalui organisasi termasuk Colon Cancer Alliance, Cancer Care dan American Cancer Society.

Epilepsi: Gejala dan Pengobatannya

Epilepsi: Gejala dan Pengobatannya – Epilepsi adalah gangguan neurologis kronis yang ditandai dengan kejang berulang yang dapat berkisar dari kehilangan perhatian singkat atau sentakan otot hingga kejang yang parah dan berkepanjangan.

Epilepsi: Gejala dan Pengobatannya

ontopofcancer – Sekitar 50 juta orang di seluruh dunia menderita epilepsi dan hampir 90 persen dari mereka tinggal di daerah berkembang, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Melansir cakehealth, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperkirakan bahwa 2 juta orang di Amerika Serikat menderita epilepsi dan hampir 140.000 orang Amerika mengembangkan gangguan tersebut setiap tahun.

Baca juga : Bulimia Nervosa: Gejala dan Pengobatannya

Gejala & Penyebab

Jenis kejang yang paling umum, yang disebut epilepsi idiopatik, tidak terkait dengan penyakit neurologis lainnya, tidak diketahui penyebabnya dan tidak dapat dicegah, menurut WHO. Ini mempengaruhi sekitar enam dari 10 orang dengan gangguan tersebut. Namun, epilepsi juga dapat timbul dari komplikasi prenatal, cedera otak traumatis, stroke, tumor dan penyakit serebrovaskular, menurut CDC. Ini dikenal sebagai epilepsi sekunder. Dalam kedua kasus, gejala epilepsi terjadi karena sinyal normal antara sel saraf dan otak telah terganggu, mungkin karena kelainan pada kabel otak atau ketidakseimbangan bahan kimia sinyal saraf yang disebut neurotransmiter, atau kombinasi keduanya.

Meskipun gejala utama epilepsi adalah kejang, kejang tidak selalu berarti bahwa seseorang menderita epilepsi. Epilepsi didefinisikan oleh dua atau lebih kejang tanpa alasan, menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke. Gejala sementara yang spontan seperti kebingungan, sentakan otot, tatapan mata, kehilangan kesadaran dan gangguan mood dan fungsi mental dapat terjadi selama kejang. Secara keseluruhan, kejang dapat diklasifikasikan lebih lanjut ke subtipe yang berbeda, tergantung di mana di otak gangguan pertama kali dimulai, seberapa jauh penyebarannya dan tingkat keparahan gejala, menurut Mayo Clinic.

Diagnosis & Tes

Karena orang dengan epilepsi sering menunjukkan pola gelombang otak yang tidak normal bahkan ketika mereka tidak mengalami kejang, pemantauan EEG dalam waktu 24 jam setelah kejang pertama dapat membantu mendeteksi aktivitas otak yang abnormal, menurut NINDS. Pemantauan EEG, bersama dengan pengawasan video selama periode terjaga dan tidur, juga dapat membantu menyingkirkan gangguan lain seperti narkolepsi, yang mungkin memiliki gejala serupa dengan epilepsi. Pemindaian otak seperti PET, MRI, SPECT dan CT scan juga berguna untuk mengamati struktur otak dan memetakan area yang rusak atau kelainan, seperti tumor dan kista, yang dapat menjadi penyebab kejang, menurut Mayo Clinic .

Perawatan & Pengobatan

Obat antikonvulsan adalah pengobatan yang paling sering diresepkan untuk epilepsi. Ada lebih dari 20 obat epilepsi yang tersedia di pasaran saat ini, termasuk carbamazepine (juga dikenal sebagai Carbatrol, Equetro, Tegretol), gabapentin (Neurontin), lamotrigin (Lamictal), oxcarbazepine (Trileptal), oxcarbazepine (Trileptal), pregabalin (Lyrica). ), tiagabine (Gabitril), topiramate (Topamax), valproate (Depakote, Depakene) dan banyak lagi, menurut NINDS.

Sebagian besar efek samping antikonvulsan relatif kecil, termasuk kelelahan, pusing, atau penambahan berat badan. Tapi mulai tahun 2008, Food and Drug Administration (FDA) mengamanatkan semua obat epilepsi untuk memberi label peringatan peningkatan risiko pikiran dan perilaku bunuh diri. Sebuah studi 2010 mengikuti 297.620 pasien baru yang diobati dengan antikonvulsan menunjukkan bahwa obat-obatan tertentu, termasuk gabapentin, lamotrigin, oxcarbazepine, dan tiagabine, dapat dikaitkan dengan risiko lebih tinggi dari tindakan bunuh diri atau kematian akibat kekerasan.

Pembedahan mungkin menjadi pilihan pengobatan yang layak jika pasien mengalami kategori epilepsi tertentu, seperti kejang fokal, di mana kejang dimulai dari titik kecil yang terdefinisi dengan baik di otak sebelum menyebar ke bagian otak lainnya, menurut Mayo Clinic . Dalam kasus ini, pembedahan dapat membantu meringankan gejala dengan menghilangkan bagian otak yang menyebabkan kejang. Namun, ahli bedah biasanya menghindari operasi di area otak yang diperlukan untuk fungsi vital seperti bicara, bahasa atau pendengaran, menurut NINDS.

Sebuah panel penasihat FDA baru-baru ini merekomendasikan persetujuan terapi Stimulasi Otak Dalam untuk pasien yang tidak dapat mengontrol frekuensi kejang mereka melalui pengobatan. Saat ini disetujui untuk mengelola Penyakit Parkinson, perawatan ini menggunakan neurostimulator yang dioperasikan dengan baterai yang ditanamkan melalui pembedahan – mirip dengan alat pacu jantung – untuk mengirimkan stimulasi listrik ke area yang ditargetkan di otak. Perangkat ini belum secara resmi disetujui oleh FDA untuk mengelola epilepsi.

Mengatasi & Manajemen

Pasien epilepsi mungkin perlu menyesuaikan elemen tertentu dari gaya hidup mereka, seperti kegiatan rekreasi, pendidikan, pekerjaan, transportasi, untuk mengakomodasi sifat kejang mereka yang tidak dapat diprediksi, menurut Mayo Clinic. Meskipun demikian, banyak pasien epilepsi masih dapat menjalani kehidupan yang sehat dan aktif secara sosial, terutama dengan mendidik diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka tentang fakta, kesalahpahaman, dan stigma seputar penyakit tersebut.

Baca juga : Asma Berat: Pengertian, Gejala dan Pengobatannya

Ketika seseorang mengalami kejang dengan kejang, penting untuk menggulingkan orang tersebut dengan lembut ke sisinya untuk mencegah tersedak dan melindungi kepala orang tersebut untuk mencegah trauma kepala. Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut orang tersebut karena dapat menyebabkan tersedak dan jangan membatasi orang tersebut untuk bergerak kecuali ada benda tajam yang berbahaya di sekitarnya, saran NINDS. Bantu melonggarkan kerah atau dasi yang ketat jika perlu. Penting juga untuk mencatat durasi dan gejala kejang sehingga pasien dapat memberikan rincian tersebut kepada dokter pada pertemuan berikutnya.

Bulimia Nervosa: Gejala dan Pengobatannya

Bulimia Nervosa: Gejala dan Pengobatannya – Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang mempengaruhi wanita tiga kali lebih banyak daripada pria – bisa mematikan. Individu dengan gangguan “binge and purge”, yang berarti mereka menelan makanan dalam jumlah besar dan kemudian melakukan tindakan drastis untuk menghilangkan kalori ekstra.

Bulimia Nervosa: Gejala dan Pengobatannya

ontopofcancer – Meskipun bulimia biasanya dimulai pada masa remaja hingga usia 20-an, gangguan ini dapat ditemukan pada semua kelompok umur.

Tanda & Gejala

Melansir cakehealth, Banyak faktor yang dapat menyebabkan perkembangan bulimia. Salah satu yang sering dibicarakan adalah obsesi budaya Barat untuk kurus. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan bulan ini di American Journal of Public Health Research, para ilmuwan menemukan bahwa lebih dari 80 persen situs web penurunan berat badan yang diperiksa “memberikan saran terbuka tentang bagaimana terlibat dalam perilaku makan yang tidak teratur.”

Baca juga : Sariawan: Penyebab & Perawatan

Media yang digunakan sebagai “inspirasi” dapat mempengaruhi anak muda yang mudah terpengaruh, orang dewasa dengan harga diri rendah dan minoritas yang peduli untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Genetika juga mungkin berperan dalam gangguan tersebut. Risiko bulimia meningkat jika ibu atau saudara perempuan seseorang menderita bulimia, menurut Mayo Clinic. Masalah psikologis yang ada, seperti harga diri rendah, dan perilaku, seperti diet ketat, juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan gangguan tersebut.

Tidak seperti individu yang menderita anoreksia, seseorang dengan bulimia mungkin tampak memiliki berat badan normal. Penderita bulimia akan sering makan berlebihan dan membersihkan diri secara pribadi, dan pembersihan bahkan dapat terjadi setelah makan ukuran normal. Namun, ada tanda dan gejala yang dapat diwaspadai oleh teman dan keluarga — dan itu dapat membantu penderita bulimia mengenali masalah yang ada.

Perilaku yang harus diperhatikan adalah depresi, kecemasan dan sering pergi ke kamar kecil setelah makan. Tidak semua penderita bulimia membersihkan diri dengan muntah atau menyalahgunakan obat pencahar; beberapa puasa atau olahraga untuk periode waktu yang berlebihan untuk menghilangkan kalori yang tertelan.

Tanda-tanda fisik bulimia termasuk gigi dan gusi yang rusak, sariawan, siklus menstruasi yang tidak teratur, buang air besar yang tidak normal dan detak jantung yang tidak normal.

Diagnosis & Tes

Diagnosis bulimia dibuat setelah pemeriksaan fisik, tes darah dan urin dan evaluasi psikologis selesai. Dokter juga dapat memutuskan untuk memeriksa jantung, paru-paru dan tulang.

Karena bulimia diklasifikasikan sebagai gangguan mental, dokter menggunakan kriteria yang diuraikan dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, yang dikenal sebagai DSM, untuk menentukan diagnosis. DSM menyatakan bahwa seseorang yang bulimia terlibat dalam binging berulang, dengan kurangnya kontrol, dan pembersihan setidaknya dua kali setiap minggu dalam periode tiga bulan. Selain itu, DSM mencatat bahwa harga diri individu secara tidak normal dipengaruhi oleh perasaan tentang bentuk tubuh dan berat badan.

Perawatan & Pengobatan

Sama seperti anoreksia, bulimia adalah gangguan yang sulit untuk diobati karena sebagian dari masalahnya adalah citra diri yang terdistorsi. Bahkan individu yang sembuh dari bulimia mungkin mengalami periode kekambuhan sepanjang hidup mereka.

Biasanya, pengobatan melibatkan kombinasi terapi, pengobatan, pendidikan gizi dan kelompok pendukung.

Terapi, atau konseling, dapat terdiri dari terapi perilaku kognitif atau terapi keluarga. Terapi perilaku kognitif bertujuan untuk mengajarkan individu bagaimana mengenali perilaku dan pikiran yang berbahaya. Terapi keluarga dapat digunakan untuk penderita bulimia yang lebih muda, atau mereka yang tidak menanggapi terapi kognitif. Terapi keluarga bergantung pada dukungan saudara kandung dan orang tua untuk mendorong penderita bulimia untuk terlibat dalam perilaku makan yang sehat.

Antidepresan dapat diresepkan untuk mengobati depresi dan kecemasan yang terkait dengan bulimia.

Seorang ahli gizi dapat membantu mengembangkan pola makan yang sehat dan memberikan nasihat tentang kebiasaan makan yang normal. Untuk penderita bulimia yang kelebihan atau kekurangan berat badan, ahli gizi dapat membantu dalam membuat program untuk mengembalikan individu ke kisaran berat badan normal.

Beberapa individu mungkin memerlukan rawat inap, terutama jika ada komplikasi kesehatan dari gangguan tersebut. Ada banyak pilihan termasuk rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit atau klinik.

Selain hal di atas, yoga juga dapat membantu sebagai cara untuk mengurangi pemicu binging dan purging, seperti stres. Namun, tidak banyak penelitian tentang efek dari jenis latihan ini.

Baca juga : Penyakit & Kondisi : Anemia Aplastik

Tips untuk Orang Tua dan Teman Peduli

Orang tua dan teman yang memperhatikan perilaku seperti olahraga berlebihan, penggunaan obat pencahar dan produk penurun berat badan yang berlebihan, kebiasaan makan yang tidak biasa, dan keluhan tentang bentuk tubuh harus mencoba berbicara dengan orang yang mereka kasihi tentang kekhawatiran mereka.

Alih-alih memberi tahu individu bahwa mereka membutuhkan bantuan – dan mungkin menempatkan mereka pada posisi defensif – orang tua dan teman mungkin menawarkan untuk membantu menemukan dokter atau konselor. Orang tua dapat berbicara dengan remaja tentang bahaya binging dan purging, dan dapat bertanya bagaimana membantu mengurangi pemicu perilaku ekstrem ini.

Sariawan: Penyebab & Perawatan

Sariawan: Penyebab & Perawatan – Sariawan, atau borok aphthous, adalah luka kecil di bagian dalam mulut. Mereka dapat terjadi pada pria dan wanita dari segala usia, tetapi mereka lebih sering terjadi pada wanita dan orang-orang antara usia 10 dan 40, menurut National Institutes of Health. Mereka biasanya sangat menyakitkan, tetapi jinak dan tidak menular.

Sariawan: Penyebab & Perawatan

Jenis

ontopofcancer – Ada tiga jenis sariawan: minor, mayor dan herpetiform. Sariawan ringan adalah yang paling umum dan berdiameter inci (12 mm) dan berbentuk oval, menurut Mayo Clinic. Rasa sakit biasanya hilang dalam beberapa hari dan luka benar-benar hilang tanpa jaringan parut dalam satu sampai dua minggu, tanpa perlu obat.

Melansir cakehealth.com, Sariawan besar berdiameter lebih dari inci (12 mm) dan memiliki tepi yang tidak beraturan, menurut Mayo Clinic. Mereka bisa memakan waktu hingga enam minggu untuk sembuh dan dapat meninggalkan bekas luka.

Baca juga : AIDS & HIV: Pengobatan & Pencegahan

Sariawan herpetiform biasanya terbentuk pada orang tua dan muncul dalam kelompok 10 hingga 100, menurut Mayo Clinic. Lukanya tidak lebih besar dari diameter 1/8 inci (3 mm), memiliki tepi yang tidak teratur dan sembuh dalam satu hingga dua minggu.

Seiring dengan ketiga jenis sariawan, tidak jarang mengalami demam, pembengkakan kelenjar getah bening atau kelesuan sebagai gejala tambahan, menurut Mayo Clinic.

Sariawan biasanya disalahartikan sebagai sariawan, tetapi kedua kondisi tersebut sangat berbeda. Sariawan selalu terjadi di dalam mulut, sedangkan sariawan umumnya di daerah bibir, dagu atau lubang hidung, menurut Nemours Center for Children’s Health Media, sebuah organisasi kesehatan nirlaba. Juga, luka dingin menular dan disebabkan oleh virus herpes simpleks.

Penyebab

Tidak ada penyebab tunggal sariawan, menurut National Institutes of Health. Banyak yang disebabkan dari luka ringan di bagian dalam mulut, baik karena tidak sengaja menggigit lidah atau pipi, makan makanan yang terlalu pedas atau asam, atau bahkan menyikat gigi terlalu keras, menurut Mayo Clinic. Ada juga bukti bahwa sariawan diturunkan dalam keluarga.

Luka juga terkait dengan stres – lebih sering terjadi pada saat-saat kecemasan tinggi – serta siklus menstruasi wanita, itulah sebabnya mengapa mereka cenderung lebih sering terjadi pada wanita, menurut Nemours Center for Children’s Health Media nirlaba.

Pasta gigi dan obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulfate juga merupakan penyebab potensial sariawan, seperti halnya kepekaan terhadap makanan dan alergi, menurut Mayo Clinic. Bakteri Heliobacter pylori, yang menyebabkan tukak lambung di perut, memiliki gangguan usus Penyakit seliaka, penyakit radang usus atau penyakit radang gangguan Behcet juga merupakan penyebab potensial sariawan.

Perawatan & Pengobatan

Sebagian besar sariawan sembuh dengan sendirinya, tetapi ada beberapa obat bebas yang mengandung bahan-bahan seperti karbamid peroksida, mentol, kayu putih, dan benzokain yang dapat membantu menghilangkan rasa sakit, menurut Nemours. Mereka “mungkin menyengat pada awalnya, tetapi mereka dapat mematikan rasa sakit dan mengurangi berapa lama,” kata Nemours.

Obat kumur yang mengandung dexamesathone juga dapat diresepkan untuk sariawan yang serius, menurut Mayo Clinic, serta pasta topikal yang mengandung benzokain (dikenal sebagai Orabase), amlexanox (dikenal sebagai Aphthasol) dan fluocinonide (dikenal sebagai Lidex dan Vanos). Debacterol adalah pengobatan topikal lain yang secara kimiawi membakar luka dan mengurangi waktu penyembuhan, kata Mayo Clinic.

Ada sejumlah pengobatan rumahan umum yang berhasil juga. Berkumur dengan air garam membantu menghilangkan rasa sakit, menurut National Institutes of Health.

Mengoleskan luka dengan campuran setengah air, setengah hidrogen peroksida, diikuti dengan mengoleskan Susu Magnesia beberapa kali sehari dapat menenangkan dan membantu mempercepat proses penyembuhan. Berkumur dan kemudian meludahkan campuran Benadryl setengah cair dan setengah Milk of Magnesia juga dapat membantu, menurut National Institutes of Health.

Karena sariawan juga terkait dengan diet rendah asam folat, seng, vitamin B12 atau zat besi, dokter mungkin juga meresepkan suplemen nutrisi, kata Mayo Clinic.

