Kanker Ovarium: Gejala, Penyebab dan Perawatan – Kanker ovarium ialah kanker yang timbul di jaringan emak telur. Kanker ovarium lebih kerap terjalin pada perempuan pascamenopause.

Kanker Ovarium: Gejala, Penyebab dan Perawatan

ontopofcancer – Sampai saat ini, pemicu terbentuknya kanker ovarium belum dikenali. Tetapi, kanker ovarium lebih kerap terjalin pada perempuan lanjut umur( lanjut usia) serta perempuan yang mempunyai keluarga dengan riwayat kanker ovarium.

Melansir alodokter, Kanker ovarium yang terdeteksi pada stadium awal lebih mudah untuk diobati dibandingkan kanker ovarium yang baru terdeteksi setelah masuk stadium lanjut. Oleh sebab itu, berarti buat melaksanakan pengecekan teratur ke dokter isi sehabis menopause.

Baca juga : 5 Alasan Anda Harus Beralih ke Smart TV

Gejala Kanker Ovarium

Kanker ovarium tidak sering memunculkan Gejala pada ambang dini. Oleh karena itu, kanker ovarium umumnya terkini ditemukan kala telah merambah ambang lanjut ataupun telah menabur ke alat lain.

Gejala ambang lanjut dari kanker ovarium pula tidak sangat khas serta menyamai penyakit lain. Sebagian Gejala yang dirasakan oleh pengidap kanker ovarium merupakan:

  • Perut balut.
  • Kilat kenyang.
  • Mual.
  • Sakit perut.
  • Konstipasi( wasir).
  • Pembengkakan pada perut.
  • Penyusutan berat tubuh.
  • Kerap campakkan air kecil.
  • Sakit punggung bagian dasar.
  • Perih dikala berkaitan seks.
  • Pergi darah dari Miss V.
  • Pergantian daur haid, pada pengidap yang sedang hadapi haid.

Kapan harus ke dokter

Perempuan yang menempuh pengobatan pengganti hormon buat menyurutkan Gejala menopause hendaknya membahas kembali khasiat serta resiko pengobatan ini dengan dokter.

Pengobatan pengganti hormon beresiko memunculkan kanker ovarium, paling utama pada perempuan yang badan keluarganya sempat terserang kanker ovarium ataupun kanker buah dada.

Bila kerap hadapi Gejala kendala pencernaan, semacam perut balut, kilat kenyang, sakit perut, ataupun wasir, terlebih telah berjalan sepanjang 3 minggu, segeralah konsultasikan pada dokter. Dokter hendak melaksanakan pengecekan buat mencari pemicu tanda- tanda itu.

Pemicu Kanker Ovarium

Kanker ovarium terjalin sebab terdapatnya pergantian ataupun pemindahan genetik pada sel- sel ovarium. Sel itu jadi tidak normal, dan berkembang dengan kilat serta tidak terkendali.

Sampai dikala ini, pemicu terbentuknya pemindahan genetik itu belum dikenal dengan tentu. Tetapi, ada sebagian aspek yang bisa tingkatkan resiko seorang mendapatinya, ialah:

  • Berumur di atas 50 tahun.
  • Merokok.
  • Menempuh pengobatan penukaran hormon dikala menopause.
  • Mempunyai badan keluarga yang mengidap kanker ovarium ataupun kanker buah dada.
  • Mengidap kegemukan.
  • Sempat menempuh radioterapi.
  • Sempat mengidap endometriosis ataupun kista ovarium tipe khusus.
  • Mengidap sindrom Lynch.

Tidak hanya itu, kerutinan kerap memakai bubuk pada Miss V pula bisa tingkatkan resiko terbentuknya kanker ovarium. Tetapi, perihal ini sedang butuh diawasi lebih lanjut.

Penaksiran Kanker Ovarium

Buat mendiagnosis kanker ovarium, dokter hendak bertanya Gejala yang dirasakan penderita serta riwayat kesehatannya terlebih dulu. Tidak hanya itu, dokter pula hendak bertanya terdapat tidaknya badan keluarga yang sempat mengidap kanker ovarium ataupun kanker buah dada.

Setelah itu dokter hendak melaksanakan pengecekan raga, paling utama pada wilayah panggul serta alat kemaluan. Bila diprediksi mengidap kanker ovarium, dokter hendak memohon penderita buat menempuh pengecekan sambungan berbentuk:

Pemindaian

Tata cara pemindaian dini yang dicoba buat mengetahui kanker ovarium merupakan USG perut. Sehabis itu, bisa dicoba CT scan ataupun MRI.

Uji darah

Uji darah dicoba buat mengetahui protein CA- 125, yang ialah indikator terdapatnya kanker ovarium.

Biopsi

Pada pengecekan ini, dokter hendak mengutip ilustrasi jaringan ovarium buat ditilik di makmal. Pengecekan ini bisa memastikan apakah penderita mengidap kanker ovarium ataupun tidak.

