Merawat Pasien Kanker Stadium Lanjut di Rumah – Di negara maju seperti Inggris dan Amerika Serikat, merawat pasien kanker stadium lanjut yang sudah sampai pada tahap tidak bisa diobati lebih umum dilakukan di rumah dibanding di rumah sakit.

Merawat Pasien Kanker Stadium Lanjut di Rumah

ontopofcancer – Di Indonesia, perawatan serupa, yang dikenal sebagai perawatan paliatif–perawatan yang menekankan pada peningkatan kualitas hidup pasien sebelum kematian–kurang populer.

Melansir theconversation, Kebutuhan pasien kanker stadium lanjut adalah pengendalian nyeri kanker. Perawatan paliatif berfokus pada perawatan yang membantu pasien mengatasi gejala-gejala dari penyakit kanker seperti nyeri, sesak napas, kelelahan, sembelit, mual, kehilangan nafsu makan, kesulitan tidur, dan depresi.

Baca juga : Menangani Penyakit yang Tak Bisa Disembuhkan

Namun, sistem asuransi seperti Jaminan Kesehatan Nasional dan rumah sakit kurang mengakomodasi perawatan paliatif. Padahal, jenis perawatan ini bisa menghemat ongkos sekaligus mengurangi penderitaan pasien dan keluarganya sebelum kematian pasien tiba.

Riset kualitatif yang aku jalani baru- baru ini membuktikan ketidaksiapan keluarga serta akses yang terbatas dalam pemeliharaan paliatif ialah alibi keluarga penderita kanker sungkan menjaga badan keluarganya di rumah.

Aku mempelajari keluarga penderita kanker paliatif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo serta Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Aku temui kalau akses keluarga penderita kepada sarana pendukung serta juru rawat ataupun dokter yang berpengalaman dalam pemeliharaan paliatif sedang terbatas.

Berartinya pemeliharaan paliatif

Beberapa studi membuktikan pemeliharaan paliatif teruji bisa memanjangkan umur penderita kanker.

Studi di Swedia melaporkan dikala ini penindakan penyakit kanker pada ambang lanjut lebih dipusatkan pada keperawatan paliatif, paling utama pada keperawatan paliatif di rumah.

Ahli pemeliharaan paliatif terdiri dari bermacam pekerjaan: dokter, juru rawat yang profesional, psikolog serta pekerja sosial.

Dalam jasa paliatif diupayakan penderita secepat bisa jadi terbebas dari beban serta rasa perih. Jasa paliatif pula kurangi pengobatan aksi kedokteran kasar yang sesungguhnya tidak dibutuhkan. Ini bisa kurangi tekanan pikiran penderita.

Ahli pemeliharaan paliatif bertugas tidak cuma kala penderita kanker terletak di rumah sakit, tetapi pula kala penderita telah kembali ke rumah.

Tempat pemeliharaan tidak lagi berfokus pada auditorium rumah sakit, melainkan pemeliharaan berplatform warga serta keluarga. Dalam rancangan ini, keluarga ialah bagian tidak terpisahkan dalam menjaga penderita sebab sokongan keluarga amat berarti untuk kenaikan mutu hidup penderita.

Banyak manfaatnya

Pemeliharaan paliatif pula menolong penderita buat berani serta bergairah menempuh kehidupan mereka tiap hari. Terdapat beberapa alibi kenapa pemeliharaan paliatif di rumah lebih diprioritaskan dari membiarkan penderita kanker senantiasa dirawat di rumah sakit.

Awal, beberapa studi membuktikan pemeliharaan paliatif di rumah bisa tingkatkan mutu hidup serta membagikan kenyamanan yang lebih bagus dari pemeliharaan paliatif di rumah sakit. Dikala di rumah sakit kenyamanan penderita bersama keluarga menurun dampak ketatnya peraturan di situ.

Suasana itu bisa menimbulkan situasi ilmu jiwa penderita kanker paliatif jadi tidak aman, kesepian, serta tekanan mental.

Apalagi suatu studi melaporkan 25% penderita kanker hadapi keresahan berat saat sebelum kematian.

Situasi ketidaknyamanan serta tekanan mental tidak cuma dialami penderita, tetapi pula oleh keluarga penderita. Sebesar 47% dari keluarga yang badan keluarganya tewas di rumah sakit melaporkan hadapi tingkatan ketidaknyamanan yang besar dalam cara kepergiannya.

Kedua, kemampuan bayaran. Di Indonesia, bayaran pemeliharaan tiap penderita kanker di rumah sakit bisa melampaui Rp100 juta per bulan. Anggaran sebesar itu bisa lebih efisien serta berdaya guna bila program pemeliharaan paliatif di rumah bisa diserahkan.

Suatu studi di 4 rumah sakit khalayak di New York Amerika Sindikat pada 2004- 2007 membuktikan program pemeliharaan paliatif penderita kanker di rumah bisa memaksimalkan bayaran sebesar US$6. 900 per penderita per tahun dibanding dirawat di rumah sakit.

Pengiritan ini terjalin sebab penderita yang menyambut pemeliharaan paliatif di rumah menghabiskan lebih sedikit durasi dalam pemeliharaan intensif. Anggaran asuransi dari badan asuransi nasional AS Medicaid bisa difokuskan pada pembiayaan pemeliharaan paliatif penderita di rumah.

Ketiga, merendahkan resiko penjangkitan peradangan dari penderita lain di rumah sakit( peradangan nosokomial). Penderita kanker ialah golongan yang rentan hadapi neutropenia ataupun menyusutnya sel darah putih dalam darah. Perihal ini terjalin dampak dari cara penyakit kanker, pemakaian chemotherapy serta kortikosteroid.

Situasi itu membuat imunitas badan penderita kanker jadi menyusut. Penurunanan imunitas badan bisa menimbulkan penjangkitan peradangan oleh kuman.

Peradangan pada penderita kanker ialah aspek pemicu yang memesatkan kematian penderita kanker di rumah sakit.

Tahap Lanjut

Di Swedia serta Australia pemeliharaan paliatif di rumah telah masuk dalam desain asuransi kesehatan nasional.

Telah waktunya penguasa mengadopsi koordinasi serta integrasi pemeliharaan paliatif semacam di negeri maju. Fokus sistem Agunan Kesehatan Nasional hendaknya mulai berpindah fokus dari pemeliharaan penyakit parah semacam kanker di rumah sakit ke pemeliharaan berplatform rumah( home care).

Studi Kesehatan Bawah Indonesia pada 2018 pula membuktikan kanker terletak di tingkatan ketujuh penyakit yang bisa menimbulkan kematian. Kanker serviks, kanker buah dada, kanker paru, serta kanker batin ialah tipe penting kanker pemicu kematian yang besar.

Baca juga : Penyakit Hipoglikemia : Gejala, Penyebabnya, dan Lainnya

Kebiasaan penyakit kanker di Indonesia terus menjadi bertambah: dari 1, 4 per 1000 masyarakat pada 2008- 2013 jadi 1, 79 per 1000 masyarakat. dari 2013 sampai 2018.

Di tengah kian meningkatkannya jumlah penderita kanker serta defisitnya perhitungan BPJS Kesehatan dalam sebagian tahun terakhir, pemeliharaan paliatif penderita kanker di rumah ialah tahap yang pantas dijadikan bentuk tidak hanya pemeliharaan di rumah sakit.

Tahap ke arah situ dapat diawali dengan pemasyarakatan pada warga alangkah berartinya pemeliharaan penderita kanker di rumah serta mempersiapkan sarana serta daya kedokteran buat mendukung pemeliharaan itu.