Baca juga : Penyakit Lou Gehrig : Amyotrophic lateral sclerosis (ALS)

Pencegahan

Tidak mungkin untuk sepenuhnya mencegah sariawan, tetapi mungkin untuk meminimalkan prevalensinya dengan tidak makan makanan yang digoreng, renyah, asam atau pedas yang dapat mengiritasi mulut, menurut Mayo Clinic. Juga, kebersihan mulut yang sehat dan menghindari berbicara saat makan adalah cara untuk mencegah terjadinya sakit.

AIDS & HIV: Pengobatan & Pencegahan

AIDS & HIV: Pengobatan & Pencegahan – Sementara 1,1 juta orang Amerika saat ini hidup dengan HIV/AIDS, virus yang tidak dapat disembuhkan ini bukan lagi hukuman mati yang cepat dan telah menjadi kondisi kronis yang dapat ditangani.

AIDS & HIV: Pengobatan & Pencegahan

ontopofcancer – Pertama kali dilaporkan di Amerika Serikat pada tahun 1981, Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) menghancurkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit yang mengancam jiwa lainnya, menurut National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID). Virus penyebab AIDS disebut HIV, atau Human Immunodeficiency Virus.

Gejala & Komplikasi

Melansir cakehealth, Ketika seseorang pertama kali terpapar HIV, mereka mungkin tidak menunjukkan gejala selama beberapa bulan atau lebih. Biasanya, bagaimanapun, mereka mengalami penyakit seperti flu yang meliputi demam, menggigil, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot dan pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher dan selangkangan.

Baca juga : Bagaimana Pengobatan Kanker Kronis?

Penyakit awal ini sering diikuti oleh fase “latensi” di mana virus kurang aktif dan tidak ada gejala, menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS. Masa laten ini bisa berlangsung hingga satu dekade atau lebih.

Saat HIV berkembang menjadi AIDS, ia sangat merusak sistem kekebalan tubuh, menyebabkan berbagai gejala seperti:

  • Penurunan berat badan yang cepat atau “wasting”
  • Kelelahan ekstrim
  • Demam berulang dan keringat malam
  • Pembengkakan kelenjar berkepanjangan
  • Diare berkepanjangan
  • Luka di mulut, alat kelamin atau anus
  • Radang paru-paru
  • Bercak kulit
  • Depresi, kehilangan memori dan efek neurologis lainnya

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC), HIV yang tidak diobati juga terkait dengan kondisi serius seperti kanker, penyakit hati, penyakit kardiovaskular, dan penyakit ginjal.

Diagnosis & Tes

Karena HIV/AIDS dapat memicu begitu banyak penyakit lain, pada awalnya mungkin sulit untuk menentukan sumbernya. Biasanya, bagaimanapun, penyakit ini muncul dalam kelompok dalam waktu singkat, memberi petunjuk kepada pasien dan dokter tentang keberadaan virus.

Menurut NIAID, dua jenis tes darah dapat mengkonfirmasi infeksi HIV/AIDS:

  • ELISA, atau uji imunosorben terkait-enzim, yang mendeteksi protein pelawan penyakit yang disebut antibodi yang spesifik untuk HIV; dan
  • Western blot, yang mendeteksi antibodi yang mengikat protein HIV spesifik

Setelah seseorang terinfeksi pertama kali, mungkin diperlukan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan bagi sistem kekebalan untuk memproduksi cukup antibodi yang dapat dideteksi dalam tes darah HIV. Ironisnya, viral load orang yang terinfeksi mungkin sangat tinggi selama waktu ini, membuat infeksi menjadi sangat menular.

Karena itu, CDC merekomendasikan tes HIV rutin untuk semua remaja, orang dewasa dan wanita hamil, dan menyarankan bahwa setiap orang berusia antara 13 dan 64 tahun harus diuji setidaknya sekali.

Tes HIV/AIDS konvensional dikirim ke laboratorium untuk dianalisis dan mungkin membutuhkan waktu seminggu atau lebih untuk hasilnya. Tes HIV cepat juga tersedia yang memberikan hasil dalam waktu sekitar 20 menit, tetapi hasil positif dari kedua jenis tes dikonfirmasi dengan tes kedua.

Perawatan & Pengobatan

Sementara AIDS tetap tidak dapat disembuhkan, pasien hidup lebih lama – bahkan puluhan tahun setelah infeksi – karena pengembangan banyak obat yang efektif untuk menekan virus. Jenis yang paling efektif dikenal sebagai obat antiretroviral, yang sering digunakan dalam kombinasi untuk mencegah pasien menjadi resisten terhadap salah satu obat.

Menurut National Institutes of Health, obat antiretroviral yang paling umum jatuh ke dalam tiga kategori:

Inhibitor transkriptase terbalik, yang mencegah virus bereproduksi
Inhibitor protease, yang mengganggu protein HIV yang menghasilkan partikel infeksius
Penghambat fusi, yang mencegah virus memasuki sel sehat

Dokter memverifikasi apakah obat bekerja melalui tes darah, yang mengukur tingkat berbagai sel darah yang melawan infeksi serta tingkat HIV dalam darah. Bahkan ketika virusnya tidak terdeteksi, AIDS tidak dapat disembuhkan dan masih dapat menular ke orang lain.

Pengobatan HIV/AIDS lainnya berfokus pada gaya hidup sehat dengan nutrisi yang optimal, tidur dan olahraga. Kunjungan dokter rutin juga dijadwalkan, dengan frekuensi tergantung pada tingkat virus dalam darah dan gejala apa yang ada, menurut American Academy of Family Physicians.

Pencegahan

Lebih dari 56.000 orang Amerika terinfeksi HIV setiap tahun, menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS. Sementara beberapa pasien AIDS telah terinfeksi melalui transfusi darah selama prosedur medis, pencegahan infeksi biasanya bergantung pada menghindari kebiasaan atau perilaku berisiko yang mengarah pada paparan virus, yang dapat ditularkan melalui darah, cairan tubuh seperti air mani dan jarum suntik yang terinfeksi.

Baca juga : Polio (Poliomielitis): Gejala, Penyebab & Vaksin

Tindakan pencegahan meliputi:

Mengetahui status HIV Anda dan pasangan Anda
Menggunakan kondom lateks dengan benar selama setiap hubungan seksual, baik gay maupun heteroseksual
Membatasi jumlah pasangan seksual
Menghindari penggunaan narkoba suntik
Mencari perawatan medis segera setelah dugaan pajanan HIV, karena obat terkadang dapat mencegah infeksi jika dimulai sejak dini

Sama pentingnya untuk mengetahui cara HIV tidak dapat menyebar, seperti dengan:

Air liur, air mata atau keringat
Air atau udara
Kontak biasa seperti ciuman mulut tertutup atau berjabat tangan
Serangga, termasuk nyamuk

Bagaimana Pengobatan Kanker Kronis?

Bagaimana Pengobatan Kanker Kronis? – Kanker dapat diawasi dan diobati dengan cermat, tetapi terkadang tidak pernah benar-benar hilang. Ini bisa menjadi penyakit kronis (berkelanjutan), seperti diabetes atau penyakit jantung. Ini sering terjadi pada jenis kanker tertentu, seperti kanker ovarium, leukemia kronis, dan beberapa limfoma. Terkadang kanker yang telah menyebar atau muncul kembali di bagian lain dari tubuh, seperti kanker payudara atau kanker prostat, juga menjadi kanker kronis.

Bagaimana Pengobatan Kanker Kronis?

ontopofcancer – Kanker dapat dikendalikan dengan pengobatan, yang berarti mungkin tampak hilang atau tetap sama. Kanker mungkin tidak tumbuh atau menyebar selama Anda mendapatkan perawatan. Terkadang ketika pengobatan mengecilkan kanker, Anda bisa beristirahat sampai kanker mulai tumbuh lagi.

Baca juga : Cara Pengobatan Penyakit Chancroid

Bagaimana kanker kronis dijelaskan?

Melansir cancer, Seorang dokter dapat menggunakan istilah terkontrol jika tes atau scan menunjukkan bahwa kanker tidak berubah dari waktu ke waktu. Cara lain untuk mendefinisikan kontrol akan menyebut penyakit stabil. Kanker seperti ini diawasi dengan ketat untuk memastikan bahwa mereka tidak mulai tumbuh.
Siklus kekambuhan dan remisi

Sebagian besar kanker kronis tidak dapat disembuhkan, tetapi beberapa dapat dikendalikan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Faktanya, selalu ada kemungkinan kanker akan sembuh. Ada berbagai jenis remisi.

Ketika pengobatan benar-benar menghilangkan semua tumor yang dapat diukur atau dilihat pada tes, itu disebut respons lengkap atau remisi lengkap.

Respon parsial atau remisi parsial berarti kanker sebagian merespons pengobatan, tetapi masih tidak hilang. Respon parsial paling sering didefinisikan sebagai setidaknya 50% pengurangan tumor terukur. Di sini, ketika kita merujuk pada remisi, itu biasanya berarti remisi parsial.

Untuk memenuhi syarat sebagai salah satu jenis remisi, tidak adanya tumor atau pengurangan ukuran tumor harus berlangsung setidaknya selama satu bulan. Tidak ada cara untuk mengetahui berapa lama remisi akan berlangsung, jadi remisi tidak berarti kanker pasti telah sembuh.

Beberapa kanker (misalnya, ovarium), memiliki kecenderungan alami untuk kambuh dan remisi. Seringkali, siklus pertumbuhan, penyusutan, dan penstabilan yang berulang ini dapat berarti kelangsungan hidup selama bertahun-tahun di mana kanker dapat dikelola sebagai penyakit kronis. Perawatan dapat digunakan untuk mengendalikan kanker, membantu meringankan gejala, dan membantu Anda hidup lebih lama.

Kemajuan

Kanker yang tidak berubah dapat disebut penyakit stabil. Ketika kanker tumbuh, menyebar, atau memburuk itu disebut perkembangan kanker. Ketika kanker keluar dari remisi dikatakan telah berkembang. Dalam kasus kanker kronis, kekambuhan dan perkembangan dapat memiliki arti yang hampir sama.

Perkembangan mungkin merupakan tanda bahwa Anda perlu memulai perawatan lagi untuk mengembalikan kanker menjadi remisi. Jika kanker berkembang selama atau segera setelah pengobatan, mungkin diperlukan pengobatan yang berbeda.

Perkembangan dan kekambuhan terjadi ketika pengobatan tidak membunuh semua sel kanker. Bahkan jika sebagian besar sel kanker terbunuh, beberapa tidak terpengaruh atau mampu berubah cukup untuk bertahan dalam pengobatan. Sel-sel kanker ini kemudian dapat tumbuh dan membelah cukup untuk muncul pada tes lagi.
Bagaimana pengobatan kanker kronis?

Kebanyakan orang ingin melakukan segala cara untuk mengobati kanker, apakah itu pengobatan pertama atau kedua atau ketiga. Dokter Anda akan berbicara dengan Anda tentang pilihan pengobatan Anda. Anda juga dapat memutuskan untuk mendapatkan pendapat kedua atau dirawat di pusat kanker komprehensif yang memiliki lebih banyak pengalaman dengan jenis kanker Anda. Mungkin ada uji klinis yang tersedia juga.

Beberapa orang mendapatkan beberapa jenis perawatan yang sama seperti yang mereka lakukan pertama kali (misalnya, operasi atau kemo), tetapi beberapa perawatan mungkin kurang membantu seiring perkembangan kanker. Keputusan pengobatan didasarkan pada jenis penyakit, lokasi kanker, jumlah kanker, tingkat penyebaran, kesehatan Anda secara keseluruhan, dan keinginan pribadi Anda.

Kemoterapi

Dalam jangka panjang, kanker biasanya diobati dengan kemoterapi (kemo) dengan 1 dari 2 cara.

Kemo diberikan secara teratur untuk menjaga agar kanker tetap terkendali. Ini juga disebut kemo pemeliharaan. Ini dapat membantu mengekang penyebaran dan memperpanjang kelangsungan hidup.
Sebagai pilihan lain, kemo hanya dapat diberikan ketika kanker menjadi aktif kembali. Kanker diawasi secara ketat dengan hal-hal seperti tes pencitraan dan tes darah; kemo dimulai ketika keadaan berubah.

Hal lain yang perlu dipikirkan adalah bahwa sel kanker dapat menjadi resisten terhadap kemoterapi. Tumor yang terus datang kembali sering tidak merespon pengobatan seperti tumor pertama. Misalnya, jika kanker kembali dalam waktu satu atau 2 tahun setelah menjalani kemo, kanker mungkin resisten terhadap jenis kemo ini dan obat lain mungkin merupakan pilihan yang lebih baik. Kadang-kadang dokter akan berkata, “Anda sudah minum obat ini, jadi kita perlu mencoba yang lain.” Ini bisa berarti mereka mengira Anda mendapatkan semua bantuan yang Anda bisa dari jenis obat tertentu dan obat lain mungkin akan lebih baik membunuh sel kanker karena cara kerjanya berbeda.

Terkadang dokter Anda tidak mau menggunakan obat tertentu karena risiko efek samping tertentu, atau karena Anda pernah mengonsumsi obat tersebut sebelumnya. Misalnya, beberapa obat kemo dapat menyebabkan masalah jantung atau kerusakan saraf di tangan dan kaki Anda. Terus memberikan obat yang sama akan berisiko memperburuk masalah atau bahkan menyebabkan kerusakan permanen.
Membuat pilihan pengobatan

Tanyakan kepada dokter Anda mengapa pengobatan tertentu direkomendasikan saat ini. Apakah Anda memiliki 2 atau 3 pilihan perawatan? Cari tahu apa yang dapat Anda harapkan terjadi dengan setiap perawatan. Diskusikan pilihan ini dengan tim perawatan kanker Anda, dengan anggota kelompok pendukung Anda, dan terutama dengan anggota keluarga Anda. Kemudian Anda dapat membuat keputusan terbaik untuk Anda.

Berapa lama pengobatan dapat berlangsung?

Ini adalah pertanyaan yang sangat bagus untuk ditanyakan, tetapi sangat sulit untuk dijawab. Tidak ada cara untuk memberikan batas waktu yang tepat. Jawabannya tergantung sepenuhnya pada situasi Anda dan banyak faktor, seperti:

  • Jenis kanker yang Anda derita
  • Jadwal atau rencana perawatan
  • Lamanya waktu antara kekambuhan kanker
  • Agresivitas jenis sel kanker
  • Usia kamu
  • Kesehatan Anda secara keseluruhan
  • Seberapa baik Anda mentolerir pengobatan?
  • Seberapa baik kanker merespons pengobatan?
  • Jenis perawatan yang Anda dapatkan

Karena tidak ada jaminan yang dapat Anda pegang, sulit untuk mengatasi kanker kronis. Bicaralah dengan dokter Anda dan seluruh tim perawatan kanker Anda tentang pertanyaan atau masalah yang Anda miliki. Mereka paling tahu situasi Anda dan mungkin bisa memberi Anda gambaran tentang apa yang diharapkan.

Bagaimana saya tahu jika saya harus terus berobat?

Berapa banyak pengobatan yang membantu?

Bagi sebagian orang, mendapatkan pengobatan kanker membantu mereka merasa lebih baik dan lebih kuat. Ini juga membantu mengendalikan kanker sehingga mereka bisa hidup lebih lama. Tetapi bagi orang lain, menjalani pengobatan bekerja sebaliknya – mereka mungkin mencapai titik di mana itu hanya membuat mereka merasa lebih buruk. Efek samping mungkin membuat Anda tidak menikmati hidup yang tersisa. Hanya Anda yang dapat memutuskan bagaimana Anda ingin menjalani hidup Anda. Tentu saja, Anda juga ingin tahu bagaimana perasaan keluarga Anda tentang hal itu. Perasaan mereka penting karena mereka hidup melalui kanker bersama Anda. Namun perlu diingat, keputusan akhir ada di tangan Anda.

Baca juga : Polio (Poliomyelitis): Gejala, Penyebab & Pencegahan

Apakah manfaatnya lebih besar daripada efek sampingnya?

Ketika seseorang telah menjalani banyak perawatan berbeda yang tidak membantu menghentikan kanker, itu mungkin berarti kanker menjadi kebal terhadap semua pengobatan. Saat ini Anda mungkin ingin mempertimbangkan kemungkinan manfaat terbatas dari pengobatan baru terhadap kemungkinan kerugian, termasuk stres mendapatkan pengobatan dan efek samping yang menyertainya. Setiap orang memiliki cara berbeda dalam memandang hal ini. Bicaralah dengan tim perawatan kanker Anda tentang apa yang dapat Anda harapkan dari pengobatan. Mereka dapat membantu Anda membuat keputusan terbaik untuk diri sendiri dan keluarga Anda.
Apa itu perawatan paliatif?

Perawatan paliatif berfokus pada menghilangkan gejala fisik dan emosional yang berkaitan dengan penyakit – tidak diharapkan untuk mengobati kanker atau penyakit lainnya. Tujuan dari perawatan paliatif adalah untuk membuat hidup Anda sebaik mungkin setiap saat- sebelum perawatan, selama perawatan atau setelah perawatan.

Ini berarti bahwa gejala seperti mual, nyeri, kelelahan, atau sesak napas diobati dan dikendalikan. Perawatan paliatif juga membantu mengatasi gejala emosional seperti stres dan depresi. Terkadang obat-obatan digunakan, tetapi jenis perawatan lain seperti terapi fisik dan konseling juga dapat digunakan.

Tim perawatan kanker Anda mungkin termasuk penyedia yang terlatih khusus dalam perawatan paliatif. Jika Anda memerlukan bantuan untuk menemukan pilihan perawatan paliatif yang baik, hubungi kami.

Perawatan Baru untuk Penyakit Arteri Koroner Tingkat Lanjut

Perawatan Baru untuk Penyakit Arteri Koroner Tingkat Lanjut – Penggunaan teknik baru yang disebut rasio aliran kuantitatif (QFR) untuk secara tepat mengidentifikasi dan mengukur tingkat keparahan penyumbatan arteri dapat menghasilkan hasil yang meningkat secara signifikan setelah intervensi koroner perkutan (PCI), menurut sebuah studi baru yang dilakukan bekerja sama dengan fakultas Mount Sinai.