Ambang Kanker Ovarium

Bersumber pada tingkatan keparahannya, kanker ovarium dibedakan jadi 4 ambang, ialah:

Ambang 1

Kanker cuma di ovarium, bagus salah satu ataupun kedua ovarium, serta belum menabur ke alat lain.

Ambang 2

Kanker telah menabur ke jaringan dalam gerong panggul ataupun kandungan.

Ambang 3

Kanker telah menabur ke epidermis perut( peritoneum), dataran usus, serta kelenjar pulut jernih di panggul ataupun perut.

Ambang 4

Kanker telah menabur ke alat lain yang posisinya jauh, misalnya ginjal, batin, ataupun alat pernapasan.

Penyembuhan Kanker Ovarium

Penindakan kanker ovarium berbeda- beda, terkait pada ambang kanker, situasi pengidap, serta kemauan pengidap buat mempunyai generasi. Tetapi dengan cara biasa, penindakan penting kanker ovarium mencakup:

Operasi

Pembedahan yang dicoba merupakan mengangkut ovarium, bagus salah satu ataupun kedua ovarium, terkait situasi penderita. Tidak hanya cuma mengangkut ovarium, pembedahan pula bisa dicoba buat mengangkut kandungan( histerektomi) serta jaringan sekelilingnya, bila kanker telah menabur.

Dokter hendak menarangkan khasiat serta resiko pembedahan yang dicoba. Sebagian tipe pembedahan bisa membuat seorang tidak dapat mempunyai anak lagi. Bicarakan dengan dokter hal pembedahan yang hendak dicoba.

Kemoterapi

Chemotherapy dicoba dengan pemberian obat- obatan buat menewaskan sel kanker. Chemotherapy bisa digabungkan dengan pembedahan serta radioterapi, dan dapat dicoba saat sebelum ataupun setelahnya.

Chemotherapy yang diserahkan saat sebelum pembedahan ataupun radioterapi bermaksud buat mengecilkan dimensi kanker. Sebaliknya chemotherapy yang diserahkan sehabis pembedahan ataupun radioterapi bermaksud buat menewaskan sel kanker yang sedang tertinggal.

Sebagian tipe obat- obatan buat chemotherapy merupakan:

Carboplatin

Paclitaxel

Etoposide

Gemcitabine

Radioterapi

Radioterapi dicoba buat menewaskan sel- sel kanker dengan cahaya bertenaga besar. Radioterapi bisa digabungkan dengan chemotherapy ataupun pembedahan. Radioterapi umumnya diserahkan pada penderita kanker ovarium ambang dini, sehabis pembedahan.

Tidak hanya itu, radioterapi pula bisa diserahkan pada penderita kanker ovarium ambang akhir, dengan tujuan buat menewaskan sel- sel kanker yang telah menabur ke jaringan badan lain.

Pengobatan

Penderita yang lagi menempuh penyembuhan kanker ovarium pula hendak diserahkan pengobatan pendukung, semacam obat pereda perih ataupun antimual, buat menyurutkan Gejala kanker ovarium serta kurangi dampak sisi dari tata cara penyembuhan kanker. Pengobatan itu diserahkan supaya penderita lebih aman dalam menempuh penyembuhan.

Kian kilat kanker ovarium ditemukan serta ditangani, kesempatan pengidap buat bertahan hidup juga hendak kian besar. Nyaris setengah pengidap kanker ovarium bisa bertahan paling tidak sepanjang 5 tahun sehabis terdiagnosa, serta sepertiganya mempunyai impian hidup paling tidak sepanjang 10 tahun.

Pengidap yang telah membaik dari kanker ovarium senantiasa berpotensi buat kembali mempunyai kanker dalam sebagian tahun.

Baca juga : Gejala, Penyebab & Pencegahan Tifus / Demam Tifoid

Komplikasi Kanker Ovarium

Kanker ovarium bisa memunculkan komplikasi, paling utama bila telah merambah ambang lanjut. Komplikasi ini terjalin sebab sel- sel kanker telah menabur ke alat badan yang lain. Sebagian komplikasi itu merupakan:

  • Pelubangan ataupun lubang pada usus
  • Akumulasi larutan di epidermis alat pernapasan( efusi pleura)
  • Penyumbatan saluran kemih
  • Penyumbatan usus
  • Penangkalan Kanker Ovarium

Kanker ovarium susah buat dilindungi sebab faktornya belum dikenal. Tetapi, terdapat sebagian perihal yang bisa dicoba buat merendahkan resiko terserang kanker ovarium, ialah:

  • Komsumsi kapsul KB kombinasi
  • Tidak memakai pengobatan penukaran hormon
  • Tidak merokok
  • Mempraktikkan pola hidup sehat
  • Melindungi berat tubuh ideal

Pada perempuan yang mempunyai resiko besar terserang kanker ovarium, pembedahan penaikan ovarium saat sebelum terserang kanker pula bisa dicoba untuk meminimalkan resiko. Metode ini umumnya direkomendasikan untuk perempuan yang telah menyudahi buat tidak mempunyai generasi lagi.