Perawatan Baru untuk Penyakit Arteri Koroner Tingkat Lanjut

ontopofcancer – Penelitian ini, yang merupakan yang pertama untuk menganalisis QFR dan hasil klinis yang terkait, dapat menyebabkan adopsi QFR secara luas sebagai alternatif untuk angiografi atau kabel tekanan untuk mengukur keparahan penyumbatan, atau lesi, pada pasien dengan penyakit arteri koroner.

Baca juga : Cara Pengobatan Penyakit Chancroid

Melansir mountsinai, Hasil penelitian diumumkan pada hari Kamis, 4 November, sebagai uji klinis terbaru di Transcatheter Cardiovascular Therapeutics Conference (TCT 2021), dan secara bersamaan diterbitkan di The Lancet.

“Untuk pertama kalinya kami memiliki validasi klinis bahwa pemilihan lesi dengan metode ini meningkatkan hasil untuk pasien dengan penyakit arteri koroner yang menjalani perawatan stent,” kata penulis senior Gregg W. Stone, MD, Direktur Urusan Akademik untuk Sistem Kesehatan Mount Sinai dan Profesor Kedokteran (Kardiologi), dan Kesehatan dan Kebijakan Kependudukan, di Fakultas Kedokteran Icahn di Gunung Sinai.

“Dengan menghindari waktu, komplikasi, dan sumber daya ekstra yang diperlukan untuk mengukur keparahan lesi menggunakan kabel tekanan, teknik yang lebih sederhana ini akan sangat memperluas penggunaan fisiologi pada pasien yang menjalani prosedur kateterisasi jantung.”

Pasien dengan penyakit arteri koroner—penumpukan plak di dalam arteri yang menyebabkan nyeri dada, sesak napas, dan serangan jantung—sering kali menjalani PCI, prosedur non-bedah di mana ahli jantung intervensi menggunakan kateter untuk memasang stent di arteri koroner yang tersumbat. arteri untuk mengembalikan aliran darah.

Kebanyakan dokter bergantung pada angiografi (sinar-X dari arteri koroner) untuk menentukan arteri mana yang mengalami penyumbatan paling parah, dan menggunakan penilaian visual itu untuk memutuskan arteri mana yang harus dirawat. Metode ini tidak sempurna: beberapa penyumbatan mungkin terlihat lebih atau kurang parah daripada yang sebenarnya dan dokter tidak dapat secara tepat mengetahui dari angiogram saja penyumbatan mana yang paling serius mempengaruhi aliran darah. Hasil dapat ditingkatkan jika lesi pada stent dipilih menggunakan kawat tekanan untuk mengidentifikasi mana yang menghalangi aliran darah. Tetapi prosedur pengukuran ini membutuhkan waktu, dapat menyebabkan komplikasi, dan memerlukan biaya tambahan.

Teknologi QFR menggunakan rekonstruksi arteri 3D dan pengukuran kecepatan aliran darah yang memberikan pengukuran yang tepat dari penurunan tekanan di seluruh penyumbatan, memungkinkan dokter untuk membuat keputusan yang lebih baik mengenai arteri apa yang akan dipasang selama PCI.

Untuk mempelajari bagaimana QFR berdampak pada hasil pasien, para peneliti melakukan uji coba multi-pusat, acak, buta terhadap 3.825 peserta di China yang menjalani PCI antara 25 Desember 2018, dan 19 Januari 2020. Pasien pernah mengalami serangan jantung 72 jam sebelumnya, atau memiliki setidaknya satu arteri koroner dengan satu atau lebih penyumbatan yang diukur oleh angiogram antara 50 dan 90 persen menyempit. Setengah dari pasien menjalani prosedur yang dipandu angiografi standar berdasarkan penilaian visual, sementara separuh lainnya menjalani strategi yang dipandu QFR.

Pada kelompok yang dipandu QFR, dokter memilih untuk tidak merawat 375 pembuluh darah yang awalnya ditujukan untuk PCI, dibandingkan dengan 100 pada kelompok yang dipandu angiografi. Dengan demikian, teknologi membantu menghilangkan lebih banyak stent yang tidak perlu. Pada kelompok QFR, dokter juga merawat 85 pembuluh darah yang awalnya tidak dimaksudkan untuk PCI dibandingkan dengan 28 pada kelompok yang dipandu angiografi. Teknologi dengan demikian mengidentifikasi lebih banyak lesi obstruktif yang seharusnya tidak diobati.

Akibatnya, pasien dalam kelompok QFR memiliki tingkat serangan jantung satu tahun yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok hanya angiografi (65 pasien vs. 109 pasien) dan kemungkinan yang lebih kecil untuk membutuhkan PCI tambahan (38 pasien vs. 59 pasien) dengan kelangsungan hidup yang serupa.

Baca juga :  Penyakit Hipoglikemia : Gejala, Penyebabnya, dan Lainnya

Pada tanda satu tahun, 5,8 persen pasien yang dirawat dengan prosedur PCI yang dipandu QFR telah meninggal, mengalami serangan jantung, atau membutuhkan revaskularisasi ulang (stenting), dibandingkan dengan 8,8 persen pasien yang menjalani prosedur PCI yang dipandu angiografi standar. , pengurangan 35 persen. Para peneliti menghubungkan peningkatan hasil yang signifikan ini dengan QFR yang memungkinkan dokter memilih pembuluh darah yang benar untuk PCI dan juga menghindari prosedur yang tidak perlu.

“Hasil dari uji coba acak buta skala besar ini bermakna secara klinis, dan serupa dengan apa yang diharapkan dengan panduan PCI berbasis kabel tekanan. Berdasarkan temuan ini, setelah persetujuan peraturan saya akan mengantisipasi QFR untuk diadopsi secara luas oleh ahli jantung intervensi untuk meningkatkan hasil bagi pasien mereka. kata Dr. Stone.

Cara Pengobatan Penyakit Chancroid

Cara Pengobatan Penyakit Chancroid – Chancroid merupakan infeksi menular seksual (Sexually Transmitted Disease/STD) yang tergolong jarang terjadi. Jika infeksi terjadi, biasanya berhubungan dengan wabah penyakit yang terjadi secara sporadik. Chancroid disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus ducreyi.

Cara Pengobatan Penyakit Chancroid

ontopofcancer – Penyakit ini ditandai dengan ulkus kelamin nekrotikans yang disertai dengan limfadenopati inguinalis. Penyakit ini adalah penyakit yang sangat menular tetapi dapat disembuhkan dengan pengobatan chancroid yang tepat.

Melansir lifepack, Haemophilus ducreyi merupakan bakteri gram negatif yang bersifat anaerob fakultatif. Bakteri ini sangat infeksius dan bersifat patogen (menimbulkan penyakit) hanya pada manusia, tanpa lingkungan atau hewan perantara. Bakteri ini memasuki kulit melalui jaringan mukosa kulit yang terganggu (tidak intak) dan menyebabkan reaksi peradangan lokal. Bakteri ini dapat menghasilkan toksin yang menyebabkan destruksi atau kerusakan jaringan.

Baca juga : Merawat Pasien Kanker Stadium Lanjut di Rumah

Haemophilus ducreyi ditularkan secara seksual melalui kontak langsung dengan lesi ulkus yang purulen. Bakteri ini membutuhkan masa inkubasi 1 hari hingga 2 minggu dengan waktu rata-rata 5-7 hari. Chancroid biasanya dimulai sebagai papul inflamasi kecil, kemudian dalam beberapa hari, papul akan terkikis dan membentuk ulkus yang dalam dan terasa sakit.

Ulkus chancroid memiliki dasar rapuh dengan eksudat berwarna kuning keabu-abuan yang mudah berdarah saat terkelupas. Ukuran ulkus ini dapat bervariasi, namun biasanya ulkus berukuran sekitar 1 hingga 2 cm. Tanpa pengobatan chancroid, ulkus bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah limfadenopati supuratif.

Pertimbangan Diagnosis

Chancroid paling sering terjadi pada orang dari kelompok usia 21 hingga 30 tahun yang aktif secara seksual. Bakteri penyebab chancroid sulit untuk dibiakkan. Diagnosis pasti chancroid memerlukan pemeriksaan untuk mengidentifikasi Haemophilus ducreyi pada media kultur khusus.

Penaksiran chancroid bisa ditegakkan bila ditemui ulkus kemaluan yang perih diiringi dengan adenopati inguinal supuratif. Penaksiran ini amat berarti buat memastikan metode penyembuhan chancroid yang efisien untuk penderita. Penaksiran pula bisa terbuat bila penuhi patokan dibawah ini:

  • Mempunyai satu ataupun lebih ulkus kemaluan yang nyeri
  • Timbulnya ulkus kemaluan, bila terdapat diiringi dengan limfadenopati regional yang khas
  • Penderita tidak mempunyai fakta peradangan T. pallidum lewat pengecekan alun- alun hitam dari ilustrasi ulkus ataupun lewat uji serologis paling tidak 7 hari sehabis tampaknya ulkus
  • Pengecekan PCR ataupun kebudayaan Herpes SImplex Virus( HSV) dari ilustrasi ulkus membuktikan hasil negatif
  • Pengecekan cagak lain yang bisa dicoba merupakan dengan pengecekan histopatologi dengan pewarnaan gr. Pengecekan ini hendak membuktikan pola“ school of fish” ataupun“ railroad track”.

Cara Mengobati Chancroid

Penyembuhan chancroid bermaksud buat memulihkan peradangan, menanggulangi pertanda klinis, serta menghindari penjangkitan pada orang lain. Dalam sebagian permasalahan, jaringan kukur bisa terjalin walaupun pengobatan sukses.

Penyembuhan antibiotik wajib diawali pada tiap orang dengan penaksiran chancroid bagus yang sudah dikonfirmasi ataupun sedang dicurigai. The Centers for Disease Control and Prevention mengusulkan antibiotik selanjutnya selaku opsi obat chancroid:

  • Azithromycin
  • Ceftriaxone
  • Erythromycin
  • Ciprofloxacin

Azithromycin serta ceftriaxone mempunyai profit sebab disantap dengan takaran tunggal. Lesi chancroid yang tidak diatasi bisa membaik dengan sendirinya namun menginginkan durasi yang lama dekat 1 sampai 3 bulan. Penderita dengan chancroid yang tidak memperoleh penyembuhan berbahaya bertumbuh jadi limfadenitis regional yang bisa memunculkan rasa sakit yang berat. Dekat 25% permasalahan bisa bertumbuh jadi limfadenitis supuratif.

Gejala dapat dievaluasi dalam 1 hingga 2 pekan sehabis pemberian antibiotik. Chancroid bisa membaik keseluruhan dengan penyembuhan antibiotik. Penderita dengan limfadenitis regional membagikan reaksi pengobatan yang lebih lelet. Limfadenitis supuratif bisa jadi membutuhkan harapan jarum ataupun insisi serta drainase buat menolong pengobatan.

Baca juga : Gejala dan Penyebab Disautonomia

Pertimbangan Khusus Dalam Pengobatan

Terbebas dari terdapat tidaknya pertanda penyakit, pendamping intim penderita yang mengidap chancroid wajib ditilik serta dirawat bila mereka melaksanakan kontak intim dengan penderita sepanjang 10 hari saat sebelum tampaknya pertanda.

Laki- laki yang tidak disunat serta penderita dengan peradangan HIV tidak merespons pengobatan sebaik pada orang yang disunat ataupun HIV minus. Pada seluruh penderita chancroid dianjurkan buat menempuh pengecekan peradangan HIV. Bila hasil pengecekan dini membuktikan hasil minus, pengecekan serologi buat sifilis serta peradangan HIV wajib dicoba 3 bulan sehabis penaksiran chancroid terbuat.

Orang dengan peradangan HIV yang mengidap chancroid hendaknya diawasi dengan kencang sebab mereka mempunyai efek buat hadapi kekalahan penyembuhan serta mempunyai laju pengobatan yang lelet. Orang dengan peradangan HIV bisa jadi membutuhkan pengobatan kesekian ataupun lama pengobatan yang lebih lama.

Merawat Pasien Kanker Stadium Lanjut di Rumah

Merawat Pasien Kanker Stadium Lanjut di Rumah – Di negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat, merawat pasien kanker stadium lanjut yang sudah sampai pada tahap tidak bisa diobati lebih umum dilakukan di rumah dibanding di rumah sakit.

Merawat Pasien Kanker Stadium Lanjut di Rumah

ontopofcancer – Di Indonesia, perawatan serupa, yang dikenal sebagai perawatan paliatif–perawatan yang menekankan pada peningkatan kualitas hidup pasien sebelum kematian–kurang populer.

Melansir theconversation, Kebutuhan pasien kanker stadium lanjut adalah pengendalian nyeri kanker. Perawatan paliatif berfokus pada perawatan yang membantu pasien mengatasi gejala-gejala dari penyakit kanker seperti nyeri, sesak napas, kelelahan, sembelit, mual, kehilangan nafsu makan, kesulitan tidur, dan depresi.

Baca juga : Menangani Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan

Namun, sistem asuransi seperti Jaminan Kesehatan Nasional dan rumah sakit kurang mengakomodasi perawatan paliatif. Padahal, jenis perawatan ini bisa menghemat ongkos sekaligus mengurangi penderitaan pasien dan keluarganya sebelum kematian pasien tiba.

Riset kualitatif yang aku jalani baru- baru ini membuktikan ketidaksiapan keluarga serta akses yang terbatas dalam pemeliharaan paliatif ialah alibi keluarga penderita kanker sungkan menjaga badan keluarganya di rumah.

Aku mempelajari keluarga penderita kanker paliatif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo serta Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Aku temui kalau akses keluarga penderita kepada sarana pendukung serta juru rawat ataupun dokter yang berpengalaman dalam pemeliharaan paliatif sedang terbatas.

Berartinya pemeliharaan paliatif

Beberapa studi membuktikan pemeliharaan paliatif teruji bisa memanjangkan umur penderita kanker.

Studi di Swedia melaporkan dikala ini penindakan penyakit kanker pada ambang lanjut lebih dipusatkan pada keperawatan paliatif, paling utama pada keperawatan paliatif di rumah.

Ahli pemeliharaan paliatif terdiri dari bermacam pekerjaan: dokter, juru rawat yang profesional, psikolog serta pekerja sosial.

Dalam jasa paliatif diupayakan penderita secepat bisa jadi terbebas dari beban serta rasa perih. Jasa paliatif pula kurangi pengobatan aksi kedokteran kasar yang sesungguhnya tidak dibutuhkan. Ini bisa kurangi tekanan pikiran penderita.

Ahli pemeliharaan paliatif bertugas tidak cuma kala penderita kanker terletak di rumah sakit, tetapi pula kala penderita telah kembali ke rumah.

Tempat pemeliharaan tidak lagi berfokus pada auditorium rumah sakit, melainkan pemeliharaan berplatform warga serta keluarga. Dalam rancangan ini, keluarga ialah bagian tidak terpisahkan dalam menjaga penderita sebab sokongan keluarga amat berarti untuk kenaikan mutu hidup penderita.

Banyak manfaatnya

Pemeliharaan paliatif pula menolong penderita buat berani serta bergairah menempuh kehidupan mereka tiap hari. Terdapat beberapa alibi kenapa pemeliharaan paliatif di rumah lebih diprioritaskan dari membiarkan penderita kanker senantiasa dirawat di rumah sakit.

Awal, beberapa studi membuktikan pemeliharaan paliatif di rumah bisa tingkatkan mutu hidup serta membagikan kenyamanan yang lebih bagus dari pemeliharaan paliatif di rumah sakit. Dikala di rumah sakit kenyamanan penderita bersama keluarga menurun dampak ketatnya peraturan di situ.

Suasana itu bisa menimbulkan situasi ilmu jiwa penderita kanker paliatif jadi tidak aman, kesepian, serta tekanan mental.

Apalagi suatu studi melaporkan 25% penderita kanker hadapi keresahan berat saat sebelum kematian.

Situasi ketidaknyamanan serta tekanan mental tidak cuma dialami penderita, tetapi pula oleh keluarga penderita. Sebesar 47% dari keluarga yang badan keluarganya tewas di rumah sakit melaporkan hadapi tingkatan ketidaknyamanan yang besar dalam cara kepergiannya.

Kedua, kemampuan bayaran. Di Indonesia, bayaran pemeliharaan tiap penderita kanker di rumah sakit bisa melampaui Rp100 juta per bulan. Anggaran sebesar itu bisa lebih efisien serta berdaya guna bila program pemeliharaan paliatif di rumah bisa diserahkan.

Suatu studi di 4 rumah sakit khalayak di New York Amerika Sindikat pada 2004- 2007 membuktikan program pemeliharaan paliatif penderita kanker di rumah bisa memaksimalkan bayaran sebesar US$6. 900 per penderita per tahun dibanding dirawat di rumah sakit.

Pengiritan ini terjalin sebab penderita yang menyambut pemeliharaan paliatif di rumah menghabiskan lebih sedikit durasi dalam pemeliharaan intensif. Anggaran asuransi dari badan asuransi nasional AS Medicaid bisa difokuskan pada pembiayaan pemeliharaan paliatif penderita di rumah.

Ketiga, merendahkan resiko penjangkitan peradangan dari penderita lain di rumah sakit( peradangan nosokomial). Penderita kanker ialah golongan yang rentan hadapi neutropenia ataupun menyusutnya sel darah putih dalam darah. Perihal ini terjalin dampak dari cara penyakit kanker, pemakaian chemotherapy serta kortikosteroid.

Situasi itu membuat imunitas badan penderita kanker jadi menyusut. Penurunanan imunitas badan bisa menimbulkan penjangkitan peradangan oleh kuman.

Peradangan pada penderita kanker ialah aspek pemicu yang memesatkan kematian penderita kanker di rumah sakit.

Tahap Lanjut

Di Swedia serta Australia pemeliharaan paliatif di rumah telah masuk dalam desain asuransi kesehatan nasional.

Telah waktunya penguasa mengadopsi koordinasi serta integrasi pemeliharaan paliatif semacam di negeri maju. Fokus sistem Agunan Kesehatan Nasional hendaknya mulai berpindah fokus dari pemeliharaan penyakit parah semacam kanker di rumah sakit ke pemeliharaan berplatform rumah( home care).

Studi Kesehatan Bawah Indonesia pada 2018 pula membuktikan kanker terletak di tingkatan ketujuh penyakit yang bisa menimbulkan kematian. Kanker serviks, kanker buah dada, kanker paru, serta kanker batin ialah tipe penting kanker pemicu kematian yang besar.

Baca juga : Penyakit Hipoglikemia : Gejala, Penyebabnya, dan Lainnya

Kebiasaan penyakit kanker di Indonesia terus menjadi bertambah: dari 1, 4 per 1000 masyarakat pada 2008- 2013 jadi 1, 79 per 1000 masyarakat. dari 2013 sampai 2018.

Di tengah kian meningkatkannya jumlah penderita kanker serta defisitnya perhitungan BPJS Kesehatan dalam sebagian tahun terakhir, pemeliharaan paliatif penderita kanker di rumah ialah tahap yang pantas dijadikan bentuk tidak hanya pemeliharaan di rumah sakit.

Tahap ke arah situ dapat diawali dengan pemasyarakatan pada warga alangkah berartinya pemeliharaan penderita kanker di rumah serta mempersiapkan sarana serta daya kedokteran buat mendukung pemeliharaan itu.

Menangani Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan

Menangani Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan – Orang-orang yang mengalami cobaan penyakit yang tidak bisa disembuhkan sungguh berat menjalani hidupnya. Tapi dengan pengobatan paliatif, pasien akan tetap memiliki kualitas hidup yang baik meski penyakitnya tak bisa disembuhkan.

Menangani Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan

ontopofcancer – Perawatan paliatif artinya meringankan penderitaan si pasien yang sudah sakit parah dan tidak dapat disembuhkan seperti misalnya kanker, pasien penyakit motor neuron, penyakit degeneratif saraf dan pasien HIV/AIDS. Tujuannya agar penderita dapat menjalani hari-hari sakitnya dengan tidak putus asa.

Baca juga : Metode Pengobatan Kanker Hati

Melansir health.detik, “Pasien dengan penyakit yang tidak bisa disembuhkan kebanyakan berpikir sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Untuk itulah perawatan paliatif dibutuhkan,” ujar Prof Dr dr Akmal Taher, SpU(K) dalam acara seminar dan konferensi press Memperingati Hari Hospis dan Perawatan Paliatif Sedunia di Gedung A RSCM, Jakarta, Kamis (7/10/2010).

Perawatan paliatif merupakan metode yang ampuh dalam membantu pasien lepas dari penderitaannya, baik nyeri berkepanjangan ataupun keluhan lain. Kondisi ini akan membantu meningkatkan kualitas hidup pasien dan juga keluarganya.

Pada awalnya perawatan paliatif ini hanya ditujukan untuk pasien kanker (kecuali di Afrika Selatan awalnya untuk pasien HIV/AIDS). Tapi kini perawatan paliatif juga bisa digunakan untuk penyakit lain seperti paru obstruktif kronis (COPD), stroke, parkinson, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit genetika dan juga infeksi seperti HIV/AIDS.

Seperti apa perawatan paliatif itu?

Intinya Perawatan ini lebih berbentuk sokongan serta dorongan ke penderita. Setelah itu tiap keluhkesah yang mencuat ditangani dengan pemberian obat buat kurangi rasa sakit.

Perawatan paliatif ini dapat mempelajari orang penderita serta keluarganya gimana membagikan atensi spesial kepada pengidap, penanggulangannya dan kesiapan buat mengalami kematian.

Perawatan paliatif dititikberatkan pada pengaturan pertanda serta keluhkesah, dan bukan kepada penyakit kuncinya sebab penyakit kuncinya tidak bisa dipulihkan. Dengan sedemikian itu penderita terbebas dari beban dampak keluhkesah serta dapat menempuh akhir hidupnya dengan aman.

” Perawatan paliatif dicoba dengan kegiatan serupa antara dokter, juru rawat, terapis, sosial- media, psikolog, rohaniawan, sukarelawan serta pekerjaan lain yang dibutuhkan. Perihal ini bermaksud buat supaya penderita leluasa dari beban, alhasil kehidupannya senantiasa bermutu serta selesai dengan hening,” ucap Profesor dokter R Sunaryadi Tejawinata, SpTHT( K), FAAO, PGD, PAllMed.

Lebih lanjut Profesor Sunaryadi mengatakan dari tahun 1992- 2010 jasa Perawatan paliatif terkini terdapat di 6 ibukota besar ialah DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali serta Sulawesi Selatan.

Perawatan paliatif mayoritas ada di rumah sakit penguasa semacam Rumah sakit Hasan Sadikin Bandung, RSCM, RSK Dharmais, RSU Dokter Soetomo Surabaya, Rumah sakit Sanglah Bali, Rumah sakit Dokter Wahidin Sudirohusodo Makasar serta RSUP Dokter Sardjito Yogyakarta.

Sedangkan Profesor Dokter I W Suardana, SpTHT( K) mengatakan bermacam keluhkesah umumnya dialami oleh penderita Perawatan paliatif ini.

Keluhkesah yang timbul semacam perih, kendala saluran hancur( mual, muntah, berak air, konstipasi), kendala kulit( mengerinyau, kering ataupun dampak tiduran sangat lama), kelemahan biasa, kendala pernapasan, kelemahan badan aksi, kendala saluran kencing serta pula merasa bimbang.

Nah, dengan Perawatan paliatif penderita dibawa buat lebih dapat menyambut keadaannya alhasil sedang dapat menempuh hidupnya walaupun usianya tidak lama lagi. Sebab mayoritas mutu hidup penderita dengan penyakit tidak dapat dipulihkan hendak lalu memburuk ataupun menyusut bila impian penderita tidak cocok dengan realitas yang terdapat.

” Jadi kewajiban dari regu paliatif merupakan memodifikasi ekspektasi dari penderita, alhasil jarak antara impian serta faktanya jadi lebih dekat. Dapat dengan metode membangkitkan antusiasme buat hidup, arah era depan, keagamaan apalagi mengenai seksualitasnya,” kata Dokter Siti Annisa Nuhonni, SpKFR( K).

Dokter Nuhonni mengatakan impian senantiasa terdapat, tetapi hendaknya tidak membagikan impian yang ilegal sebab impian pula wajib dicocokkan dengan hasil pengecekan. Buat itu keluarga ialah kunci arti hidup dalam Perawatan paliatif.

Tempat buat melaksanakan Perawatan paliatif beraneka ragam, semacam:

Rumah sakit, buat penderita yang wajib memperoleh Perawatan dengan pengawasan kencang, aksi spesial ataupun meemrlukan perlengkapan spesial.

Puskesmas, buat penderita yang melaksanakan jaga jalur.

Rumah mampir ataupun panti( hospis), buat penderita yang tidak membutuhkan pengawasan kencang, aksi ataupun perlengkapan spesial, namun belum bisa dirawat di rumah sebab sedang membutuhkan pengawasan daya kesehatan.

Rumah penderita, buat penderita yang tidak membutuhkan pengawasan kencang, aksi ataupun perlengkapan spesial, dan keahlian Perawatan dapat dicoba oleh badan keluarga.

Baca juga : Penyakit Hipoglikemia : Gejala, Penyebabnya, dan Lainnya

Tidak hanya kurangi tanda- tanda yang timbul, Perawatan paliatif pula membagikan sokongan dalam perihal kebatinan serta psikososial. Perawatan ini dapat diawali dikala penaksiran diumumkan hingga akhir hidup dari sang penderita.

” Walaupun penderita sudah meninggal dunia, Perawatan paliatif tidak menyudahi hingga di sana. Sebab sukarelawan paliatif pula hendak membagikan sokongan akhlak pada keluarga yang berkabung,” ucap Profesor Sunaryadi.

Metode Pengobatan Kanker Hati

Metode Pengobatan Kanker Hati – Kanker hati adalah salah satu masalah yang cukup sering terjadi pada sel hati. Kanker ini bermula dari tumor yang tumbuh di hati dan bukan disebabkan oleh penyebaran dari organ lain dalam tubuh.

Metode Pengobatan Kanker Hati

ontopofcancer – Hati sendiri adalah organ tubuh yang memegang peranan penting untuk membersihkan darah dari racun dan berbagai zat berbahaya. Jika fungsinya terganggu, maka racun di dalam tubuh keluar. Berdasarkan penyebabnya, kanker hati terbagi menjadi dua jenis, antara lain:

Melansir halodoc, Kanker hati primer. Penyakit ini muncul dan tumbuh pertama kali di organ hati. Umumnya kanker hati jenis ini terjadi akibat komplikasi dari penyakit hati seperti hepatitis ataupun sirosis. Kondisi ini bisa terjadi pada mereka yang mengalami kelainan hati akibat cacat lahir, penyalahgunaan alkohol, atau infeksi kronis dengan penyakit seperti hepatitis B dan C, dan hemochromatosis (penyakit keturunan yang terkait dengan terlalu banyak zat besi dalam hati).

Baca juga : 6 Penanganan Kanker Otak yang Perlu Diketahui

Kanker hati sekunder. Tidak semua kanker hati muncul karena penyakit dari hati itu sendiri. Penyakit ini bisa muncul dari organ lain dalam tubuh seperti usus, paru-paru, atau payudara dan menyebar ke hati disebut kanker metastasis.

Apa Saja Gejala dari Kanker Hati?

Hampir kebanyakan kasus kanker hati tidak menunjukkan gejala di awal. Itu sebabnya, gejala kanker hati mungkin pada setiap orang bisa berbeda. Sementara itu, ini gejala yang wajib dicurigai antara lain:

  • Penurunan berat badan secara drastis.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri di bagian perut.
  • Perut yang membesar tanpa sebab.
  • Gangguan makan.
  • Tampak lemas dan lesu (tidak bertenaga).
  • Jaundice/penyakit kuning.
  • Tinja berwarna pucat.

Langkah Pengobatan Kanker Hati

Kanker batin bisa ditangani dengan bermacam metode serta umumnya dicocokkan dengan faktornya. Nah, sebagian opsi penyembuhan yang dapat dicoba antara lain:

Pembedahan. Aksi ini dirasa lumayan maksimal, namun mayoritas penderita tidak bisa menjalaninya bila sirois sudah menabur. Pembedahan dapat dicoba untuk tumor yang ukurannya kurang dari 5cm.

Ablasi. Aksi ini memusnahkan sel kanker dengan cara langsung. Penyembuhan ini hendak menyuntik etanol, ataupun temperatur yang dingin( siroterapi) buat memusnahkan sel kanker. Penyembuhan ini sesuai untuk penderita yang tidak dapat melaksanakan pembedahan ataupun pencangkokan.

Chemotherapy. Penderita yang tidak dapat dioperasi bisa diatasi dengan tata cara lain tercantum dengan chemotherapy. Obat disuntik ke nadi, biar darah dapat memompa ethanol langsung ke tumor serta menghancurkannya. Walaupun efisien, tetapi ada dampak sisi dari penyembuhan tipe ini.

Pencangkokan batin. Metode ini dicoba dengan mengubah alat batin penderita dengan batin yang segar. Penyembuhan ini sesuai dicoba buat penderita yang tumornya sudah membengkak.

Pengobatan radiasi. Dengan memakai cahaya besar tenaga, hingga sel kanker dapat dibunuh.

Pengobatan sasaran. Penyembuhan ini mengaitkan pemberiaan obat- obatan yang dengan cara spesial mematok sel kanker. Obat- obatan khusus dapat memusnahkan sel kanker di mana mereka jadi rentan.

Baca juga : Pengertian Dan Ciri Highly Sensitive Disorder

Embolisasi serta kemoembolisasi. Opsi penyembuhan ini dapat dijalani oleh mereka yang tidak dapat melaksanakan pembedahan ataupun pencangkokan. Ini merupakan metode buat menutup nadi batin memakai spon kecil ataupun elemen lain. Metode ini dicoba dengan metode memotong pasokan darah pada sel kanker. Embolisasi dapat sedangkan ataupun permanen. Pembuluh darah pada bagian itu dapat mensuplai darah pada batin sedangkan nadi pada kanker dihalangi. Sedangkan itu pada kemoembolisasi, chemotherapy diinjeksi ke dalam nadi batin saat sebelum elemen disuntikkan. Penyumbatan setelah itu melindungi chemotherapy pada batin buat sebagian waktu waktu lama.

Pahami Tindakan Penyakit Kanker Secara Menyeluruh

Kanker

Pertumbuhan sel secara abnormal dalam tubuh merupakan sebuah penyakit yang dinamakan kanker. Pertumbuhan sel abnormal yang semakin banyak dalam tubuh secara terus menerus dapat mengakibatkan jaringan yang ada disekitarnya rusak serta sel yang tumbuh secara abnormal dapat berpindah dari tempat asalnya. Dalam tubuh manusia memiliki sebuah mekanisme yang dapat menghancurkan sel abnormal tersebut akan tetapi jika mekanisme yang ada gagal sel abnormal akan tumbuh tidak terkendali.

Penyebab kanker sendiri berbeda tergantung dari factor yang memicu terjadinya kanker. Faktor munculnya sel abnormal tersebut akibat mutasi sel dan kegagalan tubuh untuk memperbaikinya. Faktor yang memicu pertumbuhan sel abnormaol yaitu terpapar radiasi, terinveksi virus, merokok, mengalami oboesitas, dan menurunya system kekebalan tubuh. Gejala yang dialami penderi kanker juga bervariasi mulai dari munculnya benjolan, batuk kronis, mengalami pendaharan secara spontan, nyeri pada bagian tubuh tertentu, dan demam yang terus berulang.

Penangan kanker sendiri harus menjalani serangkaian proses pemeriksaan rutin oleh dokter dan skrining. Setelah serangkaian pemeriksaan dan skrining dilalui di dapatkan diagnosis yang selanjut dapat dilakuan pengobatan secara efektif. Jenis tindakan yang dilakukan juga harus mempertimbangkan jenis kanker yang diderita, kondisi kesahatan penderita, letak kanker dan stadium kanker. Namun secara umum tindakan yang diambil dalam menangani kanker yaitu operasi, kemoterapi dan terapi radiasi. Operasi dilkuaan dengan mengangkat jaringan kanker pada tubuh sehingga tindakan operasi bisa dikakan efektif dalam mengurangi sel kanker pada tubuh.

Pahami Tindakan Penyakit Kanker Secara Menyeluruh

Kemoterapi yang dilakukan dengan memeberikan obat – obatan untuk merusak sel kanker yang sering disebut kemo. Bila tindakan kemo tidak dilakuan sel kanker akan terus menyebar dan berkembang dalam tubuh. Tindakan kemoterapi memiliki efek samping yang cukup merugikan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Efek samping dapat berupa rabut rontok, mual, hilangnya nafsu makan, dan kerusakan syaraf. Radioterapi secara prisip hampir sama dengan kemoterapi hanya saja pada radioterapi perusakan sel dilakukan dengan papan radiasi.

Hal ini tidak boleh lepas dari tindakan kanker mulai dari operasi, kemoterapi, radioterapi menimbulkan efek samping berupa berkurangnya sel darah putih yang menyebabkan rentan terhadap infeksi. Mencegah lebih baik dari pada mengobati hal ini juga berlaku pada tindakan penyakit kanker. Lebih dari 1,5 juta penduduk indonesia ameninggal karena kanker pada tahun 2014. Jenis kanker yang menyebabkan kematian tersebut ialah kanker paru – paru dan kanker panyudara.

Banyak anggapan bahwa penyakit kanker sendiri merupakan penyakit turunan dari keluarga yang menderita penyakit kanker. Beberapa kasus penyakit kanker diwariskan karena kelainan genetik. Akan tetapi hal tersebut tidak dapat dijadikan sebuah patokan bahwa penyakit kanker merupakan penyakit turunan dan harus melewati pemeriksaan ruti dan skrining. Pencegahan kanker dapat dilakukan secara berkala melaui konsultasi dokter, rutin berolahraga, rumengurangi konsumsi rokok, istirahat yang cukup dapat mengurangi resiko kanker, mengkonsumsi makanan sehat yang cukup, dan menghindari stress yang berkepanjangan. Sekarang kanker lebih beresiko terkena para orang muda yang suka menghabiskan waktunya berjam-jam untuk bermain game slot online, bekerja terus-terusan hingga berolahraga berlebihan.

Dengan dukungan kemajuan teknologi dibidang kesehatan pada saat ini, terdapat sebuah terapi pengobatan yaitu terapi radiasi intensitas termodulasi yang dapat memeberikan radiasi dengan dosis tinggi pada sel – sel kanker. Terapi radiasi intensitas termodulasi mengakibatkan jaringan sehat disekitarnya terpapar namun kecil sehingga efek samping dalam pengobatan menjadi lebih efektif. Pilihan tindakan kanker sendiri menyesuaikan dengan kondisi penderita kanker dan hasil dari pemeriksaan rutin dan skrining yang sudah dijalani.

Bagaimana Terapi Radiasi Digunakan untuk Mengobati Kanker

Bagaimana Terapi Radiasi Digunakan untuk Mengobati Kanker, Radiasi adalah salah satu pengobatan yang paling umum untuk kanker. Nama lain untuk pengobatan radiasi adalah terapi radiasi , radioterapi , penyinaran , dan terapi sinar-x .

Apa itu terapi radiasi ?

Terapi radiasi menggunakan partikel atau gelombang berenergi tinggi, seperti sinar-x, sinar gamma, berkas elektron, atau proton, untuk menghancurkan atau merusak sel kanker.

Sel-sel Anda biasanya tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru. Tapi sel kanker tumbuh dan membelah lebih cepat dari kebanyakan sel normal. Radiasi bekerja dengan membuat kerusakan kecil pada DNA di dalam sel. Jeda ini mencegah sel kanker tumbuh dan membelah dan menyebabkan mereka mati. Sel-sel normal di dekatnya juga dapat terpengaruh oleh radiasi, tetapi sebagian besar pulih dan kembali bekerja sebagaimana mestinya.

Sementara kemoterapi dan perawatan lain yang dilakukan melalui mulut atau suntikan biasanya membuat seluruh tubuh terkena obat pelawan kanker, terapi radiasi biasanya merupakan pengobatan lokal. Ini berarti biasanya ditujukan dan hanya mempengaruhi bagian tubuh yang membutuhkan perawatan. Perawatan radiasi direncanakan sedemikian rupa sehingga mereka merusak sel-sel kanker dengan bahaya sesedikit mungkin untuk sel-sel sehat di dekatnya.

Menurut ontopofcancer.org Beberapa perawatan radiasi (terapi radiasi sistemik) menggunakan zat radioaktif yang diberikan melalui vena atau melalui mulut. Meskipun jenis radiasi ini menyebar ke seluruh tubuh, zat radioaktif sebagian besar terkumpul di area tumor, jadi masih ada sedikit efek pada bagian tubuh lainnya.

Siapa yang mendapat terapi radiasi ?

Lebih dari separuh penderita kanker mendapatkan terapi radiasi. Kadang-kadang, terapi radiasi adalah satu-satunya pengobatan kanker yang diperlukan dan kadang-kadang digunakan dengan jenis pengobatan lain. Keputusan untuk menggunakan terapi radiasi tergantung pada jenis dan stadium kanker, dan masalah kesehatan lain yang mungkin dialami pasien.

Apa tujuan dari terapi radiasi ?

Sebagian besar jenis terapi radiasi tidak menjangkau seluruh bagian tubuh, yang berarti tidak membantu dalam mengobati kanker yang telah menyebar ke banyak tempat di dalam tubuh. Namun, terapi radiasi dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker baik sendiri atau dalam kombinasi dengan perawatan lain. Meskipun penting untuk mengingat setiap kanker dan setiap orang berbeda, radiasi seringkali merupakan pengobatan pilihan untuk tujuan berikut.

Untuk menyembuhkan atau mengecilkan kanker stadium awal

Beberapa kanker sangat sensitif terhadap radiasi. Radiasi dapat digunakan dengan sendirinya dalam kasus ini untuk membuat kanker menyusut atau hilang sama sekali. Dalam beberapa kasus, kemoterapi atau obat anti kanker lainnya dapat diberikan terlebih dahulu. Untuk kanker lain, radiasi dapat digunakan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor (ini disebut terapi pra-operasi atau terapi neoadjuvant ), atau setelah operasi untuk membantu mencegah kanker datang kembali (disebut terapi adjuvant ).

Untuk kanker tertentu yang dapat disembuhkan baik dengan radiasi atau pembedahan, radiasi mungkin merupakan pengobatan yang lebih disukai. Ini karena radiasi dapat menyebabkan lebih sedikit kerusakan dan bagian tubuh yang terlibat mungkin lebih mungkin bekerja sebagaimana mestinya setelah perawatan.

Untuk beberapa jenis kanker, radiasi dan kemoterapi atau jenis obat anti kanker lainnya dapat digunakan bersama-sama. Obat-obatan tertentu (disebut radiosensitizers ) membantu radiasi bekerja lebih baik dengan membuat sel kanker lebih sensitif terhadap radiasi. Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika obat anti-kanker dan radiasi diberikan bersama untuk jenis kanker tertentu, mereka dapat membantu satu sama lain bekerja lebih baik daripada jika diberikan sendiri-sendiri. Namun, satu kelemahannya adalah bahwa efek sampingnya sering kali lebih buruk jika diberikan bersama-sama.

Untuk menghentikan kanker agar tidak kembali (berulang) di tempat lain

Kanker dapat menyebar dari tempat asalnya ke bagian tubuh lainnya. Dokter sering berasumsi bahwa beberapa sel kanker mungkin sudah menyebar bahkan ketika mereka tidak dapat dilihat pada pemindaian pencitraan seperti CT scan atau MRI. Dalam beberapa kasus, area di mana kanker paling sering menyebar dapat diobati dengan radiasi untuk membunuh sel kanker sebelum tumbuh menjadi tumor.

Misalnya, orang dengan jenis kanker paru-paru tertentu mungkin mendapat radiasi di kepala, bahkan ketika tidak ada kanker yang diketahui ada di sana, karena jenis kanker paru-paru mereka sering menyebar ke otak. Hal ini dilakukan untuk membantu mencegah kanker menyebar ke kepala bahkan sebelum bisa. Kadang-kadang, radiasi untuk mencegah kanker di masa depan dapat diberikan pada saat yang sama dengan radiasi yang diberikan untuk mengobati kanker yang ada, terutama jika area penyebaran kanker dekat dengan tumor itu sendiri.

Baca Juga : 6 Penanganan Kanker Otak yang Perlu Diketahui

Untuk mengobati gejala yang disebabkan oleh kanker stadium lanjut

Terkadang kanker telah menyebar terlalu banyak untuk disembuhkan. Tetapi beberapa tumor ini masih dapat diobati untuk membuatnya lebih kecil sehingga orang tersebut dapat merasa lebih baik. Radiasi dapat membantu meringankan masalah seperti nyeri, kesulitan menelan atau bernapas, atau penyumbatan usus yang dapat disebabkan oleh kanker stadium lanjut . Ini disebut radiasi paliatif .

Untuk mengobati kanker yang telah kembali (kambuh)

Jika kanker seseorang telah kembali (kambuh), radiasi dapat digunakan untuk mengobati kanker atau untuk mengobati gejala yang disebabkan oleh kanker stadium lanjut. Apakah radiasi akan digunakan setelah kekambuhan tergantung pada banyak faktor. Misalnya, jika kanker telah kembali di bagian tubuh yang telah diobati dengan radiasi, tidak mungkin untuk memberikan lebih banyak radiasi di tempat yang sama. Itu tergantung pada jumlah radiasi yang digunakan sebelumnya. Dalam kasus lain, radiasi dapat digunakan di area tubuh yang sama atau area yang berbeda. Beberapa tumor tidak merespon dengan baik terhadap radiasi, jadi radiasi mungkin tidak digunakan meskipun kambuh.

Bagaimana terapi radiasi diberikan ?

Terapi radiasi dapat diberikan dalam 3 cara:

  • Radiasi eksternal (atau radiasi sinar eksternal) : menggunakan mesin yang mengarahkan sinar berenergi tinggi dari luar tubuh ke dalam tumor. Ini dilakukan selama kunjungan rawat jalan ke rumah sakit atau pusat perawatan. Ini biasanya diberikan selama beberapa minggu dan kadang-kadang akan diberikan dua kali sehari selama beberapa minggu. Seseorang yang menerima radiasi eksternal tidak bersifat radioaktif dan tidak harus mengikuti tindakan pencegahan keselamatan khusus di rumah.
  • Radiasi internal : Radiasi internal juga disebut brachytherapy . Sumber radioaktif dimasukkan ke dalam tubuh ke dalam atau di dekat tumor. Dengan beberapa jenis brachytherapy, radiasi mungkin ditempatkan dan dibiarkan di dalam tubuh untuk bekerja. Kadang-kadang ditempatkan di dalam tubuh untuk jangka waktu tertentu dan kemudian dikeluarkan. Ini diputuskan berdasarkan jenis kanker. Tindakan pencegahan keamanan khusus diperlukan untuk jenis radiasi ini untuk jangka waktu tertentu. Tetapi penting untuk mengetahui apakah radiasi internal tertinggal di dalam tubuh, setelah beberapa saat akhirnya tidak lagi radioaktif.
  • Radiasi sistemik : Obat radioaktif yang diberikan melalui mulut atau dimasukkan ke dalam pembuluh darah digunakan untuk mengobati jenis kanker tertentu. Obat ini kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Anda mungkin harus mengikuti tindakan pencegahan khusus di rumah untuk jangka waktu tertentu setelah obat ini diberikan.

Jenis radiasi yang mungkin Anda dapatkan tergantung pada jenis kanker yang Anda miliki dan di mana letaknya. Dalam beberapa kasus, lebih dari satu jenis digunakan. Tim perawatan kanker Anda dapat menjawab pertanyaan spesifik tentang jenis radiasi yang diresepkan untuk Anda, bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh Anda, dan tindakan pencegahan apa pun yang mungkin diperlukan.

Siapa yang memberikan perawatan terapi radiasi ?

Selama terapi radiasi Anda, tim profesional medis yang sangat terlatih akan merawat Anda. Tim Anda mungkin termasuk orang-orang ini:

  • Ahli onkologi radiasi: Dokter ini dilatih khusus untuk mengobati kanker dengan radiasi. Orang ini mengawasi rencana perawatan radiasi Anda.
  • Fisikawan radiasi: Ini adalah orang yang memastikan peralatan radiasi bekerja sebagaimana mestinya dan memberi Anda dosis tepat yang ditentukan oleh ahli onkologi radiasi Anda.
    Dosimetris: Orang ini membantu ahli onkologi radiasi merencanakan perawatan.
  • Terapis radiasi atau teknolog terapi radiasi: Orang ini mengoperasikan peralatan radiasi dan memposisikan Anda untuk setiap perawatan.
  • Perawat terapi radiasi: Perawat ini memiliki pelatihan khusus dalam perawatan kanker dan dapat memberi Anda informasi tentang perawatan radiasi dan mengelola efek samping.

Anda mungkin juga memerlukan layanan ahli gizi, terapis fisik, pekerja sosial, dokter gigi atau ahli onkologi gigi, apoteker, atau penyedia layanan kesehatan lainnya.

Apakah terapi radiasi menyebabkan kanker ?

Telah lama diketahui bahwa terapi radiasi dapat sedikit meningkatkan risiko terkena kanker lain. Ini adalah salah satu kemungkinan efek samping pengobatan yang harus dipikirkan oleh dokter ketika mereka mempertimbangkan manfaat dan risiko dari setiap pengobatan. Untuk sebagian besar, risiko kanker kedua dari perawatan ini kecil dan sebanding dengan manfaat mengobati kanker, tetapi risikonya tidak nol. Ini adalah salah satu dari banyak alasan mengapa setiap kasus berbeda dan setiap orang harus menjadi bagian dalam memutuskan jenis perawatan yang tepat untuk mereka. Risikonya berbeda tergantung di mana perawatan radiasi akan berada di dalam tubuh.

Jika tim perawatan kanker Anda merekomendasikan perawatan radiasi, itu karena mereka percaya bahwa manfaat yang Anda dapatkan darinya akan lebih besar daripada kemungkinan efek sampingnya. Bagaimanapun, ini adalah keputusan yang Anda buat. Mengetahui sebanyak mungkin tentang kemungkinan manfaat dan risiko dapat membantu Anda memastikan bahwa terapi radiasi adalah yang terbaik untuk Anda.

Apakah terapi radiasi mempengaruhi kehamilan atau kesuburan ?

Wanita : Sangat penting untuk tidak hamil saat mendapatkan radiasi – ini dapat membahayakan bayi yang sedang tumbuh. Jika ada kemungkinan Anda hamil, pastikan untuk berbicara dengan dokter Anda tentang pilihan pengendalian kelahiran.

Jika Anda sedang atau mungkin sedang hamil, beri tahu dokter Anda segera.

Jika area yang terkena radiasi di tubuh Anda termasuk indung telur, ada kemungkinan dosis radiasi dapat menyebabkan indung telur tidak berfungsi lagi (kemandulan), dan Anda tidak akan dapat memiliki anak. penting untuk mengetahui risiko kemungkinan ini sebelum menerima terapi radiasi. Jika Anda berpikir tentang terapi radiasi yang akan mempengaruhi ovarium, bicarakan dengan dokter Anda tentang bagaimana hal ini dapat mempengaruhi memiliki anak di masa depan.

Laki-laki : Tidak banyak yang diketahui tentang efek radiasi pada anak-anak yang dikandung oleh laki-laki saat mendapatkan terapi radiasi. Karena itu, dokter sering menyarankan pria untuk tidak membuat wanita hamil selama dan selama beberapa minggu setelah perawatan. Bicaralah dengan dokter Anda untuk mengetahui lebih lanjut tentang ini.

Jika area yang terkena radiasi termasuk testis, kemungkinan dosis radiasi dapat menyebabkan testis tidak berfungsi lagi (kemandulan) dan Anda tidak akan dapat memiliki anak. Penting untuk mengetahui risiko kemungkinan ini sebelum menerima terapi radiasi. Tidak ada penelitian yang jelas tentang bagaimana sperma yang terkena radiasi mempengaruhi anak-anak masa depan yang terbuat dari sperma itu. Jika Anda berpikir tentang terapi radiasi yang akan mempengaruhi testis, bicarakan dengan dokter Anda tentang bagaimana hal ini dapat mempengaruhi memiliki anak di masa depan.

Baca Juga : Polio (Poliomyelitis): Gejala, Penyebab & Pencegahan

Pertanyaan untuk ditanyakan tentang terapi radiasi

Sebelum perawatan, Anda akan diminta untuk menandatangani formulir persetujuan yang mengatakan bahwa dokter Anda telah menjelaskan bagaimana terapi radiasi dapat membantu, risiko yang mungkin terjadi, jenis radiasi yang akan digunakan, dan pilihan perawatan Anda yang lain. Sebelum menandatangani formulir persetujuan, pastikan bahwa Anda memiliki kesempatan untuk menjawab semua pertanyaan Anda. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin ingin Anda tanyakan:

  • Apa tujuan pengobatan radiasi untuk jenis kanker saya? Untuk menghancurkan atau mengecilkan tumor? Untuk mencegah atau menghentikan penyebaran kanker? Untuk menurunkan kemungkinan kanker kembali?
  • Seberapa besar kemungkinan kanker akan menyebar atau kembali jika saya – atau tidak – mendapatkan terapi radiasi?
  • Jenis terapi radiasi apa yang akan saya dapatkan?
  • Apakah ada pilihan pengobatan lain?
  • Apa yang dapat saya lakukan agar siap untuk perawatan?
  • Bisakah saya makan sebelum perawatan atau apakah saya harus menghindari makanan tertentu sebelum mendapatkan perawatan?
  • Apakah saya perlu mengikuti diet tertentu saat saya menjalani perawatan?
  • Seperti apa perawatan radiasi itu?
  • Seberapa sering diberikan? Berapa lama setiap perawatan berlangsung? Berapa lama saya akan di radiasi?
  • Apa yang harus saya lakukan jika saya kesulitan mendapatkan perawatan karena masalah berkendara atau cuaca?
  • Bagaimana radiasi akan mempengaruhi daerah dekat kanker?
  • Bagaimana perasaan saya selama menjalani perawatan? Apakah saya bisa bekerja? Pergi ke sekolah? Jaga keluargaku?
  • Efek samping apa yang mungkin saya alami, kapan akan mulai, dan berapa lama akan bertahan?
  • Apakah salah satu dari efek samping ini akan memengaruhi cara saya melakukan sesuatu, seperti makan atau minum, berolahraga, bekerja, dll.?
  • Akankah pengobatan dan/atau efek samping mengubah penampilan saya?
  • Apa efek samping jangka panjang yang mungkin saya miliki?
  • Apakah saya akan berisiko lebih tinggi untuk masalah kesehatan lain di masa depan?
  • Apakah saya akan menjadi radioaktif selama atau setelah perawatan saya?
  • Apakah ada tindakan pencegahan khusus yang diperlukan selama atau setelah perawatan saya?

6 Penanganan Kanker Otak yang Perlu Diketahui

6 Penanganan Kanker Otak yang Perlu Diketahui – Kanker otak adalah kondisi saat sel-sel di otak seseorang mengalami pertumbuhan berlebih, sehingga membentuk massa yang disebut tumor. Tumor ini biasanya bersifat ganas karena cenderung tumbuh sangat cepat. Mereka akan mengganggu cara kerja tubuh, dan sangat membahayakan nyawa seseorang.

6 Penanganan Kanker Otak yang Perlu Diketahui

ontopofcancer – Namun, kanker otak tercatat sebagai penyakit yang jarang terjadi. Menurut perkiraan dari American Cancer Society, seseorang memiliki peluang kurang dari 1 persen untuk mengembangkan tumor otak ganas dalam hidup mereka. Selain itu, seiring kemajuan teknologi kedokteran, seseorang yang mengidap kanker otak bisa sembuh jika diagnosis dan pengobatan dilakukan dengan cepat dan tepat.

Melansir halodoc, Lantas, apa saja langkah pengobatan yang bisa dilakukan untuk atasi kanker otak? Berikut ulasannya!

Baca juga : Perawatan Rumahan untuk Membantu Mengobati Hirschsprung

Operasi

Aksi operasi merupakan pemeliharaan sangat biasa buat menyembuhkan kanker otak. Sering- kali, cuma beberapa dari tumor yang bisa dinaikan sebab lokasinya tidak membolehkan buat dinaikan dengan cara totalitas. Dalam sebagian permasalahan, tumor dapat saja terdapat di zona otak yang sensitif ataupun tidak bisa diakses, serta pembedahan buat mengangkatnya tidak bisa dicoba. Walhasil, tipe tumor ini tidak dapat ditangani dengan aksi operasi.

Chemotherapy serta Pengobatan Radiasi

Penderita kanker otak bisa jadi hendak diberi obat chemotherapy buat memusnahkan sel kanker di otak serta mengecilkan dimensi tumor. Obat chemotherapy bisa diserahkan dengan cara oral ataupun intravena. Pengobatan radiasi pula bisa jadi dianjurkan buat memusnahkan jaringan tumor ataupun sel kanker yang tidak bisa dinaikan dengan pembedahan.

Aksi ini dicoba dengan gelombang tenaga besar, semacam sinar- X. Sering- kali, penderita kanker otak pula bisa jadi butuh menempuh chemotherapy serta pengobatan radiasi dengan cara berbarengan. Chemotherapy pula bisa dicoba sehabis pemeliharaan radiasi berakhir.

Obat Biologis

Dokter bisa jadi meresepkan obat- obatan biologis buat tingkatkan, memusatkan, ataupun memperbaiki pertahanan natural badan kepada tumor. Misalnya, obat bevacizumab bertugas buat mengakhiri perkembangan pembuluh darah yang memasok tumor.

Uji Klinis

Pada permasalahan kanker otak lanjut yang tidak merespons penyembuhan, pengobatan percobaan klinis serta penyembuhan dapat dicoba. Ini ialah serangkaian pemeliharaan yang sedang dalam langkah pengetesan.

Rehabilitasi

Penderita kanker otak bisa jadi butuh menempuh rehabilitasi bila kanker sudah menimbulkan kehancuran di otak serta mempengaruhi keahlian seorang buat berdialog, berjalan, ataupun melaksanakan guna wajar yang lain. Rehabilitasi mencakup pengobatan raga, pengobatan okupasi, serta pengobatan lain yang bisa menolong penderitanya menekuni kembali kegiatan tiap hari.

Pengobatan Alternatif

Sayangnya tidak banyak riset objektif yang mensupport pemakaian pengobatan pengganti buat menyembuhkan kanker otak. Tetapi, dokter bisa jadi menganjurkan supaya kalian mencampurkan pengobatan pengganti ataupun melaksanakan pergantian style hidup dengan pemeliharaan konvensional. Misalnya, mereka bisa mengusulkan diet segar serta komplemen vit serta mineral buat mengambil alih nutrisi yang lenyap dampak penyembuhan kanker.

Mereka bisa jadi pula mengusulkan akupunktur serta tumbuhan herbal khusus. Tetapi, penderita kanker otak wajib berdialog dengan dokter terlebih dulu saat sebelum minum jamu. Alasannya, sebagian tipe penyembuhan konvensional dapat saja mengusik penyembuhan.

Bicarakan pula penindakan kanker otak yang kalian natural dengan dokter di Halodoc. Dokter di Halodoc pula bisa jadi hendak membagikan sebagian anjuran yang diperlukan buat mensupport penyembuhan yang saat ini lagi kalian jalani.

Baca juga : Penyakit Hipoglikemia : Gejala, Penyebabnya, dan Lainnya

Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Pengobatan Kanker Otak

Penyembuhan hendak dicocokkan terkait pada tipe, dimensi, serta posisi tumor otak. Kanker otak biasanya mempunyai tingkatan kesinambungan hidup yang kecil. Tetapi, American Cancer Society pula memberi tahu kalau buat sebagian tipe kanker otak, sebesar 90 persen penderita dengan bentang umur antara 20 sampai 44 tahun bisa bertahan hidup sepanjang 5 tahun ataupun lebih.

Sayangnya, tidak terdapat metode buat menghindari kanker otak. Walaupun sedemikian itu, kalian dapat kurangi resiko terserang kanker otak dengan mempraktikkan sebagian metode semacam:

  • Menjauhi paparan pestisida serta insektisida.
  • Menjauhi paparan materi kimia karsinogenik.
  • Mengakhiri Kerutinan merokok.
  • Menjauhi paparan radiasi lain.

Perawatan Rumahan untuk Membantu Mengobati Hirschsprung

Perawatan Rumahan untuk Membantu Mengobati Hirschsprung – Nyatanya tidak cuma orang tua saja yang dapat hadapi wasir ataupun sulit buang air besar( BAB), bayi pula dapat mengalaminya. Wajarnya, bayi yang baru lahir akan menghasilkan feses pertamanya yang diketahui dengan mekonium.

Perawatan Rumahan untuk Membantu Mengobati Hirschsprung

ontopofcancer – Tetapi, bayi yang menderita penyakit Hirschsprung mempunyai kesusahan buat BAB, sebab berak ataupun feses terperangkap di dalam usus. Penindakan penting buat situasi sangat jarang ini sesungguhnya merupakan dengan melaksanakan pembedahan.

Mengutip laman halodoc, buat cara penyembuhan si Kecil, terdapat sebagian perawatan yang dapat bunda jalani di rumah. Ikuti cara- caranya disini.

Baca juga : Radang Panggul, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Memahami Penyakit Hirschsprung

Penyakit Hirschsprung merupakan sesuatu situasi yang mempengaruhi usus besar( kolon) serta menimbulkan permasalahan buang air besar( BAB). Situasi ini ialah situasi bawaan selaku dampak dari sel- sel saraf yang lenyap di otot- otot usus bayi.

bayi baru lahir yang menderita Hirschsprung, umumnya tidak dapat BAB hingga sebagian hari sehabis dilahirkan. Dalam permasalahan enteng, situasi ini bisa jadi tidak ditemukan hingga beliau menggapai era anak- anak. Tetapi, amat tidak sering penyakit Hirschsprung baru dikenal dikala tua.

Pengobatan Hirschsprung

Aksi penting buat menanggulangi penyakit Hirschsprung merupakan dengan melaksanakan pembedahan buat memotong ataupun melenyapkan bagian usus besar yang kekurangan sel saraf. Terdapat 2 tipe pembedahan yang dapat dicoba, ialah:

Pembedahan Pencabutan Usus( Pull- Through Surgery)

Dalam metode ini, susunan bagian usus yang bermasalah dipotong. Setelah itu, bagian usus yang segar ditarik lewat usus besar dari dalam serta langsung disambungkan ke anus ataupun anus. Metode ini umumnya dicoba dengan memakai tata cara invasif minimun( laparoskopi) yang bekerja lewat anus.

Pembedahan Kolostomi

Pada bayi ataupun kanak- kanak yang keadaannya amat lemas, pembedahan bisa jadi dicoba dalam 2 tahap.

Awal, bagian usus besar yang bermasalah dinaikan serta bagian usus besar yang segar dihubungkan ke lubang( stoma) yang terbuat oleh pakar operasi di perut anak. Lubang tersebutlah yang akan jadi pengganti anus buat membuang kotoran. Dengan begitu, bagian dasar usus besar dapat mempunyai durasi buat membaik.

Kemudian, tahap yang kedua dicoba sehabis usus besar membaik merupakan menutup stoma serta mengaitkan bagian usus yang segar dengan anus ataupun anus.

Perawatan Rumah untuk Penyakit Hirschsprung

Apabila sehabis menempuh pembedahan penyakit Hirschsprung, Sang Kecil hadapi konstipasi, coba bicarakan dengan dokter metode menanganinya ataupun bunda dapat berupaya melaksanakan sebagian metode selanjutnya ini:

Bagikan Anak Santapan Berserat Tinggi

Apabila Sang Kecil telah dapat komsumsi santapan padat, masukkan santapan berserat besar ke dalam menu makannya. Bagikan gandum utuh, buah- buahan serta sayur- mayur, dan batasi roti putih serta santapan kecil serat yang lain. Sebab akumulasi santapan berserat besar dengan cara seketika dapat memperparah konstipasi pada awal mulanya, bunda direkomendasikan buat meningkatkan santapan berserat besar ke dalam santapan anak dengan cara berangsur- angsur.

Tetapi, apabila Sang Kecil belum dapat komsumsi santapan padat, tanyakan pada dokter mengenai resep yang dapat menolong memudahkan wasir. Sebagian bayi bisa jadi butuh memakai selang santapan buat sedangkan durasi.

Memperbanyak Cairan

Sorong Sang Kecil buat minum lebih banyak air. Apabila beberapa ataupun semua usus besar anak dihilangkan, badannya bisa jadi akan hadapi kesusahan meresap air yang lumayan. Nah, minum lebih banyak air dapat menolong Sang Kecil buat senantiasa terhidrasi yang dapat menolong memudahkan wasir.

Baca juga : Penyakit Kolera : Gejala & Penyebab

Dorong Anak buat Berolahraga

Berolahraga enteng semacam berlari dapat menolong melancarkan buang air besar dengan cara tertib.

Kasih Obat Pencahar

Apabila Sang Kecil senantiasa hadapi wasir walaupun telah menggandakan serat, larutan, serta kegiatan raga, hingga obat laksatif khusus bisa jadi dapat menolong menanggulangi keadaannya itu. Tanyakan pada dokter hal obat laksatif yang pas buat diserahkan pada Sang Kecil serta ingat buat memberikannya cocok takaran yang direkomendasikan dokter.

Radang Panggul, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Radang Panggul, Penyebab dan Cara Mengatasinya – Radang panggul ataupun dalam dunia kedokteran disebut pula dengan sebutan Pelvic Inflammatory Disease( PID) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh peradangan pada organ reproduksi perempuan. Bagian tulang panggul ataupun panggul yang diartikan merupakan zona di dekat perut dasar serta tercantum saluran tuba, ovarium, serviks, serta kandungan.

Radang Panggul, Penyebab dan Cara Mengatasinya

ontopofcancer – Sebagian jenis kuman bisa menimbulkan radang panggul, tercantum kuman yang pula menimbulkan peradangan meluas intim( IMS) gonore serta klamidia. Pada awal mulanya kuman ini masuk ke dalam Miss V serta menimbulkan peradangan. Bersamaan berjalannya durasi, peradangan ini bisa beralih ke zona panggul.

Melansir guesehat, Penyakit radang panggul kerap tidak memunculkan ciri ataupun pertanda. Akhirnya, seorang bisa jadi tidak mengetahui kalau hadapi radang panggul. Perih panggul dapat amat beresiko, apalagi mengecam jiwa bila infeksinya menabur ke dalam darah.

Baca juga : Penyakit Arteri Koroner, Penyebab, Gejala dan Perawatannya

Apa yang Menyebabkan Radang Panggul?

Terdapat banyak jenis kuman yang bisa menimbulkan radang panggul, namun kuman pemicu peradangan gonore ataupun klamidia merupakan yang sangat biasa. Kuman ini umumnya ditularkan sepanjang melaksanakan ikatan seks tanpa memakai perlengkapan kontrasepsi kondom.

Tidak hanya itu, kuman pula bisa masuk ke saluran pembiakan kala situasi pertahanan natural di dekat leher kandungan tersendat. Perihal ini biasanya terjalin pada perempuan sehabis melahirkan, abortus, atau pengguguran.

Sebagian aspek resiko yang bisa menimbulkan radang panggul, antara lain:

  • – Aktif dengan cara intim semenjak umur belum menggapai 25 tahun
  • – Melaksanakan ikatan intim dengan banyak orang
  • – Ikut serta dalam ikatan intim dengan seorang yang mempunyai lebih dari satu pendamping seksual
  • – Berkaitan intim tanpa memakai kondom
  • – Pemakaian larutan pembersih kewanitaan sangat kerap alhasil mengusik ekosistem natural antara kuman bagus serta beresiko di vagina
  • – Mempunyai riwayat penyakit radang panggul ataupun peradangan meluas seksual
  • – Sebagian minggu sehabis pemasangan perlengkapan kontrasepsi IUD

Apa Saja Gejala Radang Panggul?

Sebagian perempuan yang hadapi radang panggul tidak hadapi pertanda. Walaupun sedemikian itu, terdapat sebagian ciri biasa yang bisa jadi nampak, di antara lain:

  • – Perih pada perut bagian dasar serta panggul
  • – Keputihan yang akut dengan bau tidak sedap
  • – Epistaksis kandungan yang tidak wajar, paling utama sepanjang ataupun sehabis berkaitan akrab, ataupun di antara daur menstruasi
  • – Perih ataupun hadapi epistaksis dikala berkaitan intim
  • – Meriang, sering- kali diiringi menggigil
  • – Susah campakkan air kecil ataupun sakit dikala campakkan air kecil

Perih yang mencuat sepanjang seorang hadapi radang panggul dapat bertabiat enteng ataupun lagi. Tetapi, dalam situasi yang akut, radang panggul bisa memunculkan pertanda lain semacam muntah, pingsan, meriang besar lebih dari 38, 3 bagian celcius, keputihan yang bercorak hitam, serta sakit perut di bagian dasar yang akut. Bila perihal ini terjalin, lekas mendatangi dokter buat mendapatkan penindakan lebih lanjut.

Apa Saja Komplikasi dari Radang Panggul?

1. Kehamilan ektopik

Radang panggul merupakan pemicu penting kehamilan ektopik. Pada kehamilan ektopik, jaringan kukur dampak radang panggul membatasi sel telur yang dibuahi masuk lewat saluran tuba ke dalam kandungan. Kehamilan ektopik bisa menimbulkan epistaksis hebat yang mengecam jiwa serta menginginkan pemeliharaan kedokteran lekas.

2. Infertilitas

Radang panggul bisa mengganggu alat pembiakan serta menimbulkan kemandulan. Terus menjadi akut situasi radang panggul yang dirasakan, hingga terus menjadi besar resiko seseorang perempuan buat susah berbadan dua.

3. Perih panggul kronis

Radang panggul bisa menimbulkan perih panggul yang dapat berjalan sepanjang berbulan- bulan ataupun bertahun- tahun. Jaringan kukur di tuba falopi serta alat kukur yang lain pula bisa menimbulkan rasa sakit sepanjang berkaitan akrab serta ovulasi.

4. Bengkak tuba- ovarium

Radang panggul bisa menimbulkan bengkak ataupun berkas bisul yang tercipta di saluran kandungan serta ovarium. Bila tidak diatasi, perihal ini bisa tingkatkan resiko terbentuknya peradangan lain yang mengecam jiwa.

Pengobatan Radang Panggul

Buat menanggulangi radang panggul, terdapat sebagian tata cara penyembuhan yang bisa dicoba, antara lain:

Pemberian antibiotik

Sebab radang panggul diakibatkan oleh peradangan kuman, hingga umumnya dokter hendak meresepkan pemakaian antibiotik. Yakinkan buat menghabiskan obat antibiotik yang diserahkan, apalagi bila pertanda telah mulai lenyap. Pemeliharaan antibiotik bisa menolong menghindari komplikasi sungguh- sungguh.

Hindari melakukan hubungan intim hingga pengobatan selesai

Buat menghindari penjangkitan pada pendamping, hendaknya jauhi melakukan hubungan intim sampai penyembuhan berakhir serta diklaim membaik. Tidak hanya itu, buat membenarkan tidak terdapat peradangan kesekian, membujuk pendamping buat periksakan situasi dirinya. Pengecekan bermaksud buat mengenali terdapat ataupun tidaknya mungkin peradangan yang sudah terjalin.

Biasanya situasi radang panggul tidak menginginkan pembedahan ataupun operasi. Tetapi, bila ini dicoba, umumnya dokter berprasangka kalau bengkak pada panggul hendak rusak ataupun bila memanglah telah rusak. Ini pula bisa dicoba bila tidak terdapat jawaban dari pengunaan obat- obatan.

Baca juga : Gejala & Penyebab Liver

Gimana Menghindari Radang Panggul?

Buat kurangi resiko terbentuknya penyakit radang panggul, terdapat sebagian perihal yang dapat dicoba. Selanjutnya di antara lain:

– Yakinkan buat melaksanakan ikatan akrab dengan nyaman. Maksudnya, maanfaatkan kondom serta batasi jumlah pendamping. Mengehaui riwayat kesehatan intim pendamping pula amat berarti buat dicoba.

– Bicarakan dengan dokter hal perlengkapan kontrasepsi sebab sebagian perlengkapan kontrasepsi tidak mencegah dari peradangan kuman radang panggul.

– Maanfaatkan perlengkapan kontrasepsi penghalang semacam kondom, apalagi bila telah memakai kapsul KB.

– Jalani pengecekan. Bila beresiko hadapi IMS, semacam klamidia, yakinkan buat bertanya pada dokter. Penyembuhan dini IMS bisa berikan kesempatan terbaik dalam penangkalan radang panggul. Perihal ini tidak cuma legal untuk Kalian, tetapi pula untuk pendamping.

– Jauhi mensterilkan Miss V sangat kerap memakai larutan pembersih sebab bisa mengusik penyeimbang ekosistem kuman.

Radang panggul ialah situasi yang wajib lekas ditangani. Jadi, yakinkan bila Kelompok Segar hadapi sebagian ciri yang sudah dituturkan ataupun beresiko mendapatinya, lekas konsultasikan diri pada dokter.

Penyakit Arteri Koroner, Penyebab, Gejala dan Perawatannya

Penyakit Arteri Koroner, Penyebab, Gejala dan Perawatannya – Penyakit Arteri koroner sebagai bagian dari permasalahan kardiovaskular ialah pembunuh no 1 di Indonesia, apalagi di dunia.

Penyakit Arteri Koroner, Penyebab, Gejala dan Perawatannya

ontopofcancer – Bagi World Health Organization pada 2016, tingkatan kematian dampak penyakit jantung di dunia merupakan 122 orang per 100 ribu populasi. Dibandingkan penyakit faktor kematian lain semacam tuberkulosis, stroke, kanker, serta diabet, nilai itu lebih besar.

Melansir primayahospital, Informasi Studi Kesehatan Dasar 2018 membuktikan kebiasaan penyakit Arteri koroner lebih besar pada wanita dibandingkan pria, ialah 1, 6% berbanding 1, 3%. Sebaliknya bersumber pada area tempat bermukim, masyarakat kota lebih banyak yang mengidap penyakit ini dibandingkan warga dusun dengan analogi 1, 6%: 1, 3%.

Baca juga : Kanker Ovarium: Gejala, Penyebab dan Perawatan

Apa Itu Penyakit Arteri Koroner

Penyakit Arteri koroner merupakan sebutan biasa buat mengatakan situasi menumpuknya lemak serta zat- zat inflamasi, yang setelah itu diucap dengan plak, di bilik pembuluh darah jantung yang dapat mengakibatkan serbuan jantung. Penyakit ini pula kerap diucap selaku penyakit jantung koroner.

Situasi ini pula diketahui dengan julukan iskemia. Penyempitan Arteri yang parah dari durasi ke durasi hendak membuat gerakan darah terus menjadi menurun sampai hingga terhambat serupa sekali bila plak seluruhnya menutup pembuluh darah jantung.

Pemicu Penyakit Arteri Koroner

Pemicu penyakit jantung koroner merupakan gundukan plak di bilik pembuluh darah yang membidik ke jantung. Plak ini tertata atas kolesterol, lemak, serta zat lain. Dalam sebagian permasalahan, plak ini dapat rusak alhasil trombosit hendak bertugas membenarkan Arteri sampai tercipta bongkahan darah yang dapat membatasi gerakan darah ke otot jantung.

Aspek resiko penyakit Arteri koroner biasanya kandungan kolesterol LDL yang besar serta kandungan kolesterol HDL kecil, titik berat darah besar, riwayat keluarga, kegemukan, serta diabet. Kerutinan merokok pula berkontribusi kepada timbulnya penyakit ini. Untuk golongan wanita, rentang waktu menopause pula jadi aspek.

Pertanda Penyakit Arteri Koroner

Penyakit Arteri koroner dapat mulai timbul pada era anak- anak alhasil di era anak muda telah dapat ditemui plak yang tercipta di pembuluh darah pada mayoritas orang. Tetapi pertanda biasanya terkini jelas kala gundukan plak telah akut.

Pertanda yang sangat biasa ditemui merupakan perih dada ataupun angina. Pengidap penyakit jantung koroner pula umumnya gampang letih, napasnya pendek, dan perih di leher serta tangan. Pertanda lain yang dapat dialami di dada antara lain:

  • Tidak nyaman
  • Tertekan
  • Sesak
  • Berat
  • Panas terbakar
  • Terasa penuh
  • Semacam diremas

Perawatan Penyakit Arteri Koroner

Ada sebagian tipe pemeliharaan penyakit Arteri koroner. Terdapat yang wajib dicoba di rumah sakit, terdapat pula yang bisa dijalani di rumah.

Pemeliharaan di rumah mencakup pergantian style hidup, semacam menghindari santapan yang memiliki kolesterol, gula, serta sodium. Penderita yang merokok wajib menyudahi. Tidak hanya itu, penderita harus lebih aktif tiap hari serta berlatih mengatur tekanan pikiran.

Penderita pula bisa jadi hendak dimohon komsumsi obat- obatan selaku aksesoris. Obat ini hendak membuat jantung lebih segar serta menyurutkan pertanda yang timbul. Misalnya nitrogliserin, statin, serta aspirin.

Ada pula pemeliharaan penyakit jantung koroner di rumah sakit melingkupi kateterisasi jantung serta operasi pintas koroner ataupun kerap diucap pembedahan cabg( pembedahan bypass jantung). Kateterisasi jantung ialah sesuatu metode yang bermaksud buat memandang posisi serta keparahan penyempitan yang terjalin di Arteri koroner dan membuka penyumbat itu dengan ring yang dimasukan lewat metode ini.

Baca juga : Penyebab & Gejala Hepatitis

Seusai kateterisasi jantung, penderita dapat kembali dari rumah sakit dalam sebagian hari. Sebaliknya pembedahan bypass jantung dicoba dengan mengutip pembuluh darah dari bagian badan yang lain buat membuat jalur terkini di zona Arteri koroner yang tersendat. Bypass tercantum pembedahan besar serta pemulihannya menginginkan durasi lebih lama.

Kamu butuh menemui dokter lekas bila berprasangka terdapat pertanda penyakit jantung koroner buat menemukan pemeliharaan yang pas.

Kanker Ovarium: Gejala, Penyebab dan Perawatan

Kanker Ovarium: Gejala, Penyebab dan Perawatan – Kanker ovarium ialah kanker yang timbul di jaringan emak telur. Kanker ovarium lebih kerap terjalin pada perempuan pascamenopause.

Kanker Ovarium: Gejala, Penyebab dan Perawatan

ontopofcancer – Sampai saat ini, pemicu terbentuknya kanker ovarium belum dikenali. Tetapi, kanker ovarium lebih kerap terjalin pada perempuan lanjut umur( lanjut usia) serta perempuan yang mempunyai keluarga dengan riwayat kanker ovarium.

Melansir alodokter, Kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal lebih mudah untuk diobati dibandingkan kanker ovarium yang baru terdeteksi setelah masuk stadium lanjut. Oleh sebab itu, berarti buat melaksanakan pengecekan teratur ke dokter isi sehabis menopause.

Baca juga : 5 Alasan Anda Harus Beralih ke Smart TV

Gejala Kanker Ovarium

Kanker ovarium tidak sering memunculkan Gejala pada ambang dini. Oleh karena itu, kanker ovarium umumnya terkini ditemukan kala telah merambah ambang lanjut ataupun telah menabur ke alat lain.

Gejala ambang lanjut dari kanker ovarium pula tidak sangat khas serta menyamai penyakit lain. Sebagian Gejala yang dirasakan oleh pengidap kanker ovarium merupakan:

  • Perut balut.
  • Kilat kenyang.
  • Mual.
  • Sakit perut.
  • Konstipasi( wasir).
  • Pembengkakan pada perut.
  • Penyusutan berat tubuh.
  • Kerap campakkan air kecil.
  • Sakit punggung bagian dasar.
  • Perih dikala berkaitan seks.
  • Pergi darah dari Miss V.
  • Pergantian daur haid, pada pengidap yang sedang hadapi haid.

Kapan harus ke dokter

Perempuan yang menempuh pengobatan pengganti hormon buat menyurutkan Gejala menopause hendaknya membahas kembali khasiat serta resiko pengobatan ini dengan dokter.

Pengobatan pengganti hormon beresiko memunculkan kanker ovarium, paling utama pada perempuan yang badan keluarganya sempat terserang kanker ovarium ataupun kanker buah dada.

Bila kerap hadapi Gejala kendala pencernaan, semacam perut balut, kilat kenyang, sakit perut, ataupun wasir, terlebih telah berjalan sepanjang 3 minggu, segeralah konsultasikan pada dokter. Dokter hendak melaksanakan pengecekan buat mencari pemicu tanda- tanda itu.

Pemicu Kanker Ovarium

Kanker ovarium terjalin sebab terdapatnya pergantian ataupun pemindahan genetik pada sel- sel ovarium. Sel itu jadi tidak normal, dan berkembang dengan kilat serta tidak terkendali.

Sampai dikala ini, pemicu terbentuknya pemindahan genetik itu belum dikenal dengan tentu. Tetapi, ada sebagian aspek yang bisa tingkatkan resiko seorang mendapatinya, ialah:

  • Berumur di atas 50 tahun.
  • Merokok.
  • Menempuh pengobatan penukaran hormon dikala menopause.
  • Mempunyai badan keluarga yang mengidap kanker ovarium ataupun kanker buah dada.
  • Mengidap kegemukan.
  • Sempat menempuh radioterapi.
  • Sempat mengidap endometriosis ataupun kista ovarium tipe khusus.
  • Mengidap sindrom Lynch.

Tidak hanya itu, kerutinan kerap memakai bubuk pada Miss V pula bisa tingkatkan resiko terbentuknya kanker ovarium. Tetapi, perihal ini sedang butuh diawasi lebih lanjut.

Penaksiran Kanker Ovarium

Buat mendiagnosis kanker ovarium, dokter hendak bertanya Gejala yang dirasakan penderita serta riwayat kesehatannya terlebih dulu. Tidak hanya itu, dokter pula hendak bertanya terdapat tidaknya badan keluarga yang sempat mengidap kanker ovarium ataupun kanker buah dada.

Setelah itu dokter hendak melaksanakan pengecekan raga, paling utama pada wilayah panggul serta alat kemaluan. Bila diprediksi mengidap kanker ovarium, dokter hendak memohon penderita buat menempuh pengecekan sambungan berbentuk:

Pemindaian

Tata cara pemindaian dini yang dicoba buat mengetahui kanker ovarium merupakan USG perut. Sehabis itu, bisa dicoba CT scan ataupun MRI.

Uji darah

Uji darah dicoba buat mengetahui protein CA- 125, yang ialah indikator terdapatnya kanker ovarium.

Biopsi

Pada pengecekan ini, dokter hendak mengutip ilustrasi jaringan ovarium buat ditilik di makmal. Pengecekan ini bisa memastikan apakah penderita mengidap kanker ovarium ataupun tidak.

Ambang Kanker Ovarium

Bersumber pada tingkatan keparahannya, kanker ovarium dibedakan jadi 4 ambang, ialah:

Ambang 1

Kanker cuma di ovarium, bagus salah satu ataupun kedua ovarium, serta belum menabur ke alat lain.

Ambang 2

Kanker telah menabur ke jaringan dalam gerong panggul ataupun kandungan.

Ambang 3

Kanker telah menabur ke epidermis perut( peritoneum), dataran usus, serta kelenjar pulut jernih di panggul ataupun perut.

Ambang 4

Kanker telah menabur ke alat lain yang posisinya jauh, misalnya ginjal, batin, ataupun alat pernapasan.

Penyembuhan Kanker Ovarium

Penindakan kanker ovarium berbeda- beda, terkait pada ambang kanker, situasi pengidap, serta kemauan pengidap buat mempunyai generasi. Tetapi dengan cara biasa, penindakan penting kanker ovarium mencakup:

Operasi

Pembedahan yang dicoba merupakan mengangkut ovarium, bagus salah satu ataupun kedua ovarium, terkait situasi penderita. Tidak hanya cuma mengangkut ovarium, pembedahan pula bisa dicoba buat mengangkut kandungan( histerektomi) serta jaringan sekelilingnya, bila kanker telah menabur.

Dokter hendak menarangkan khasiat serta resiko pembedahan yang dicoba. Sebagian tipe pembedahan bisa membuat seorang tidak dapat mempunyai anak lagi. Bicarakan dengan dokter hal pembedahan yang hendak dicoba.

Kemoterapi

Chemotherapy dicoba dengan pemberian obat- obatan buat menewaskan sel kanker. Chemotherapy bisa digabungkan dengan pembedahan serta radioterapi, dan dapat dicoba saat sebelum ataupun setelahnya.

Chemotherapy yang diserahkan saat sebelum pembedahan ataupun radioterapi bermaksud buat mengecilkan dimensi kanker. Sebaliknya chemotherapy yang diserahkan sehabis pembedahan ataupun radioterapi bermaksud buat menewaskan sel kanker yang sedang tertinggal.

Sebagian tipe obat- obatan buat chemotherapy merupakan:

Carboplatin

Paclitaxel

Etoposide

Gemcitabine

Radioterapi

Radioterapi dicoba buat menewaskan sel- sel kanker dengan cahaya bertenaga besar. Radioterapi bisa digabungkan dengan chemotherapy ataupun pembedahan. Radioterapi umumnya diserahkan pada penderita kanker ovarium ambang dini, sehabis pembedahan.

Tidak hanya itu, radioterapi pula bisa diserahkan pada penderita kanker ovarium ambang akhir, dengan tujuan buat menewaskan sel- sel kanker yang telah menabur ke jaringan badan lain.

Pengobatan

Penderita yang lagi menempuh penyembuhan kanker ovarium pula hendak diserahkan pengobatan pendukung, semacam obat pereda perih ataupun antimual, buat menyurutkan Gejala kanker ovarium serta kurangi dampak sisi dari tata cara penyembuhan kanker. Pengobatan itu diserahkan supaya penderita lebih aman dalam menempuh penyembuhan.

Kian kilat kanker ovarium ditemukan serta ditangani, kesempatan pengidap buat bertahan hidup juga hendak kian besar. Nyaris setengah pengidap kanker ovarium bisa bertahan paling tidak sepanjang 5 tahun sehabis terdiagnosa, serta sepertiganya mempunyai impian hidup paling tidak sepanjang 10 tahun.

Pengidap yang telah membaik dari kanker ovarium senantiasa berpotensi buat kembali mempunyai kanker dalam sebagian tahun.

Baca juga : Gejala, Penyebab & Pencegahan Tifus / Demam Tifoid

Komplikasi Kanker Ovarium

Kanker ovarium bisa memunculkan komplikasi, paling utama bila telah merambah ambang lanjut. Komplikasi ini terjalin sebab sel- sel kanker telah menabur ke alat badan yang lain. Sebagian komplikasi itu merupakan:

  • Pelubangan ataupun lubang pada usus
  • Akumulasi larutan di epidermis alat pernapasan( efusi pleura)
  • Penyumbatan saluran kemih
  • Penyumbatan usus
  • Penangkalan Kanker Ovarium

Kanker ovarium susah buat dilindungi sebab faktornya belum dikenal. Tetapi, terdapat sebagian perihal yang bisa dicoba buat merendahkan resiko terserang kanker ovarium, ialah:

  • Komsumsi kapsul KB kombinasi
  • Tidak memakai pengobatan penukaran hormon
  • Tidak merokok
  • Mempraktikkan pola hidup sehat
  • Melindungi berat tubuh ideal

Pada perempuan yang mempunyai resiko besar terserang kanker ovarium, pembedahan penaikan ovarium saat sebelum terserang kanker pula bisa dicoba untuk meminimalkan resiko. Metode ini umumnya direkomendasikan untuk perempuan yang telah menyudahi buat tidak mempunyai generasi lagi.

Pengertian, Gejala dan Perawatan Penyakit Laringitis

Pengertian, Gejala dan Perawatan Penyakit Laringitis – Laringitis merupakan sesuatu situasi dimana terjalin peradangan( iritasi) pada organ laring( kotak suara). Sementara itu di dalam laring ada pita suara. Dalam situasi wajar, pita suara hendak membuka serta menutup dengan mudah, membuat suara lewat pergerakan serta fibrasi yang tercipta.

Pengertian, Gejala dan Perawatan Penyakit Laringitis

ontopofcancer – Melansir klikdokter, Disaat terjadi iritasi serta peradangan di kotak suara, pita suara membesar. Perihal ini mengakibatkan terbentuknya pergantian suara yang dibuat. Seperti itu penyebabnya disaat menghadapi laringitis, suara Kamu jadi serak serta merasa tidak nyaman disaat berbicara. Pada sebagian permasalahan, suara yang keluar dapat amat lemas sampai tidak terdengar.

Baca juga : Perawatan Penyakit Mental Illness (Gangguan Mental)

Dengan cara biasa, laringitis ataupun bisa dibedakan jadi 2, ialah: situasi kronis serta kronik. Laringitis kronis umumnya berjalan pendek. Sebaliknya kronik berjalan lama( lebih dari 3 minggu).

Pertanda Laringitis

  • Terdapat sebagian pertanda laringitis ataupun yang sangat biasa, ialah:
  • Suara serak ataupun amat lemas–bahkan dapat lenyap serupa sekali
  • Perih dikala memakan serta mengunyah
  • Hidung berair
  • Sakit tenggorokan
  • Rasa mengerinyau di tenggorokan
  • Kerongkongan terasa kering
  • Meriang–yang dapat saja terjalin pada sebagian kasus

Pada kanak- kanak, bentuk saluran respirasi yang kecil sering- kali memunculkan ketat nafas. Perihal ini amat tidak sering terjalin pada orang berusia.

Pemicu Laringitis

  • Laringitis kronis dapat diakibatkan sebab sebagian perihal yang mencakup:
  • Penyalahgunaan bunyi, misalnya, berteriak kelewatan serta sangat banyak berbicara
  • Paparan materi kimiawi berbahaya
  • Peradangan dampak bakteri, virus, serta bakteri

Tidak hanya itu terdapat pula pemicu yang lebih tidak sering. Misalnya sesuatu situasi autoimun dimana sistem imunitas badan melanda jaringan wajar badan sendiri. Kendala autoimun yang bisa jadi menimbulkan radanga kerongkongan merupakan arthritis rheumatoid, Wegener granulomatosis, serta sarkoidosis.

Sebaliknya laringitis yang kronik biasanya diakibatkan oleh aspek area. Misalnya sebab menghisap asap rokok ataupun hawa terpolusi lalu menembus, penyalahgunaan bunyi, serta menaiknya asam alat pencernaan ke kerongkongan.

Dikala merasakan datangnya pertanda laringitis, terdapat aksi khusus yang bisa Kamu jalani dirumah. Salah satunya merupakan mengistirahatkan pemakaian suara. Hendaknya minimalkan pemakaian suara buat menghindari peradangan lebih lanjut. Tidak hanya itu tingkatkanlah energi kuat badan dengan lumayan rehat, komsumsi santapan dengan vitamin balance, serta tingkatkan komsumsi air putih.

Diagnosis Laringitis

Penaksiran laringitis ataupun dicoba dengan sebagian langkah. Dokter hendak melaksanakan pengumpulan data dengan cara mendetil serta pengecekan raga global. Pengumpulan data melingkupi pertanda laringitis ataupun yang Kamu rasakan.

Melalui pengecekan raga, bisa ditemui cerminan laring yang kemerahan serta bengkak( walaupun menampakkan laring tidaklah sesuatu perihal yang harus). Biasanya tidak terdapat pengecekan makmal ataupun radiologis yang diperlukan. Pengecekan itu cuma hendak dicoba apabila terdapat kebimbangan penyakit penyerta lain.

Penyembuhan Laringitis

Penindakan laringitis ataupun hendak diseuaikan dengan aspek faktornya. Apabila diakibatkan oleh peradangan virus, hingga kenaikan energi kuat badan amat dibutuhkan. Ini dapat dicoba dengan lumayan rehat serta komsumsi santapan bergizi. Minum air putih pula bisa menolong melenyapkan pertanda dengan sendirinya.

Tetapi apabila dokter berprasangka terdapatnya peradangan kuman, hingga akumulasi antibiotik hendak dibutuhkan. Tidak hanya itu, biasanya laringitis ataupun hendak membaik sendiri dengan menjauhi penyalahgunaan bunyi. Maksudnya, Kamu butuh mengistirahatkan pita suara serta menjauhi bermacam iritan( asap serta hawa terpolusi).

Baca juga : Semua yang Perlu Anda Ketahui Tentang Penyakit Epilepsi

Kamu dapat menghindari terbentuknya laringitis ataupun laryngitis. Triknya merupakan dengan menjauhi penyalahgunaan bunyi( misalnya, berteriak kelewatan, banyak berdialog), menjauhi peradangan dampak bakteri dengan tingkatkan energi kuat badan, serta menghindari pangkal peradangan. Tidak hanya itu jauhi pula membeberkan hawa berpolusi dalam waktu durasi lama–seperti asap rokok, asap alat transportasi.

Perawatan Penyakit Mental Illness (Gangguan Mental)

Perawatan Penyakit Mental Illness (Gangguan Mental) – Psikologis illness( psikologis disorder), diucap pula dengan kendala psikologis ataupun jiwa, merupakan situasi kesehatan yang mempengaruhi pandangan, perasaan, sikap, atmosfer batin, ataupun campuran antara lain. Situasi ini bisa terjalin sesekali ataupun berjalan dalam durasi yang lama( parah).

Perawatan Penyakit Mental Illness (Gangguan Mental)

ontopofcancer – Kendala ini dapat juga ringan ataupun parah, yang bisa mempengaruhi seorang dalam menjalani kehidupan setiap hari. Contohnya melaksanakan aktivitas sosial, profesi, sampai menempuh ikatan dengan keluarga.

Mengutip hellosehat, Walaupun kompleks, kendala kesehatan psikologis tercantum penyakit yang bisa diatasi. Apalagi, beberapa besar pengidap psikologis disorder sedang bisa menempuh kehidupan tiap hari sebaiknya orang wajar.

Tetapi, pada situasi yang lebih kurang baik, seorang bisa jadi butuh menemukan pemeliharaan intensif di rumah sakit buat menanggulangi keadaannya. Tidak tidak sering, situasi ini juga bisa mengakibatkan ambisi buat melukai diri sendiri ataupun memberhentikan kehidupannya.

Baca juga : Penyebab dan Perawatan Penyakit Malaria

Seberapa umumkah situasi ini?

Psikologis illness merupakan situasi yang biasa terjalin pada siapapun. Bagi World Health Organization( World Health Organization), satu dari 5 kanak- kanak serta anak muda di bumi mempunyai kendala psikologis.

Sedangkan pada orang berusia, situasi ini mempengaruhi satu dari 4 orang di bumi. Ada pula dari permasalahan itu, dekat setengahnya diawali pada anak muda di dasar umur 14 tahun. Ini ialah umur rawan timbulnya kendala psikologis yang sering terjalin.

Tipe psikologis illness( kendala psikologis)

Terdapat lebih dari 200 tipe psikologis illness yang sudah dikenal, dengan pertanda serta tingkatan keparahan yang beraneka ragam. Dari keseluruhan itu, tipe- tipe psikologis illness yang lebih biasa mencakup:

Depresi

Tekanan mental merupakan tipe kendala psikologis yang sangat kerap terjalin. Tipe kendala psikologis ini diisyarati dengan kesedihan yang sangat lama sampai pengidapnya dapat merasa putus asa, bersalah, tidak bernilai, tidak termotivasi, sampai bermacam keluhkesah raga yang tidak nyata faktornya.

Kendala kecemasan

Kendala keresahan merupakan perasan takut yang amat kokoh, kelewatan, dan berjalan lama serta dapat memburuk bersamaan durasi, sampai terasa amat memberati. Tipe kendala ini mencakup serbuan belingsatan, kendala gandrung kompulsif( Obsessive Compulsive Disorder(OCD)), serta fobia.

Kendala bipolar

Kendala bipolar merupakan penyakit psikologis yang diisyarati dengan pergantian atmosfer batin yang tidak lazim. Pergantian ini dapat terjalin dari amat senang jadi amat pilu serta putus asa.

Kendala makan

Kendala makan merupakan permasalahan psikologis yang mengaitkan benak Kamu mengenai santapan serta sikap makan. Kamu bisa jadi makan lebih sedikit ataupun lebih banyak dari yang diperlukan. Situasi ini juga biasanya terpaut dengan keresahan ataupun kebingungan berlebih kepada berat serta wujud badan.

Kendala tekanan pikiran pascatrauma( PTSD)

Kendala tekanan pikiran pascatrauma( PTSD) merupakan kendala kesehatan psikologis yang terjalin sehabis seorang hadapi ataupun memandang insiden mencekam. Insiden ini dapat berbentuk peristiwa yang mengecam jiwa, semacam musibah alam, musibah mobil, ataupun kekerasan intim, ataupun pengalaman lain yang buatnya guncangan.

Psikosis

Kendala psikosis merupakan jenis psikologis disorder akut yang menimbulkan pandangan serta anggapan seorang tidak wajar. Situasi ini diisyarati dengan delusi serta bayang- bayang pada pengidapnya. Ada pula skizofrenia ialah salah satu tipe kendala psikosis yang biasa terjalin.

Tanda & gejala mental illness (gangguan mental)

Identitas, isyarat serta pertanda kendala psikologis serta jiwa dapat beraneka ragam, terkait pada tipe, tingkatan keparahan, serta aspek yang lain. Situasi ini biasanya mempengaruhi marah, benak, serta sikap seorang.

Gejala biasa psikologis illness

Selanjutnya merupakan isyarat serta pertanda psikologis illness ataupun disorder yang biasa terjalin:

  • Kerap merasa pilu.
  • Kehabisan keahlian buat berkonsentrasi.
  • Kekhawatiran ataupun kebingungan yang kelewatan ataupun perasaan bersalah yang membayang- bayangi.
  • Pergantian mood ataupun atmosfer batin yang ekstrem.
  • Nampak menarik diri dari sahabat serta area sosial.
  • Keletihan yang penting, tenaga menyusut, ataupun hadapi permasalahan tidur.
  • Ketidakmampuan buat menanggulangi tekanan pikiran ataupun permasalahan tiap hari.
  • Paranoid dan delusi serta bayang- bayang.
  • Tidak sanggup menguasai suasana serta banyak orang.
  • Kerutinan merokok serta komsumsi alkohol dengan cara kelewatan ataupun memakai narkoba.
  • Pergantian besar dalam kerutinan makan.
  • Pergantian pada antusiasme ataupun desakan intim.
  • Marah kelewatan serta rentan melaksanakan kekerasan.
  • Sering merasa tidak berakal ataupun putus asa.
  • Berasumsi buat bunuh diri.

Tidak hanya pertanda terpaut psikologis, isyarat terpaut kesehatan raga juga kadangkala timbul pada pengidap psikologis disorder. Ini tercantum sakit perut, sakit ataupun perih punggung, sakit kepala, ataupun perih di bagian lain dari badan yang tidak dikenal pemicu nyatanya.

Pemicu& aspek resiko psikologis illness( kendala psikologis)

Apa pemicu psikologis illness?

Biasanya, kendala kesehatan psikologis terjalin sebab campuran antara bermacam aspek. Selanjutnya ini merupakan sebagian situasi yang dapat jadi pemicu psikologis disorder:

Aspek genetik.

Aspek biologis, semacam ketidakseimbangan kimiawi di otak, luka otak traumatik, ataupun ayan.

Aspek intelektual dari guncangan yang penting, semacam pelecehan, pertempuran tentara, musibah, kesalahan serta kekerasan yang sempat dirasakan, ataupun pengasingan sosial ataupun kesepian.

Aspek paparan area dikala di dalam isi, semacam zat kimia, alkohol, ataupun obat- obatan.

Aspek area yang lain, semacam kematian seorang yang dekat dengan Kamu, kehabisan profesi, ataupun kekurangan serta terbelit pinjaman.

Apa yang meningkatkan risiko seseorang terkena mental illness?

Meski kendala psikologis bisa melanda siapa saja, terdapat sebagian orang yang beresiko lebih besar, ialah:

  • Banyak orang yang dilahirkan dengan keanehan pada otak ataupun hadapi kehancuran otak dampak luka sungguh- sungguh.
  • Orang yang mempunyai badan keluarga ataupun keluarga dengan kendala psikologis.
  • Mempunyai situasi kedokteran parah, semacam kanker.
  • Banyak orang yang mempunyai profesi yang mengakibatkan tekanan pikiran, semacam dokter serta wiraswasta.
  • Orang yang mempunyai permasalahan pada era anak- anak ataupun permasalahan style hidup.
  • Banyak orang yang hadapi kekalahan dalam hidup, semacam sekolah ataupun kehidupan kegiatan.
  • Orang yang menyalahgunakan alkohol ataupun narkoba.
  • Orang yang sempat hadapi penyakit psikologis tadinya.

Komplikasi psikologis illness( kendala psikologis)

Kendala psikologis serta jiwa yang tidak diatasi bisa menimbulkan bermacam permasalahan pada kesehatan penuh emosi, sikap, sampai raga yang akut.

Komplikasi psikologis illness yang bisa jadi terjadi

Bermacam komplikasi yang butuh diwaspadai, antara lain:

  • Ketidakbahagiaan serta penyusutan kenikmatan hidup.
  • Bentrokan keluarga.
  • Susah berkaitan dengan orang lain.
  • Pengasingan sosial.
  • Permasalahan tembakau, alkohol, serta obat- obatan yang lain.
  • Absen kegiatan ataupun sekolah, ataupun permasalahan lain yang terpaut profesi ataupun sekolah.
  • Permasalahan hukum serta finansial.
  • Kekurangan serta gelandangan.
  • Melukai diri serta mudarat orang lain, tercantum bunuh diri ataupun menewaskan orang lain.
  • Sistem imunitas badan lemas, alhasil badan kesusahan melawan peradangan.
  • Penyakit jantung serta situasi kedokteran yang lain.

Diagnosis untuk mental illness (gangguan mental)

Walaupun biasa, kendala psikologis wajib di nyatakan oleh dokter. Buat mendiagnosis kesehatan psikologis, dokter bisa:

  • Bertanya perasaan Kamu bersama pertanda yang Kamu natural.
  • Bertanya data sekeliling riwayat kesehatan keluarga.
  • Melaksanakan pengecekan raga komplit buat melepaskan permasalahan raga yang bisa jadi bisa jadi pemicu pertanda Kamu.
  • Melaksanakan uji ataupun pengecekan diagnostik lain, semacam lihat guna tiroid ataupun skrining alkohol serta obat- obatan, buat membenarkan apakah pertanda Kamu diakibatkan oleh situasi kedokteran yang lain.
  • Melaksanakan penilaian intelektual, dengan menanggapi bermacam persoalan mengenai benak, perasaan, serta sikap Kamu.

Sehabis melaksanakan penaksiran, dokter bisa membagikan obat serta anjuran hal metode buat mengendalikan marah, ataupun mengusulkan psikiater buat Kamu.

Penyembuhan psikologis illness( kendala psikologis)

Penderita umumnya sungkan buat mencari dorongan handal terpaut permasalahan psikologis illness. Sementara itu, penyembuhan dari handal yang berpengalaman bisa menolong Kamu dalam sebagian perihal, semacam:

  • Menanggulangi permasalahan khusus yang menimbulkan kendala psikologis.
  • Menanggulangi ataupun mengalami pengalaman khusus yang tidak mengasyikkan yang jadi pemicu psikologis disorder.
  • Tingkatkan ikatan sosial Kamu.
  • Meningkatkan metode hidup yang lebih berguna dari hari ke hari.

Sayangnya, belum terdapat obat yang bisa memulihkan seluruh kendala psikologis sekalian. Tiap orang bisa jadi hadapi kendala psikologis yang berbeda- beda. Kamu wajib memilah penyembuhan ataupun campuran pemeliharaan yang terbaik, cocok situasi Kamu.

Opsi penyembuhan psikologis illness

Sebagian penyembuhan yang bisa diseleksi, mencakup:

Psikoterapi

Pada psikoterapi, Kamu serta pakar kesehatan psikologis hendak membahas situasi serta permasalahan yang Kamu natural, yang bisa jadi mengusik psikologis Kamu. Lewat dialog itu, pakar kesehatan psikologis hendak menolong Kamu berlatih mengenai situasi serta atmosfer batin, perasaan, benak, serta sikap Kamu, dan gimana menanggulangi serta mengatur tekanan pikiran.

Psikoterapi mempunyai beraneka ragam tipe. Salah satu yang kerap dicoba, ialah cognitive behavioral therapy( CBT).

Obat- obatan

Obat- obatan memanglah tidak bisa memulihkan kendala psikologis serta jiwa yang Kamu natural. Walaupun begitu, obat- obatan khusus dapat kurangi pertanda dengan cara penting dan menolong penyembuhan yang lain lebih efisien.

Tipe obat buat psikologis illness ini beraneka ragam. Dokter hendak membagikan obat yang cocok dengan situasi tiap- tiap pengidapnya. Ada pula sebagian obat yang umumya diserahkan, ialah:

Obat antidepresan, buat menanggulangi tekanan mental serta kendala keresahan.

Obat anti- anxiety ataupun antikecemasan, buat menanggulangi kendala keresahan ataupun serbuan belingsatan. Ini pula tercantum obat tidur buat menanggulangi permasalahan tidur Kamu yang akut dampak psikologis disorder.

Obat antipsikotik, buat menanggulangi skizofrenia ataupun psikosis.

Obat buat menolong memantapkan mood, buat menyembuhkan kendala bipolar.

Pemeliharaan di rumah sakit jiwa

Tidak hanya 2 tipe penyembuhan psikologis illness yang biasa di atas, Kamu juga bisa jadi menginginkan wujud pemeliharaan yang lain. Ini tercantum pemeliharaan intensif di rumah sakit jiwa pada situasi kendala psikologis yang amat akut.

Baca juga : Hal untuk Tanya Dokter Setelah Diagnosis Demensia

Biasanya, tipe pemeliharaan ini dianjurkan untuk pengidap yang tidak bisa menjaga diri sendiri dengan bagus ataupun terletak dalam situasi ancaman sebab kecondongan menyakiti diri sendiri ataupun orang lain.

Kamu pula bisa jadi dapat memakai pengobatan yang lain selaku penyembuhan pengganti ataupun aksesoris buat kendala psikologis, semacam konsentrasi, akupunktur, khalwat, ataupun penyembuhan herbal. Umumnya, penyembuhan pengganti ini bisa menolong Kamu mengatur tekanan pikiran dan pertanda biasa terpaut permasalahan psikologis.

Penyebab dan Perawatan Penyakit Malaria

Penyebab dan Perawatan Penyakit Malaria – Malaria merupakan penyakit peradangan meluas yang menabur lewat gigitan nyamuk. Pengidap malaria hendak mengeluhkan pertanda meriang serta menggigil.

Penyebab dan Perawatan Penyakit Malaria

ontopofcancer – Meski gampang meluas lewat gigitan nyamuk, malaria dapat membaik dengan cara keseluruhan apabila ditangani dengan pas. Tetapi bila tidak ditangani, penyakit ini dapat berdampak parah dari menimbulkan anemia berat, kandas ginjal, sampai kematian.

Melansir alodokter, Di Indonesia, jumlah pengidap malaria mengarah menyusut dari tahun ke tahun. Tetapi, sebagian provinsi di Indonesia sedang banyak yang mengidap malaria, paling utama di area timur Indonesia, ialah Papua serta Papua Barat. Sedangkan itu, provinsi DKI Jakarta serta Bali telah masuk ke dalam jenis provinsi leluasa malaria.

Baca juga : Perawatan Infeksi COVID-19 Berdasarkan Tingkat Gejalanya

Pertanda Malaria

Pertanda malaria mencuat paling tidak 10- 15 hari sehabis digigit nyamuk. Timbulnya pertanda lewat 3 langkah sepanjang 6- 12 jam, ialah menggigil, meriang serta sakit kepala, kemudian menghasilkan banyak keringat serta lesu saat sebelum temperatur badan kembali wajar. Jenjang pertanda malaria bisa mencuat menjajaki daur khusus, ialah 3 hari sekali( tertiana) ataupun 4 hari sekali( kuartana).

Pemicu Malaria

Orang bisa terserang malaria sehabis digigit nyamuk yang ada benalu malaria di dalam badan nyamuk. Gigitan nyamuk itu menimbulkan benalu masuk ke dalam badan orang. Benalu ini hendak berdiam di alat batin saat sebelum sedia melanda sel darah merah.

Benalu malaria ini bernama Plasmodium. Tipe Plasmodium beragam, serta hendak mempengaruhi kepada pertanda yang ditimbulkan dan penyembuhannya.

Penaksiran Malaria

Apabila seorang hadapi pertanda malaria, dokter hendak bertanya apakah beliau bermukim ataupun terkini saja berjalan ke wilayah yang banyak permasalahan malaria. Sehabis itu, dokter hendak melaksanakan pengecekan raga serta pengecekan darah.

Pengecekan darah buat mendiagnosis malaria mencakup uji diagnostik kilat malaria( RDT malaria) serta pengecekan darah pengidap di dasar kaca pembesar. Tujuan pengecekan darah di dasar kaca pembesar merupakan buat mengetahui benalu pemicu malaria serta mengenali tipe malarianya. Butuh dikenal, pengumpulan ilustrasi darah bisa dicoba lebih dari sekali serta menunggu durasi meriang timbul.

Penyembuhan Malaria

Malaria wajib lekas ditangani buat menghindari resiko komplikasi yang beresiko. Penindakan malaria bisa dicoba dengan pemberian obat antimalaria.

Obat- obatan ini butuh dicocokkan dengan tipe benalu pemicu malaria, tingkatan keparahan, ataupun riwayat zona geografis yang sempat ditempati pengidap. Penyakit malaria pada kanak- kanak dapat ditangani oleh dokter anak konsultan penyakit peradangan tropis.

Komplikasi Malaria

Sebagian komplikasi sungguh- sungguh yang diakibatkan oleh malaria, di antara lain anemia berat, hipoglikemia, kehancuran otak, serta banyak alat kandas berperan. Komplikasi itu bisa berdampak parah serta lebih rentan dirasakan oleh bayi dan lansia

Baca juga : Asma Bronkial: Diagnosis dan Perawatan

Penangkalan Malaria

Walaupun belum terdapat vaksinasi buat menghindari malaria, dokter bisa meresepkan obat antimalaria selaku penangkalan bila seorang berencana berjalan ataupun bermukim di zona yang banyak permasalahan malarianya. Tidak hanya itu, penangkalan dapat dicoba dengan menjauhi gigitan nyamuk dengan memasang kelambu pada tempat tidur, memakai busana tangan jauh serta celana jauh, dan memakai krim ataupun basut antinyamuk. Tahap penangkalan gigitan nyamuk pula berarti buat senantiasa dicoba pada kanak- kanak.